Sesap Latte di Lembah Tidar

Bagian luar The Cabin Coffee Bar
Bagian luar The Cabin Coffee Bar | © Farchan Noor Rachman

“Begitu membayar, orang-orang berceloteh, harga secangkir kopi di sini sama kayak 10 kali ngopi sachet” Seloroh Daus, Head Barista di The Cabin Coffee Bar Magelang. Saya yang baru datang dan ngobrol hanya bisa tersenyum setengah tergelak mendengar seloroh Daus.

The Cabin Coffee Bar adalah kedai kopi yang relatif baru di Magelang, beroperasi kurang dari satu tahun. Namun bagi penikmat specialty coffee, kedai ini barangkali satu-satunya yang menyajikan specialty coffee di Magelang.

Magelang adalah paradoks, terhimpit jalan di tempat diantara 2 daerah yang memiliki kultur kopi yang kental. Satu jam dari pusat kota Magelang adalah Temanggung, yang sekarang ini sedang moncer sebagai salah satu penghasil kopi. Ladang-ladang kopi Temanggung menghasilkan biji-biji kopi yang cepat naik daun di blantika perkopian Nusantara.

Sementara di sudut lain, Magelang bersisian dengan Jogja di mana kultur specialty coffee marak sekali. Kedai kopi representasi third wave coffee mulai bermunculan. Apresiasi terhadap kopi mulai tumbuh, orang-orang Jogja sudah mengenal biji-biji kopi yang bagus.

Sampai dengan kemunculan The Cabin Coffee Bar, belum ada kopi yang menyajikan specialty coffee. Bahkan ketika sudah ada The Cabin Coffee Bar-pun mengenalkan budaya apresiasi kopi pun masih berjalan lambat.

“Hari ini, baru Mas yang pesan kopi tanpa gula.” Daus melanjutkan. Menurut Daus kebanyakan orang yang memesan kopi di The Cabin Coffee Bar minta gula banyak-banyak dalam kopinya, bahkan sebagian lain menghindari memesan kopi padahal sudah jelas-jelas datang ke kedai kopi.

Kebiasaan meminum kopi tubruk atau kopi sachet memang sudah kental di Magelang. Saya menduga ada kecenderungan juga dengan kultur lidah orang jawa yang lebih akrab dengan rasa manis. Selain itu kebanyakan orang-orang Magelang memang gemar minum kopi tubruk dengan tambahan gula yang banyak, membuat asosiasi kopi adalah campuran bubuk kopi dan gula.

Sajian terfavorit pengunjung The Cabin Coffee Bar
Sajian terfavorit pengunjung The Cabin Coffee Bar | © Farchan Noor Rachman

Saya menyicip latte yang disajikan oleh Daus. Steam milk berpagut dengan bubuk kopi dengan akrab. Sedikit milky namun samar-samar segera diambil oleh karakter biji kopi yang disajikan, sedikit asam dan fruity. Saya tersenyum sejenak, latte ini enak, diracik dengan baik oleh tangan barista yang handal dengan sangat hati-hati.

Sekilas dilihat orang akan tahu kedai kopi ini kedai kopi serius. Mesin espresso La Marzocco 2 kolom berada di garda terdepan, sementara alat-alat manual brewing pun lengkap. Barista-barista yang mengenakan apron kulit, serta gestur ketika membuat espresso menunjukkan kemampuan lengkap seorang Barista.

Saya selalu melihat gestur kecil Barista ketika membuat espresso, jika di akhir proses seorang Barista membereskan portafilter, membersihkan steam wand dan drip tray maka bisa dikatakan Barista tersebut adalah Barista yang baik. Kenapa? Karena ia seorang Barista yang teliti, telaten dalam memperlakukan mesin Espresso. Dan gestur kecil itulah yang dilakukan oleh Daus dan barista lain di The Cabin Coffee Bar.

Sembari menikmati latte dan melepas pandangan ke Bukit Tidar saya menikmati pula nuansa interior kedai kopi ini. Desainnya mix antara industrial dan nuansa warehouse. Dengan ornamen kayu dan warna gelap, terkesan modern untuk ukuran Magelang.

Barista The Cabin Coffee Bar selalu siap menyajikan kopi khas Cabin Coffee Bar
Barista The Cabin Coffee Bar selalu siap menyajikan kopi khas Cabin Coffee Bar | © Farchan Noor Rachman
Suasana bagian dalam The Cabin Coffee Bar
Suasana bagian dalam The Cabin Coffee Bar | © Farchan Noor Rachman

Keseriusan lain dari kedai kopi ini adalah biji kopi yang disediakan. Baik untuk single origin maupun blend, pemilik The Cabin Coffee Bar rela mendatangkan biji kopi dari Jakarta, biji kopi yang ada di kedai ini adalah dari Morph Coffee Jakarta.

Morph Coffee memang salah satu artisan roastery terkemuka di Jakarta memang sangat menjaga kualitas biji kopi mereka. Kecenderungan roastery ini yang memberikan tempat bagi biji kopi unggulan di nusantara membuat The Cabin Coffee Bar juga memberikan beberapa signature single origin seperti Bali atau Flores.

Kekonsistenan untuk menjaga kualitas sajian kopi dengan memperhatikan roastery-nya memang seolah menegaskan posisi The Cabin Coffee Bar di jagat kopi di Magelang. Beberapa waktu lalu bahkan The Cabin Coffee Bar pernah menyajikan biji kopi dari CSHH/Papa Palheta, salah satu roastery terkemuka di Singapura yang hasil roasting-nya menjadi rujukan pecinta kopi di tanah air.

Itulah mengapa pengunjung ada saja yang berseloroh harga secangkir kopi di kedai ini equal dengan 10 kopi sachet. Murah itu mahal itu relatif, tapi bagi saya dengan harga sekitar 30.000-an untuk secangkir latte saya kira itu adalah harga yang wajar. Mengapresiasi kopi salah satunya adalah dengan mengapresiasi harga secangkir kopi, untuk membedakan kualitas bijinya, prosesnya, racikannya, saya kira harga adalah indikator yang pas diantara banyak indikator lain yang barangkali terlalu sumir.

Dengan banyak hal yang ditawarkan kedai ini, kultur baru minum kopi di Magelang bisa bergerak bermula dari tempat ini. Para Barista di kedai kopi ini sungguh terbuka dengan diskusi, mereka berusaha keras untuk mengenalkan third wave coffee pada khalayak Magelang. Dari awal mereka mengenalkan proses membuat kopi, biji kopi yang digunakan sampai karakter biji kopinya dengan detail. Perlahan tapi pasti mereka ingin menumbuhkan karakter apresiasi pada specialty coffe di Magelang.

Saya yang cukup kaget dengan banyak sekali perubahan di Magelang sangat senang dengan keberadaan The Cabin Coffee Bar ini, sebuah progress yang bagus untuk perkembangan kultur minum kopi di Magelang. Setidaknya dengan keberadaan kedai kopi yang serius, minat untuk minum kopi dan menghargai biji kopi akan tumbuh semarak di Magelang.

Farchan Noor Rachman

Pecinta amatir kopi. Lebih suka ngopi di warung daripada di kedai kopi. Tentunya karena urusan isi dompet.

  • Tangan – tangan manja peramu kopi ini dahsyat menyajikan suguhan yg bikin semua orang betah berlama2