Vegetarian Ala India Selatan

Hola para pecinta makanan vegetarian di Jakarta! Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang restoran vegetarian dengan cita rasa India.

Setelah sekitar 8 bulan ini menjadi vegetarian, saya mulai bisa mengkotak-kotakkan restoran vegetarian berdasarkan lokasinya. Jika Jakarta Barat dan Jakarta Utara didominasi restoran vegetarian yang menyajikan makanan Cina, di Pasar Baru, Jakarta Pusat kamu bisa menemukan beberapa restoran vegetarian yang menyajikan makanan India.

Salah satu restoran vegetarian India favorit saya adalah “Waytuki”. Restoran ini punya variasi menu yang komplit. Selain semua menunya vegetarian, ada pula yang vegan. Meski mayoritas menunya berupa makanan India, tapi ada juga kok sedikit makanan Indonesia.

Dari segi harga memang tidak bisa dibilang murah. Tapi harga di Waytuki masih lebih terjangkau dibanding restoran vegetarian India lain di area yang sama. Dan, meski harganya menurut saya tidak murah, tapi porsi dan rasanya sebanding dengan harga yang dibanderol.

Setelah beberapa kali pesan makanan di Waytuki melalui jasa pesan antar, kali ini saya penasaran ingin mencoba langsung menikmati makanan vegetarian ala India Selatan langsung di restonya.

Menu yang saya pesan cukup banyak karena penasaran ingin mencoba rasanya. Menu yang ditawarkan lebih banyak merupakan menu dari India Selatan, seperti mutton briyani rice, plain paratha, samosa, prawn dry masalla dan dilengkapi minuman ice masalla tea dan mango lassi.

Samosa
Samosa | © Nana Kusuma

Samosa sebagai makanan pembuka disajikan satu porsi dengan berisi 2 potong dan dilengkapi semacam saus cocol berwarna hijau. Isi samosanya sendiri sudah cukup pedas karena rasa lada yang cukup kuat. Saus cocol berwarna hijau ini rasanya cukup unik dan cukup pedas. Kulit samosa yang renyah dengan isian kentang yang lembut merupakan perpaduan yang menggugah selera dan sangat cocok sebagai makanan pembuka.

Prawn Dry Masalla
Prawn Dry Masalla | © Nana Kusuma

Prawn Dry Masalla adalah salah satu menu paling laris di Waytuki. Potongan udang vegetarian dimasak dengan bumbu-bumbu khas India. Berbeda dengan kari yang berkuah, dry masalla lebih menyerupai rendang yang bumbunya kental dan sedikit kering. Dilengkapi dengan potongan besar bawang bombai dan paprika, prawn dry masalla terasa lebih kaya rasa. Menu yang satu ini saya makan dengan plain paratha yang berupa roti pipih tawar yang dibuat dari tepung gandum. Rasanya tidak jauh beda dengan naan atau chappati tapi bentuknya sedikit lebih tebal.

Mutton Briyani Rice
Mutton Briyani Rice | © Nana Kusuma

Kalau mutton briyani rice seperti perpaduan antara nasi goreng dengan nasi kebuli. Beras yang dipakai adalah beras basmati India yang bentuknya kecil dan panjang. Nasi digoreng dengan paduan bumbu-bumbu ala India yang beda jauh jika dibandingkan dengan bumbu nasi goreng Indonesia. Rasanya gurih, sedangkan daging mutton alias domba vegetariannya empuk, bertekstur seperti daging betulan dan bumbunya pun mantap meresap sampai ke dalam.

Mutton briyani rice disajikan dengan pelengkap semangkuk kecil kuah kari dan sepotong papar. Papar adalah semacam kerupuk yang dibuat dari tepung berbagai campuran biji-bijian. Bentuknya pipih, bulat dan sangat renyah. Sebetulnya lebih mirip opak dibanding kerupuk. Sebagai pecinta kerupuk, buat saya papar adalah teman yang sempurna untuk mutton briyani rice. Sedangkan sebagai bukan orang India, saya kok kurang sreg makan nasi goreng dengan kuah kari, walhasil kuah karinya lebih banyak saya makan sebagai cocolan plain paratha.

Setelah perut kenyang, sebetulnya saya ingin mencoba makanan penutup berupa es krim yang katanya khas India, namanya kulfi. Entah apa bedanya es krim tradisional India ini dengan es krim pada umumnya. Tapi saya harus kecewa karena es krimnya habis. Jadilah pencuci mulut saya hanya ice masalla tea dan mango lassi.

Ice Masalla Tea dan Mango Lassi
Ice Masalla Tea dan Mango Lassi | © Nana Kusuma

Ice masalla tea adalah chai atau teh khas India. Es teh yang satu ini rasanya sangat jauh berbeda dengan es teh yang biasa kita temukan di Indonesia. Ice masalla tea buat saya lebih seperti jamu karena memang didominasi rasa rempah-rempah. Jika dibandingkan dengan jamu kunyit asam, lidah saya sih lebih bisa mentolerir rasa jamu kunyit asam. Jujur saja, campuran rempah yang entah rempah apa saja itu, buat saya rasanya terlalu nyeleneh.

Justru mango lassi menurut saya masih lebih bisa diterima oleh lidah Indonesia saya. Mango lassi ini pada dasarnya adalah yoghurt dengan rasa mangga. Tapi rasa yoghurtnya asam luar biasa. Untuk yang tidak terlalu suka rasa manis, mungkin yoghurt mangga yang satu ini akan terasa pas di lidah.

Kembali ke soal makanannya, selain semua makanan yang saya sebutkan di atas, saya sudah mencoba juga menu lainnya di lain hari. Menu yang pernah saya coba adalah channai tissue coklat, martabak kambing, martabak jamur, bihun goreng, mie goreng, dan kwetiaw goreng. Lumayan banyak kan?

Untuk mie, kwetiaw, dan bihun goreng rasanya enak. Porsinya untuk saya sih tidak habis dalam sekali makan. Dan meskipun saya suka pedas, tapi tidak sanggup dengan rasa pedas makanan ini. Pedasnya lebih didominasi oleh pedas lada, jadi terasa panas di lidah. Kalau tidak ingin merasakan sensasi panas di lidah dan perut, sebaiknya minta jangan terlalu pedas.

Nah, yang istimewa martabaknya. Baik martabak kambing maupun jamur dilengkapi dengan kuah kari. Kulit martabaknya mirip dengan kulit martabak telur. Bedanya, karena tidak digoreng jadi tidak terasa kering dan crispy, lebih menyerupai kulit shawarma. Sedangkan isiannya tanpa telur, jadi hanya sayuran dan suwiran jamur dan daging kambing vegetarian. Satu porsi bisa untuk mengenyangkan 3-4 orang.

Kalau channai tissue coklat lebih mirip seperti crepes. Adonan tepung tipis dibentuk kerucut seperti tumpeng kemudian disiram susu kental manis cokelat diatasnya. Tapi teksturnya kurang crispy, mungkin karena pesan antar. Sepertinya menu yang satu ini harus dicoba langsung di tempat.

Karena restoran ini merupakan restoran vegetarian, jadi buat kalian yang vegetarian tidak perlu ragu untuk memesan berbagai menu yang mengandung daging kambing, domba, ayam maupun udang dan seafood karena semuanya adalah daging vegetarian. Untuk yang belum tahu, daging vegetarian biasanya terbuat dari serat kedelai, biji-bijian atau jamur. Bentuknya mirip daging, seratnya pun dibuat menyerupai daging, tapi tidak mengandung zat hewani. Kalau dari segi rasa sih, saya suka-suka saja dengan berbagai daging palsu ini.

Untuk menikmati berbagai menu yang ditawarkan di Waytuki, siapkan budget minimal Rp70.000 per orang. Karena harga setiap menu makanan utama dibanderol mulai Rp45.000 per porsi. Tapi dengan porsinya yang besar, kamu bisa lebih berhemat kalau makannya bersama teman, atau gebetan, atau pacar, atau siapa saja yang mau diajak patungan.

Yang penasaran ingin ikut mencicipi makanan vegetarian dengan cita rasa India, bisa datang langsung ke restonya yang terletak di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat, dekat stasiun Juanda. Atau pesan antar saja melalui aplikasi go-food. Selamat mencoba!

Nana Kusuma

Suka membaca, suka jalan-jalan, suka belajar menulis apa saja. Catatan visual bisa diintip di akun instagram @nanakunanaku.