The Paps Bike Coffee Jakarta : Kedai Kopi Bernuansa Jakarta

Bar The Paps
Bar The Paps | © Caesar Giovanni Simatupang

Jakarta, di saat matahari lingsir dan tak ada peduli akan indahnya, jalanan penuh sesak. Semua berburu dengan satu pikiran berbeda tujuan, pulang. Kota yang penuh dengan kenangan sejarah ini selalu menyimpan misteri dan pandai menyelipkan kenikmatan di bebal dan kekalnya jalanan.

Di sela-sela gedung dan asap kala petang tiba, di bilangan Kuningan, jalanan dengan monumen impian Jakarta akan kereta rel tunggal yang lenyap. The Paps hadir membawa nikmat kopi nusantara dengan berbagai metode seduh manual untuk semua agar kita kembali tersenyum, seraya menepi dari macet nan beringas.

Tepatnya, di samping gedung BRI Agro yang persis bersebelahan dengan SPBU HR Rasuna Said, terdapat sederet tempat makan yang hidup segan mati tak mau namun memberi penghidupan bagi banyak pihak. Di sanalah ia bertempat, bergantian dengan pedagang soto yang tutup pada petang hari, The Paps mulai beroperasi ditemani malam, tanpa atap yang penuh, tanpa dinding yang penuh. Sederhana.

Ansori, barista sekaligus pemilik kedai kopi ini. Ia memulai membuka kedai ini sekitar bulan maret 2016, namun sudah memulai membangun tekad sejak bekerja di salah satu perusahaan waralaba burger terkenal dengan logonya khas garis lengkung berwarna kuning. Dan kini, ia memiliki kedai dengan berbagai pilihan biji, metode seduh dan nuansa yang sangat berbeda.

Nuansa kedai seperti ini akan sangat jarang kita temui. Bayangkan, Anda ‘ngopi’ di tengah kepung berbagai macam asap, jalanan, nasi goreng dan sate. Belum lagi, kepungan suara yang tidak kompak silih berganti, alunan lagu dangdut atau pop negeri Indonesia, suara klakson bising jalanan, ditambah lagi suara rongrong motor matic remaja labil atau orang kaya bermotor sport yang merasa gagah dan jantan dengan knalpot yang keras hingga mengalahkan suara adzan di 3 masjid. Semakin lengkap dengan mobil pejabat yang sesekali lewat dengan pengawal yang berklakson seperti suara mainan tembak-tembakan anak kecil. Sungguh khas Jakarta.

Suasana The Paps
Suasana The Paps | © Caesar Giovanni Simatupang

Tidak hanya dibangun dengan nuansa Jakarta yang mengepung, namun kenikmatan juga dibangun dengan keramahan sang barista yang selalu menemani saat kita menyesap kopi. Berbincanglah tentang apa saja, mulai dari kopi hingga kehidupan, dengan Bang Ansori, tak sadar kita akan memesan satu cangkir lagi. Di kedai yang hampir tanpa batas karena tak ada tembok dan atap yang riil menutupi, suasana sedikit misbar, tapi siapa yang tahu kalau suasana hujan badai yang begitu mengurung membuat rasa kopi Indonesia semakin nikmat, dan suasana sekejap syahdu.

Kedai ini tergolong memiliki banyak pilihan biji kopi, karena memiliki 8 hingga 10 pilihan kopi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dan setidaknya 5 metode seduh. Jadi bila dihitung-hitung, kedai sederhana ini memiliki setidaknya 40 menu yang dapat kita cobai. Bila Anda terlalu bingung memilih, mintalah saran pada si barista, demi mendapat kopi yang pas untuk Anda.

Untuk sebuah ukuran kedai dengan kopi yang demikian serius, harga kopi di kedai The Paps ini relatif murah, mulai dari Rp 10.000 – 20.000 rupiah. Menu andalan di kedai ini adalah es kopi The Paps, kopi tubruk biji arabika, kopi susu dengan vietnam drip, cold brew racikan Ansori dan kopi blendnya yang memiliki rasa demikian seimbang sehingga cocok untuk berbagai metode seduh (namun sayang, kini blend ini sulit didapat karena selalu habis).

Pilihan kopi The Paps
Pilihan kopi The Paps | © Caesar Giovanni Simatupang
Ansori, si barista
Ansori, si barista | © Caesar Giovanni Simatupang

Karena begitu serius tentang kopi, kedai ini tidak hanya menjual kopi Indonesia, tapi Anda juga dapat mencoba menyangrai biji kopi Anda sendiri disini. Bawalah, biji kopi hijau Anda yang telah siap sangrai ke kedai ini, Anda dapat menyangrai bersama-sama. Namun pastikan, buat janji terlebih dahulu dengan Ansori sebelum datang untuk menyangrai disini.

Di sekitarnya, The Paps tidak sendirian, ada pula beberapa penjual makanan berat dan ringan yang bisa melengkapi sajian dan mengembalikan semangat untuk pulang. Anda perlu coba pula roti bakar yang sangat khas karena dibakar dengan arang dan disajikan bersama pilihan topping. Atau, bila Anda terlalu lapar, dapat pula mencicipi nasi goreng yang asapnya sering seliweran di kedai ini.

Tempat ini sangat cocok untuk sekadar singgah sebentar atau bahkan menjadi titik temu Anda bersama teman-teman. Sekiranya, di sana Anda dapat melihat kemacetan dari jarak cukup dekat tanpa harus terjebak di dalamnya. Sekitar satu sampai dua jam, macet akan segera menyurut, jalan pulang lebih lengang dan semangat pun penuh.

Begitu banyak hal yang bisa kita dapatkan dari sebuah kedai sederhana di tengah Jakarta ini. Kopi yang nikmat, tempat yang enak, pelajaran tentang kopi dan semangat baru. Sampai bertemu di The Paps.

Caesar Giovanni Simatupang

Peminum segala kopi yang percaya bahwa rasa tergantung pada kondisi, konteks dan konsekuensi.

  • Priyo Sucipto

    Koreksi om, beliau alumni resto burger yang tenar dengan lengkung kuningnya dari negeri paman Sam.
    Mantan leader saya nih 🙂