Senja dan Sesap Liberica yang Hangat

Adalah pemandangan rutin setiap sore akan usai. Para pekerja di Jakarta akan memenuhi jalan. Mereka merebut celah jalan, menerabas lampu merah, semua demi satu tujuan: pulang.

Saat-saat seperti itulah momen puitis datang. Langit memerah. Matahari nyaris tenggelam. Lalu perlahan tenggelam. Hingga langit benar-benar gelap. Di masa seperti ini, beberapa orang memilih untuk menyepi dan menikmati senja.

Seperti yang saya lakukan sore ini. Saya memilih untuk menghabiskan sore di Kopi Kina, sebuah warung kopi di bilangan Tebet. Memang rasanya tak lengkap jika melihat senja tanpa kopi.

Sore ini aku memilih mencoba jenis kopi baru, yakni Liberica. Kopi Kina memang punya beberapa andalan jenis kopi. Biasanya aku mencoba Aceh Gayo. Kali ini aku ingin sesuatu yang berbeda.

Liberica Temanggung
Biji kopi Liberika Temanggung yang sudah disangrai. © Ecka Pramitha

Liberica yang aku minum hari ini berasal dari Temanggung, akrab disebut Liberica Temanggung. Kadar kafeinnya di atas Robusta dan Arabica, bisa sampai 4 kali lipat lebih tinggi. Dari karakternya, tidak jauh berbeda dengan dengan jenis Robusta, rasa bitter sweet tetapi lebih dominan sweet. Tak heran jika kita tak mencampur gula, rasa manis itu tetap tersisa di rongga perasa kita. Seolah berebut dengan rasa pahit khas kopi.

Biji kopi yang ukurannya medium ini didatangkan langsung dari petani kopi di Temanggung, daerah yang selama ini dikenal sebagai penghasil tembakau. Kalau kata sang Barista, asal biji kopi tak jauh-jauh dari karakter tanah di mana pohon kopi ditanam. Liberica pun demikian, rasa manis semanis tembakau tapi dalam bentuk kopi. Cocok toh buat teman rokok?

Pada senja itu, akhirnya sang Barista menyajikan Liberica Temanggung dicampur dengan susu dan krim, campuran foam yang banyak bisa dibentuk menjadi seni latte yang indah. Secangkir Liberica hangat bergambar angsa, sayang rasanya untuk sekadar disesap.

Liberica Temanggung
Gambar angsa yang dibuat oleh barista Kopi Kina. © Ecka Pramitha

Aku sudah berpikir apakah minum kopi dengan kadar kafein tinggi ini ada efeknya di taste, dan voila ternyata rasanya di luar dugaan. So sweet, dicampur dengan kopi dan susu menjadikan rasa kopi ini, meski bisa dibilang tak otentik karena sudah dicampur, tetap saja istimewa. Tanpa gula dan tetap manis creamy.

Jadi pilihanmu, ingin menikmati senja sendiri atau bersama kawan, saranku cobalah memesan secangkir Liberica entah mau ditambahkan susu atau original tanpa gula, itu selera. Yang pasti senja, meski tiap hari beringsut, dia akan hadir lagi esok dan setia menyambutmu. Tentu dengan dengan segenap harapan. Sempurna!

Ecka Pramitha

Perempuan suka makan dan memasak, penikmat kopi dan suka menghabiskan waktu di warung kopi. Pegiat Klub masak dan salah satu kontibutor aktif situs masakanpraktis.com.

  • wenak tuh keliatannya. biasanya kalau sedang tak ada dosen dan malas kuliah sy blusukan ke warug kopi. nanti kalau sudah ngejob mungkin senja akan tenggelam di pekatnya kopi.