Threesome Aeropress Battle 2016

Threesome Aeropress Battle 2016
Lihat Galeri
7 Foto
Threesome Aeropress Battle 2016
Threesome Aeropress Battle 2016

Threesome Aeropress Battle 2016 © Rizki Akbari S

Antusiasme pengunjung melihat kompetisi Threesome Aeropress Battle 2016
Threesome Aeropress Battle 2016

Antusiasme pengunjung melihat kompetisi Threesome Aeropress Battle 2016 © Rizki Akbari S

Suasana di halaman Keboen Radja
Threesome Aeropress Battle 2016

Suasana di halaman Keboen Radja © Rizki Akbari S

Jasmine Akustik menghibur para pengunjung kompetisi saat rehat siang
Threesome Aeropress Battle 2016

Jasmine Akustik menghibur para pengunjung kompetisi saat rehat siang © Rizki Akbari S

Jasmine Akustik menghibur para pengunjung kompetisi saat rehat siang
Threesome Aeropress Battle 2016

Jasmine Akustik menghibur para pengunjung kompetisi saat rehat siang © Rizki Akbari S

Sesi cupping finalis sebelum battle terakhir dimulai
Threesome Aeropress Battle 2016

Sesi cupping finalis sebelum battle terakhir dimulai © Rizki Akbari S

Juri-juri sedang menilai hasil seduhan para peserta
Threesome Aeropress Battle 2016

Juri-juri sedang menilai hasil seduhan para peserta © Rizki Akbari S

Puluhan orang memadati halaman kantor Radar Jogja siang itu. Rata-rata memakai kaos merah, dengan gambar wayang berwarna kuning. Puluhan orang ini membawa seperangkat alat kopi sambil menunggu puluhan lainnya yang sedang dalam perjalanan. Mereka datang berbondong-bondong ke Keboen Radja (Radar Jogja) bukan untuk berdemo, melainkan untuk berkompetisi di ajang Threesome Aeropress Battle 2016. Kompetisi ini diselenggarakan oleh kawan-kawan Barista Koffielovers Jogjakarta alias BKVR.

Kompetisi ini diadakan sebagai event rutin tahunan BKVR. Salah satu ide awal kompetisi ini adalah untuk inovasi metode penyeduhan kopi yang terus berkembang. Kompetisi ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan barista dalam menyeduh kopi dengan metode aeropress. Selain tentunya untuk memperat hubungan antara barista satu dengan yang lain. Kompetisi ini juga sebagai wadah berkumpulnya para barista dan brewer, baik dari Jogjakarta maupun kota-kota lainnya.

Informasi lomba ini awalnya hanya digaungkan dari mulut-ke-mulut saja. Situs milik BKVR sebagai sumber informasi utama adanya kompetisi ini, baru mengabarkan acara ini pada 3 April 2016. Sedang tautan untuk pendaftaran baru dibuka pada tanggal 14 April 2016. Karena kedekatan para barista dan brewer di Jogja dan juga kota-kota sekitar. Hanya dalam waktu sehari saja kuota peserta Threesome Aeropress sudah terpenuhi. Jumlah pendaftar kompetisi ini cukup mengagetkan sebenarnya. Panitia kompetisi ini terpaksa mengumumkan dan menutup pintu registrasi peserta pada tanggal 15 April 2016 karena kuota peserta sudah penuh.

Kompetisi tahun ini diikuti oleh 81 orang peserta. Awalnya panitia kompetisi Threesome Aeropress Battle 2016 hanya membuka kuota untuk 54 peserta saja. Namun karena antusiasme yang begitu besar maka kuota peserta dibuka lagi. Secara jumlah dan area asal peserta, acara ini bisa dibilang cukup sukses. Para peserta itu berasal dari beberapa kota: Semarang, Solo, Tasikmalaya, Bandung, dan paling banyak berasal dari Jogja. Semua peserta datang membawa pasukan pendukung, sehingga arena kompetisi ramai dan disesaki mereka. Ada sekitar ratusan orang memadati arena kompetisi.

Ada yang sedikit berbeda dalam kompetisi tahun ini. Jika tahun lalu Threesome Aeropress Battle diadakan selama dua hari, babak penyisihan awal dan babak semifinal, maka kompetisi kali ini diadakan langsung selama satu hari. Format kompetisi masih tetap sama seperti tahun lalu. Di setiap station (meja lomba) disediakan peralatan-peralatan seduh aeropress, dan digunakan untuk tiga orang peserta. Peserta juga dibebaskan untuk membawa sendiri peralatan-peralatan seduh Aeropress.

Station tempat berlangsungnya kompetisi
Station tempat berlangsungnya kompetisi © Rizki Akbari S

Kopi yang digunakan dalam kompetisi ini, seluruhnya disediakan oleh panitia. Peserta juga tidak perlu untuk membayar biaya pendaftaran, semuanya gratis. Peserta hanya perlu datang dan fokus berlomba. Keseluruhan biaya, peralatan, kopi dan juga tempat kompetisi, semuanya disediakan oleh kawan-kawan BKVR.

Panitia juga menyediakan runner untuk membantu kelancaran peserta kompetisi ini. Tugas mereka adalah membantu menyediakan air panas untuk peserta, dan menyediakan tempat sampah untuk para peserta. Runner juga bertugas untuk melihat apakah ada peserta yang melakukan kecurangan, misalnya waktu menyeduh yang melebihi batas yang ditetapkan. Tiap peserta diberikan waktu selama 10 menit. Dalam dua menit pertama, peserta menyiapkan peralatan seduh aeropress di station lomba. Sedang 8 menit sisanya, peserta baru diperbolehkan memulai menyeduh.

Kompetisi dimulai sejak pukul 8 pagi. Halaman Radar Jogja disulap jadi arena kompetisi. Pemilihan tempat ini didasari atas pertimbangan-pertimbangan tertentu, agar berbagai pihak —sponsor dan peserta— sama-sama diuntungkan. Kebetulan pula Radar Jogja dipilih sebagai media partner untuk kompetisi Threesome Aeropress Battle 2016.

Kompetisi kali ini juga dimeriahkan oleh penampilan Jasmine Akustik. Band asal Jogja ini juga sering mengisi acara-acara kawan-kawan di beberapa kedai kopi. Coba anda dengarkan lagu mereka yang berjudul “Bahagiaku Sederhana.” Lirik refrainnya sungguh menggetarkan hati: “Karena bahagiaku sederhana, sesapi kopi di pagi hari. Karena bahagiaku sederhana, cukup ada kamu di sini menemani.” Jika kamu ingin mengenal lebih jauh tentang Jasmine Akustik, silakan tengok akun twitter mereka @jasmineakustik.

Setelah hampir 5 jam, kompetisi Threesome Aeropress Battle sudah memasuki babak penyisihan kedua. Dari 81 peserta disaring menjadi 27 peserta. Sekitar pukul 2 siang, kompetisi dilanjutkan kembali. Dari 27 peserta itu kemudian menghasilkan 9 orang peserta untuk masuk ke babak semifinal.

Sesi cupping finalis sebelum battle terakhir dimulai
Sesi cupping finalis sebelum battle terakhir dimulai © Rizki Akbari S
Juri-juri sedang menilai hasil seduhan para peserta
Juri-juri sedang menilai hasil seduhan para peserta © Rizki Akbari S

Proses seleksi peserta untuk lolos ke babak selanjutnya dilakukan oleh dua belas orang juri. Juri-juri tersebut kesemuanya berasal dari Jogja. Terdiri dari penyangrai, barista, brewer, hingga pemilik kedai kopi. Dengan kata lain, semuanya adalah orang yang sangat ahli dalam bidang perkopian. Ada Gilang dari Angkringan Kopdar YK, Habiburahman dari Top Gear, Pepeng dari Klinik Kopi, Alang dari Dongeng Kopi, sampai Kiki dari Lagani Coffee. Dua belas juri ini menilai hasil seduhan peserta dengan format penilaian yang sudah ditentukan oleh panitia acara.

Standar Parameter Penilaian Juri; Aroma, Flavor, Aftertaste dan Impression. Juri akan menilai sebanyak 3 kali: Panas — berkisar 70 derajat, Hangat — berkisar diantara 40 sampai 55 derajat, Dingin — berkisar diantara 30 sampai 40 derajat. Ada tiga jenis kopi yang digunakan dalam kompetisi ini. Sesi penyisihan awal menggunakan Kopi Bali Kintamani. Sesi kedua babak semifinal menggunakan Kopi Papua. Sedangkan babak final menggunakan Kopi Panama.

Tahun kemarin, kompetisi Threesome Aeropress Battle dimenangkan oleh Ahmad Miftahussalam (Amif Coffee) Barista Rumah Kopi Baretto, Tasikmalaya. Amif ingin mencoba lagi berkompetisi di tahun ini, sayang dia terlambat mendaftar. Tapi dia tetap datang ke acara ini untuk ikut memeriahkan dan meramaikan acara.

Babak final dimulai sekitar pukul 4 sore. Peserta yang tersisa adalah Anugrah Aji Pratama dari Kopi Ketjil, Jogja; Arif Insan Mustakim dari Yellow Star Hotel Gejayan, Jogja; dan Amrul Latif dari Studio Kopi, Jogja. Babak Final kali ini menggunakan tiga station. Tiap station yang biasanya diisi oleh 3 peserta, kali ini hanya diisi oleh satu orang peserta saja. Membuat finalis cukup leluasa bergerak.

Setelah 10 menit yang menegangkan itu, akhirnya tibalah juri untuk menilai. Butuh waktu hampir 20 menit bagi juri untuk memutuskan siapa pemenangnya. Juri memutuskan pemenang pertama adalah Amrul Arif dari Studio Kopi. Juara kedua, Arif Insan Mustakim, dan juara ketiganya adalah Anugrah Aji Pratama. Ketiganya berhak atas uang tunai dan merchandise yang disediakan oleh panitia.

Ketiga pemenang Kompetisi Aeropress (dari kiri ke kanan; Arif, Amrul dan Anugrah)
Ketiga pemenang Kompetisi Aeropress (dari kiri ke kanan; Arif, Amrul dan Anugrah) © Rizki Akbari S

Para pengunjung yang datang di kompetisi kali ini juga mendapatkan rejeki nomplok. Selain ada sajian kopi gratis yang disediakan panitia, juga ada pembagian doorprize saat rehat acara. Doorprizenya cukup unik dan lumayan mahal. Ada biji kopi segar asli Indonesia, peralatan pembuat kopi espresso —espresso maker, hingga hand grinder.

Di akhir kompetisi, ada acara lelang peralatan-peralatan kopi. Panitia kompetisi melelang ketel, termometer, aeropress, juga hand grinder. Lelang dilakukan semurah mungkin, di bawah harga standar pasaran.

Kompetisi ini akan terus diadakan rutin tiap satu tahun sekali. Kawan-kawan BKVR akan terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk membantu berkembangnya kemampuan para barista dalam menyeduh kopi dan mengenalkan kepada masyarakat umum metode penyeduhan kopi yang lain dari biasanya. BKVR juga akan terus mempromosikan kopi-kopi khas Nusantara di setiap kegiatannya. Sebab ragam kopi nusantara perlu untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Rizki Akbari Savitri

Pembela Serigala dari kota Roma, AS Roma. Redaktur kopi di minumkopidotcom.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405