Reuni di Omah Luwak

Blue Batak V60 bersama Aleppo
Blue Batak V60 bersama Aleppo | © Moddie Alvianto Wicaksono

Malang sedang tak bersahabat. Sejak tiba pagi tadi, hujan belum juga reda di kota Bunga itu. Awalnya gerimis, lebat bercampur angin, kembali gerimis, dan lebat lagi. Namun bagi warga Malang, hujan justru membawa berkah. Kenapa? Dengan hujan, Malang seperti kembali di tahun 60an. Sejuk dan dingin. Hawa yang mungkin jarang dirasakan warga Malang seiring masifnya pembangunan ruko dan padatnya lalu lintas kendaraan.

Dingin pun harus segera disiasati. Tentu ada banyak cara untuk sekedar mengusir dingin, dan saya memilih menyeduh kopi. Menikmati secangkir kopi pekat dengan obrolan ringan bersama beberapa kawan lama menjadi ‘perlawanan’ yang cukup tepat. Menurut saya, minum kopi adalah usaha untuk membunuh dingin dari guyuran hujan yang tak tahu kapan akan minggat.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saya diajak oleh kawan-kawan menuju sebuah kedai kopi yang terletak di pusat kota Malang. Letaknya berada di kawasan Soekarno Hatta. Lebih tepatnya berada di belakang Pesantren Al Hikam. Namanya Omah Luwak.

Kedai kopi dengan desain sederhana ini menawarkan beragam jenis kopi nusantara yang membentang dari kepulauan Sumatra hingga Papua. Kita bisa menemui nama-nama kopi seperti: Blue Batak, Flores Manggarai, Papua Amungme, kopi bajing dari Sidoarjo dan tentu saja favorit saya; Aceh Gayo. Tapi saat itu saya memilih Blue batak. Alasannya sederhana saja: karena saya belum pernah mencicipi.

Daftar menu kopi nusantara
Daftar menu kopi nusantara | © Moddie Alvianto Wicaksono
Papan Nama Omah Luwak
Papan Nama Omah Luwak | © Moddie Alvianto Wicaksono

Omah luwak menyediakan kopi dengan penyajian tubruk, Vietnam drip, French press, maupun V60. Saat itu, saya memesan Blue Batak dengan penyajian V60. Kenapa? Karena baristanya lah yang menyarankan. Dan kawan saya pun mengiyakan saran tersebut.

Beruntungnya, saya mendapat kopi itu secara gratis. Tanpa perlu dibayar. Itu bonus yang diberikan oleh Omah Luwak kepada pemilik kartu BPJS dan tidak pernah mengalami tunggakan. Beruntung, saya memenuhi persyaratan yang dibuat oleh Omah Luwak.

Sembari menyeduh kopi perlahan, seorang pelanggan datang. Ia langsung masuk ke dalam dan membuat kopi Padang Solok. Saya sedikit terheran-heran mengapa barista tidak melarangnya. Malah sang barista tersenyum sembari mengamati pelanggan tersebut. Usut punya usut, ternyata barista itu memperbolehkan bagi siapa saja yang mau membuat kopi sesuai selera. Namun tetap harus ada seorang barista yang mengamatinya.

Di Omah luwak terdapat tiga barista. Ada Agus, Peter, dan Teguh. Nama terakhir adalah pemilik dari Omah Luwak. Ada pula barista pemula yaitu Ivan. Ia sedang belajar untuk serius menekuni dunia kopi kepada Agus. Siapapun pelanggan yang ingin belajar mengenal dan membuat kopi akan dijelaskan secara langsung oleh Agus. Beliau akan mengedukasi bagaimana cara memilih biji kopi, mengenal jenis kopi maupun membuat kopi yang sesuai standar.

Interaksi-interaksi yang dilakukannya memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke Omah Luwak. Tak heran baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja sering mampir untuk sekadar minum sembari belajar membuat kopi.

“Saya hampir seminggu 4 kali, Mas kesini. Selain tempatnya nyaman, saya sering ajak kawan-kawan sembari ngobrol mengenang masa kuliah,” ujar Agung, pekerja kreatif asli Sampang yang kini tinggal di Tulungagung.

Seorang Pelanggan (putih) sedang membuat kopi
Seorang Pelanggan (berbaju putih) sedang membuat kopi | © Moddie Alvianto Wicaksono

Omah luwak juga memiliki kreasi kopi sendiri. Selain mengunggulkan kopi luwak, mereka juga menyediakan kopi Bajing. Kalo kopi luwak berasal dari kotorannya, sedangkan bajing berasal dari muntahannya yang kemudian di fermentasi. Rasanya? Menurut saya, aneh bin unik. Sekali lagi itu sesuai cecap lidah saya. Tapi saya sarankan, kamu harus mencobanya jika berkunjung ke Omah Luwak.

Soal harga jangan khawatir, memuaskan untuk kantong mahasiswa. Bahkan uniknya harga segelas teh hampir sama dengan harga secangkir kopi. Menurut Agus, supaya pengunjung lebih menikmati kopi daripada teh. Dan supaya pengunjung bisa mengenal aneka macam kopi Nusantara.

Untuk urusan pengusir rasa lapar, ada beberapa kudapan macam kentang goreng, tahu tuna, atau pun risol mayo. Nama yang disebut terakhir merupakan kudapan andalan dari Omah Luwak.

Hujan mulai berangsur reda. Tak terasa saya menghabiskan 4 jam dan telah menandaskan tiga cangkir kopi. Begitulah jika bertemu dengan kawan-kawan lama. Ngobrol, berbincang kenangan atau seputar kehidupan sehari masa kini. Apalagi sembari minum kopi berkualitas dari racikan barista yang berrintegritas. Dan itu bisa kamu temukan dan rasakan di kota Malang. Terutama di Omah Luwak.

Moddie Alvianto Wicaksono

Pemain Futsal Amatir

  • Omah Luwak

    Terima kasih bang reviewnya..jgn lupa mampir kalo ke malang..

  • Tee No Silverfamz

    gue ditempat ini baru sekali ngerasain kopi dg teknik yg beda ColdDripV60
    hampir slama coffee trips gk pernah ditempat lain
    gue rela nunggu 3jam utk menunggu rasain nikmatnya ini kopi
    buat kopi lovers wajib cobain kalau ke mlg

    thanks lg buat para barista yg welcome bgt utk sharing ilmu kopinya

    https://uploads.disquscdn.com/images/d21b8d17b4ecd502dac7f86fe4762acbaa1f3bd885d52a3faeb07ee1046bb121.jpg

  • Avistha Dzanuba D’Carolina

    Pertama ksni trus nyobain snow pinky milkbasednya enak bangeett.. yg blm pernah ksni buruan k omah luwak trus cobain snow pinky milkbasednya.. dijamin gak bakal nyesel 😄😄

  • Winarno

    bagi kalian penikmat kopi hitam seperti saya pas banget omah luwak tempatnya, aku plg suka kopi aceh gayo pk vietnam drip

  • Nyonya Ila Irwanto

    Untuk pencinta kopi silahkan mampir ke sini…pelayanannnya ramah dan tempat nya juga nyaman.
    Nyoba hot chocolate nya bikin ketagihan dan nyoba lagi. Gak nyesel deh…😉😃

  • Galih Jiwa

    Wellcome malang, kesan pertama mampir di Omah Luwak, ngopi java dampit pk coffee press menemani dingin nya malang, coffee mantap harga mahasiswa thanks omah luwak kapan2 mampir lagi klo lg trip ke malang, tempat nongkrong recomended nih.

  • Artha Chin

    Kopi. Ko pi. Dan k.o.p.i
    Satu kata yang bisa bermakna lebih. Satu dari sekian banyak minuman yang paling banget ngerti sama perasaan kamu. Dengan kopi kamu bisa berbagi rasa yang ada dalam diri kamu. Entah itu ketika kamu sedang senang, butuh ketenangan, bersedih, atau hanya sekedar ingin bernostalgia. Kopi akan selalu memiliki caranya untuk menemukan rasa dalam diri kamu.
    Dan Omah Luwak akan mengenalkan kamu pada banyak jenis kopi. Kamu bisa menikmatinya di sini.
    Kamu wajib ada di sini kalau kamu memang penikmat kopi sejati.

  • Mohamad Sulthon

    Baru empat hari lalu gue ama temen” ke omah luwak. Tempatnya cozy & homy buat ngupi, apalagi sekedar mengumbar kenangan semasa kuliah, aseek. Varian biji kopi yang banyak buat lo milih sambil mikir, tapi tetep buat gue cappucino masih jadi numero uno. kalo lo kemalang cari tempat ngupi gue saranin ke omah luwak !

  • Ari Widiantoro

    Sudahh terlalu mainstrem minum kopi dari kotoran luwak, di omah luwak adaa sajian kopi dari muntahan luwakk. Maantabbb jiwaaa. Variann kopii dengann macam2 penyajiannya. Kayaknya kalauu sekali duakali bakalan kurang datang kesinii. Yang penting jadikan kopi mu bentuk “perlawanan” mu.

  • adi yulianto

    KOpi espresone wenak tenannnn

  • Yusniyah Abdillah

    tempat nyaman ,n hrga cocok dkantong mahasiswa kayak aq

  • Afwan Afi

    kopinya mantab jayaa..
    sendiri ok,,berdua jg nyaman,,rame2 makin asiik

  • Nimas Agung Nabila Amalia

    Kece 👍👍👍👍