Timnas (Minum) Kopi

Caramel Frapuccino dan Smoked Beef Quiche
Caramel Frapuccino dan Smoked Beef Quiche © Anggara Gita

Pramusim liga-liga papan atas Eropa telah berakhir. Ada liga yang sudah memainkan laga pertamanya, namun ada pula yang baru akan memainkan debutnya musim ini pada pekan-pekan ke depan. Satu hal yang pasti, mulai bulan ini saya tidak lagi bersendiri minum kopi. Satu cangkir sebelum laga dimulai, kemudian satu seduhan lagi saat turun minum, akan kembali menjadi rutinitas tiap midweek atau weekend.

Sayangnya, sampai saat ini saya belum tahu, kapan kopi-kopi ini dapat hadir lagi di depan TV untuk menemani saya menyaksikan liga Indonesia. Aneh rasanya, setiap pertandingan kita dapat berganti jenis kopi Nusantara, namun yang kita saksikan tak satu pun pertandingan dari dalam negeri. Sama anehnya seperti saat melihat begitu banyak bakat muda tersebar dari Sabang sampai Merauke, tetapi kita tak dapat berbicara banyak di level Asia Tenggara. Atau sama anehnya juga dengan fakta bahwa begitu beragamnya kopi di tanah air, berikut kedainya, namun penduduk ibukota lebih suka ke Starbucks dkk.

Ngomong-ngomong soal kopi dan sepak bola, khususnya di Indonesia, saya jadi kepikiran bagaimana kalau kita membuat timnas kopi untuk sementara menggantikan timnas yang asli. Sementara saja sambil menunggu PSSI rujuk dan dapat kembali bekerja. Gimana? Saya akan usulkan formasi dan susunan pemainnya terlebih dahulu, teman-teman sekalian dapat memberi usul atau merombaknya kemudian. Jika formasi dan susunan pemainnya dirasa tidak tepat dan kurang mewakili kopi-kopi Nusantara, jangan ragu untuk mengajukan ide-ide kalian.

* * *

Untuk formasi saya tetapkan 4-2-3-1, yang mana dapat berubah menjadi 4-3-3, tergantung situasi kondisi di tengah permainan. Saya pilih formasi ini karna saya suka. Itu saja. Tak ada alasan muluk-muluk. Sama halnya seperti ketika saya bilang bahwa saya suka kopi Kapal Api dan Indocafe Coffeemix sachet ketimbang kopi-kopi lainnya. Tidak ada alasan yang aneh-aneh. Murni karna rasanya pas di lidah saya.

Dalam artikelnya yang berjudul INDONESIA DALAM SECANGKIR KOPI, Nody Arizona menuturkan bahwa kopi yang ada di Indonesia menghasilkan rasa yang berbhineka. Di antaranya mampu memberikan kopi spesial yakni Aceh Gayo, Sumatra Mandhailing, Lintong, Sidikalang, Java Ijen, Java Raung, Kintamani, Bajawa Flores, Robusta Lampung, Toraja, sampai kopi Papua. Dari kopi-kopi yang ia sebutkan, total sudah ada 11. Jika tiap daerah asal kopi tersebut menyumbang 1 pemain saja, maka timnas kopi kita sudah memiliki tepat 11 pemain. Jumlahnya tentu bisa bertambah karena Indonesia masih punya kopi-kopi lainnya.

Timnas (Minum) Kopi
Timnas (Minum) Kopi © Anggara Gita

Baiklah, kita mulai. Agar menjadi tim yang kuat, timnas kopi membutuhkan pelatih yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga sudah teruji kapasitasnya. Coach Rachmad Darmawan adalah sosok yang paling tepat. Selain itu, ia juga berasal dari Lampung. Dia akan mewakili kopi robusta lampung.

Ada tiga pemain asal Sumatera Utara yang masuk timnas kopi, sekaligus menjadi wakil untuk kopi sumatera mandhailing, lintong, dan sidikalang, yakni adalah Agung Prasetyo, Paulo Sitanggang, dan Ferdinand Sinaga. Nama Agung Prasetyo mencuat saat timnas U23 berlaga di Sea Games 2015 di Singapura yang lalu. Ia tampil solid dan lugas mengawal lini pertahanan Indonesia U23 ketika membantai Kamboja U23 6-1. Sejak saat itu, namanya disebut-sebut akan menjadi bek masa depan Indonesia. Sedangkan Paulo Sitanggang, rekannya di timnas Sea Games 2015, akan mengisi posisi gelandang tengah, dan Ferdinand Sinaga akan menjadi ujung tombak timnas kopi. Jika teman-teman mengetahui pemain-pemain lain yang benar-benar berasal Mandailing, jangan ragu untuk menyampaikannya pada saya.

Boaz Salossa, yang juga kapten kesebelasan timnas kopi, bersama dengan Evan Dimas dan Yabes Roni Malaifani akan berdiri tepat di belakang Ferdinand Sinaga untuk memastikan timnas kopi tidak kekurangan daya gedor. Trio kopi papua, java ijen, dan bajawa flores ini juga akan bahu-membahu memberikan bola-bola ciamik yang dapat memanjakan Ferdinand Sinaga.

Pemain yang bertugas memutus alur serangan lawan sebelum memasuki zona pertahanan Indonesia adalah Zulfiandi. Duetnya dengan Paulo Sitanggang sudah terasah sejak U19, sehingga kekompakan mereka tidak perlu diragukan lagi. Pemain kelahiran Bireuen (Aceh) ini menyisihkan pemain-pemain hebat Aceh lainnya untuk mewakili kopi aceh gayo. Ngomong-ngomong soal kopi aceh, saya jadi teringat pengalaman mengunyah biji kopi ulee kareeng yang, ternyata, rasanya gurih. Tidak pahit seperti image yang selama ini melekat pada kopi.

Dari pulau Sulawesi, kopi toraja, akan diwakili oleh kapten timnas Indonesia, Zulkifli Syukur. Ia akan mengawal lini kanan pertahanan timnas kopi. Sedangkan sisi kiri akan ditempati oleh wakil dari kopi asal Gunung Raung – Jawa Timur, Tony Sucipto. Pengalaman pemain kelahiran Surabaya yang telah malang melintang di Bandung, Jakarta, dan Palembang ini sangat berguna untuk memberikan rasa aman bagi kiper timnas kopi, I Made Wirawan. Keduanya bermain untuk Persib, namun mewakili jenis kopi yang berbeda. I Made Wirawan adalah wakil kopi kintamani.

Free upsize dalam rangka 17an
Free upsize dalam rangka 17an © Anggara Gita

Tiga dari empat pemain belakang sudah ditentukan, sekarang tinggal mencari satu nama lagi untuk mengisi posisi bek tengah berduet dengan Agung Prasetyo. Saya memilih Viktor Igbonefo. Lho, dia mewakili kopi apa? Dia tidak mewakili jenis kopi tertentu dari Nusantara. Dia mewakili kedai Starbucks. Hihihi..

Walaupun berasal dari Amerika, Starbucks tidak kalah “Indonesia” dibanding kedai-kedai lokal lainnya. Ini bukan hanya soal starbucks sumatra, starbucks reserve isla flores, atau starbucks reserve west yang telah mendunia, tapi soal “kehadiran” Starbucks pada hari-hari besar kenegaraanlah yang membuat saya terinspirasi untuk memasukan nama mereka menjadi bagian dari tim ini.

Saat Pilkada, misalnya, mereka memberi free coffee untuk orang-orang yang kelingkingnya ada tinta ungu sebagai tanda telah ikut berpartisipasi. Sekarang, dalam rangka hari kemerdekaan RI, mereka memberi free beverage upsize untuk tiap transaksi yang menggunakan kartu member. So, menurut saya, Victor Igbonefo adalah pemain naturalisasi yang paling tepat untuk mewakili kedai “naturalisasi” ini. Dia menyisihkan nama tenar lainnya seperti Irfan Bachdim, Diego Michiels, sampai Christian Gonzales.

Lagi pula tidak adil rasanya jika saya tak memasukan Starbucks untuk menjadi bagian dari timnas kopi ini, karena tulisan ini dibuat sambil menikmati caramel frapuccino dan smoked beef quiche yang menjadi menu favorit saya tiap kali ngopi di kedai tersebut.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-70. Merdeka!

Anggara Gita Arwandata

Perakit balon di @nf.nellafantasia dan perajut kata di @kedaikataid.