Senja yang Mengesankan di Mak Semarangan

Desember belum saja datang namun hujan sudah menerjang. Datangnya pun tak semena-mena. Terus-menerus bahkan tak mau berhenti. 24 jam. Itu yang saya alami ketika hujan mendera Jogja di Sabtu kelam. Bagaimana tidak? Tiga universitas mulai dari bagian utara, tengah, dan selatan serempak mengadakan wisuda.

Kamu bisa bayangkan bukan? Sudah hujan tak kunjung berhenti, wisuda serentak di tiga universitas dan itu adalah hari Sabtu. Lalu apa yang terjadi? Jogja macet, cet, cet. Macet. Kalo kamu punya pasangan, mungkin tak jadi masalah. Menikmati rintik hujan ditemani dengan pelukan kekasih. Duh, bagaimana dengan saya yang menjadi bujangan? Ngenes sih iya. Merana? Sudah jelas.

Oleh karena itu, saya pun ingin menghibur diri dengan mencari tempat yang membuat kondisi hati menjadi gembira ria.

Beruntung, salah satu teman menghubungi saya untuk bergabung ngopi di suatu tempat. Letaknya di Jalan Monjali. Lebih tepatnya di seberang pom bensin Monjali. Namanya Mak Semarangan. Nama yang unik. “Mungkin pemiliknya seorang wanita tua yang ingin menghabiskan waktu di Jogja”. batin saya.

Salah satu kutipan yang tertempel di atas pintu Mak Semarangan
Salah satu kutipan yang tertempel di atas pintu Mak Semarangan | © Moddie Alvianto Wicaksono

Dugaan saya benar. Begitu masuk di pintu utama, terpampang sketsa wanita tua di dinding. Berkacamata dengan rambut sebahu. Saya berani bertaruh bahwa dulu beliau adalah wanita cantik nan jelita.

Di lantai pertama terdapat etalase berisi berbagai kudapan berupa pai dan minuman berupa sirup kawista. Oh iya, kamu juga jangan kaget. Ketika kamu membuka dengan menarik pintu masuk, selain ada foto dengan penuh sketsa wanita tua, ada semacam lesehan yang didesain layaknya ruangan pengantin.

Saya tertawa kecil. Idenya boleh juga. Mungkin, harapan dari pemilik agar setiap orang yang masuk ke sana segera memberanikan diri untuk naik ke pelaminan. Kemudian masuk ke ruangan pengantin. Agar bisa dianggap pasangan yang halal.

Petunjuk Penggunaan Ruangan di Mak Semarangan
Petunjuk Penggunaan Ruangan di Mak Semarangan | © Moddie Alvianto Wicaksono

Saya kemudian naik ke lantai dua. Isinya cukup luas. Ada beberapa sketsa ‘kekinian’ di dinding. Aksesoris yang ditaruh di sudut-sudut juga menarik. Cocok buat kaum milenial yang hobi cekrak-cekrik. Kemudian unggah di media sosial.

Lanjut lagi. Saya naik ke lantai paling atas. Lantai tiga. Di sini, tempatnya tak terlalu luas. Hanya ada satu meja panjang. Namun, ada tempat yang sangat cocok bagi kamu untuk mengerjakan tugas sekolah maupun kuliah. Andai kamu adalah pejuang skripsi, tesis, maupun disertasi, saya sangat menyarankan kamu untuk singgah di tempat ini. Terutama di lantai ketiga.

Saya duduk menghadap sketsa kartun DC dan Marvel. Suasananya sangat nyaman. Apalagi didukung suasana hujan. Sejuk. Untung saya bersama banyak teman. Andaikan sendiri, mungkin saya akan tertidur. Kemudian untuk menambah kesejukan di ruangan tersebut, saya memesan kopi house blend mak Semarangan. Kopi khas Mak Semarangan. Selain itu, saya memesan pai apel dan quinche cheese.

Sketsa DC dan Marvel di salah satu sudut dinding Mak Semarangan
Sketsa DC dan Marvel di salah satu sudut dinding Mak Semarangan | © Moddie Alvianto Wicaksono
Kopi House Blend, pai apel, dan quinche cheese
Kopi House Blend, pai apel, dan quinche cheese | © Moddie Alvianto Wicaksono

Kudapan tersebut saya pesan karena namanya yang cukup keren. Harapan saya, rasanya bisa memuaskan lidah.

Saya memencet bel. Pramusaji datang. Menanyakan pesanan saya, lalu ia bergegas turun untuk menyiapkan pesanan saya. Tak sampai 15 menit, hidangan saya datang. Aroma kopi menguar. Wangi. “Ini pasti enak,” kata teman di sebelah kanan saya.

Dan benar. Ia tak bohong. Saya menyeruput kopi itu seteguk demi seteguk. Sungguh menyegarkan sekaligus menghangatkan kerongkongan. Favorit. Saya lalu mencuil pai apel. Tak terlalu manis, namun rasanya cukup menggigit. Kalo rasa dari quinche cheese sungguh mengagumkan. Lezat paparampa!

Jika kamu ingin menghabiskan sore yang hujan sedang turun, saya sarankan memesan kopi house blend Mak Semarangan dengan quinche cheese. Sungguh perpaduan yang manis. Dijamin akan membuat kamu terkesan. Dan ingin mengulanginya kembali.

Sejenak saya iseng. Jalan kesana-kemari. Ingin melihat pesanan di beberapa meja pengunjung. Tiga dari lima memesan quinche cheese. Nah, berarti pesanan saya terverifikasi. Memang quinche cheese yang menjadi kudapan enak di tempat ini.

Salah satu ruangan di Mak Semarangan
Salah satu ruangan di Mak Semarangan | © Moddie Alvianto Wicaksono

Saya kembali ke tempat duduk untuk menandaskan kopi. Sedikit demi sedikit. Sebab jika langsung dihabiskan, saya akan kecewa. Saya tak mau menuntaskan rasa kopi tersebut langsung dalam sekali teguk. Lebih baik pelan-pelan saja rasa kopinya menjadi paripurna.

Tak terasa, saya menghabiskan dua jam di tempat tersebut. Hujan berangsur reda. Saya bergegas kembali ke rumah. Saya tak mau menjadi bagian dari kemacetan Jogja. Apalagi itu adalah malam Minggu.

Tempat rekomendasi saya bertambah lagi. Mak Semarangan akan menjadi salah satu tempat favorit untuk singgah. Bisa jadi seiring berjalannya waktu, Mak Semarangan akan tampil menjadi salah satu destinasi favorit di Jogja. Yah, semoga harapan saya tak memudar. Karena ketakutan saya, tempat tersebut beralih menjadi apartemen.

Dan untuk Mak Semarangan, saya ingin memberikan dua kata untuk rasa minuman dan kudapan. Lezat paparampa!

Moddie Alvianto Wicaksono

Pemain Futsal Amatir