Ramai-Ramai Menanam Kopi Arabika

Sebelum Progam Pengembangan Kluster Kopi Rakyat Bondowoso, petani kopi di Bondowoso banyak yang menanam robusta. Baru setelah progam kluster dijalankan, yang dimulai sejak 2011, petani Bondowoso beramai-ramai menanam arabika.

Lahan kopi Progam Kluster ini memanfaatkan lahan Perhutani. Area hutan lindung dan hutan produksi digunakan petani untuk menanam kopi. Syaratnya, SDA hutan dilarang diambil. Pohon-pohon di hutan produksi dilarang untuk ditebang. Petani hanya diizinkan untuk menanam kopi di area kosong, atau di sela-sela pohon milik Perhutani. Aturan ini kemudian disepakati dan dijalani hingga sekarang.

Tanaman Kopi ditanami di sela-sela Tegakan pohon Perhutani @ Rizki Akbari S
Tanaman Kopi ditanami di sela-sela Tegakan pohon Perhutani | © Rizki Akbari S

Pohon-pohon di area hutan lindung dan hutan produksi tak disentuh, bahkan dimanfaatkan sebagai tanaman penaung. Sehingga petani hanya menanam kopi di sela-sela pohon tersebut, petani kopi Bondowoso menyebutnya sebagai tegakan. Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak. Perhutani diuntungkan, SDA hutannya terjaga, dan produktivitas hutan meningkat.

Pelatihan serta penyuluhan kopi gencar dilakukan pasca Progam Kluster Kopi Rakyat Bondowoso terbentuk. Puslitkoka dan Disbunhut mengadakan penyuluhan proses petik merah matang segar, pengolahan wet process dan proses pengeringan pascapanen menggunakan para-para.

Mat Husen dan Varietas Arabika Catimor @ Rizki Akbari S
Mat Husen dan Varietas Arabika Catimor | © Rizki Akbari S

Mat Husen, Ketua Kelompok Tani Maju Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin menuturkan: “Dulu sebelum ada penyuluhan, petani kopi di sini mengeringkan kopi langsung di atas jalan raya. Kalau ada motor dan mobil lewat yang terlindas semua kopinya.” Kopi dari hasil pengeringan seperti itu dihargai murah. Adanya penyuluhan dan pelatihan pengolahan pascapanen kopi dari Puslitkoka membantu Mat Husen memperbaiki mutu kopinya. Perlahan-lahan harga jual kopi hasil panen Mat Husen bertambah.

Mat Husen adalah salah satu dari petani kopi Desa Sukorejo yang paling awal menanam kopi sebelum adanya Progam Kluster. “Awal dulu, tahun 1985 saya tanam robusta seluas 5 hektar. Hasilnya yah ndak seberapa. Sampai sekarang lahan 5 hektar kopi robusta itu masih ada.”

Menjadi petani kopi bukan hal yang mudah. Kondisi naik turunnya pendapatan juga dirasakan oleh Mat Husen. Ia pun pernah bekerja pada perhutani.

“Pada 1990 saya jadi petugas perhutani. Jabatan saya cuman sampai capeg (calon pegawai). Pada 2000-an saya keluar dari perhutani. Saya mulai bertani kopi arabika. Walaupun saat itu saya bertani sembunyi-sembunyi. Tapi saya tidak pernah merusak hutan, sebab saya tahu lama waktunya dan proses pertumbuhan kayu Perhutani.”

Perjanjian kerjasama resmi menanam kopi di lahan kebun produksi dilakukan oleh Mat Husen pada 2009. Kebun seluas 6.5 hektar dengan ketinggian 1250 mdpl ditanami kopi arabika. Ada beragam jenis varietas arabika yang ditanam Mat Husen. Ada varietas Bourbon, Cattura, Catimor, Usda, Andungari 1, Lini S dan Blue Mountain.

Arabika Varietas Lini S, penghasil kopi terbanyak saat panen tiba @ Rizki Akbari S
Arabika Varietas Lini S, penghasil kopi terbanyak saat panen tiba | © Rizki Akbari S
Arabika Varietas Cattura @ Rizki Akbari S
Arabika Varietas Cattura | © Rizki Akbari S

Varietas Lini S yang paling produktif menghasilkan buah kopi. Satu hektar kebun kopi Mat Husen ditanami 1.500 pohon kopi arabika di area Perhutani. Beberapa lahan kosong di sela-sela tanaman kopi ditanami kayu suren dan kayu rasidi. Sistem kerjasama petani dengan perhutani menggunakan sistem bagi hasil panen 70 : 30.

Kelompok Tani Mat Husen adalah salah satu dari 5 Kelompok Tani Kopi Bondowoso penginisiasi sertifikat IG dengan nama produk Arabika Java Ijen-Raung.

Deklarasi Bondowoso Republik Kopi membuat para petani kopi Kecamatan Sumberwringin berlomba-lomba menanam Arabika. Lahan perhutani hasil kerjasama progam MoU kini diperbaharui lagi. Awalnya ada 7 pihak kini menjadi 6 pihak. Luasan lahan penanaman kopi juga bertambah. Awalnya dari 4.000 hektar menjadi 14.000 hektar lahan kopi siap tanam. Mat Husen tahun ini mengambil 15 hektar kebun kopi baru di lahan Perhutani.

Mat Husen adalah salah satu contoh petani kopi penjaga hutan Perhutani. Menanam kopi bukan semata-mata soal banyaknya hasil yang didapatkan. Menjaga kelestarian hutan juga peran serta petani kopi. Perhutani untung, petani kopi rakyat pun sama.

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso sangat memanjakan petani-petani kopi. Peningkatan kualitas dan kuantitas kopi Arabika Bondowoso terus dilakukan. Hal ini dilakukan demi ketersediaan kopi berkualitas di pasar kopi luar dan dalam negeri.

Ekspedisi Kopi Miko

Rizki Akbari Savitri

Pembela Serigala dari kota Roma, AS Roma. Redaktur kopi di minumkopidotcom.