Pecel Nganjuk, Membuahkan Rindu Yang Mencuat

Kerupuk Pecel Untung
Kerupuk Pecel Untung | © Meka N. Kawasari

Bagi kebanyakan orang, menganggap pecel mungkin dianggap makanan “ndeso”, kurang mewah, dan kurang keren. Tetapi tidak bagi kami, sebagian perantau asal Nganjuk. Pecel Nganjuk menjadi simbol manifestasi rindu akan kampung halaman. Sensasi sambal, aneka sayur, dan kerupuk upil (istilah untuk kerupuk miskin) mampu membuat hati terkesiap, lalu membuahkan buliran-buliran kenikmatan, serta berakhir dengan rasa kenyang. Sebenarnya kenikmatan pecel Nganjuk tidak hanya diakui oleh orang-orang Nganjuk sendiri, tapi juga bagi mereka yang berasal dari daerah lain. Mereka akui, rasa pecel Nganjuk memang berbeda.

Adalah suatu kewajiban ketika saya pulang kampung untuk menikmati sepincuk atau sepiring pecel. Baik itu kerupuk pecel maupun nasi pecel. Rasa sambal yang tidak tanggung pedasnya dengan aroma daun jeruk, berhasil mendobrak indra perasa. Belum lagi aneka sayur berupa krai rebus, lamtoro, kadang ada bunga turi, kacang pancang, capar kedelai atau capar kacang hijau, kadang terdapat daun kemangi, daun papaya, kangkung, daun ubi, dan sebagainya. Untuk kerupuk, biasanya menggunakan kerupuk puli dan peyek untuk nasi pecel, dan kerupuk miskin untuk kerupuk pecel. Kadang, nasi pecel juga akan diguyur sambal tumpang bila pelanggan menginginkannya. Boleh juga para pelanggan minta tambahan telur asin, telur ceplok, gorengan, satai telur puyuh, paru, usus, atau hati ayam ketika menyantap nasi pecel. Untuk tambahan gorengan juga berlaku pada kerupuk pecel.

Warung pecel di Nganjuk sangat banyak. Bahkan di sepanjang Jalan A. Yani, setiap malam, akan didapati ibu-ibu penjual pecel lesehan. Akan tetapi, hanya ada beberapa warung pecel yang biasa saya kunjungi ketika pulang kampung. Sekali pulang kampung, seluruh warung pecel langganan bisa jadi saya datangi semua, kadang hanya satu atau dua warung, tergantung waktu kepulangan. Pernah dalam sehari, saya tiga kali makan pecel pada warung yang berbeda.

Kerupuk Pecel Ndingin

Kerupuk Pecel Ndingin
Kerupuk Pecel Ndingin | © Meka N. Kawasari

Saya tidak hafal nama warung pecel ini. Teman-teman biasa menyebutnya pecel Ndingin karena warung pecel ini terletak di daerah Ndingin, dekat dengan Perumnas Candirejo. Tepatnya di Jalan Semeru, tepat setelah pertigaan di pojok sebelah kanan. Warung yang dibuka di teras rumah ini menyediakan kerupuk pecel yang ciamik. Pedas-pedas asoi. Buka sekira pukul 09.00 sampai siang. Saya sering kehabisan jika ke sini, padahal jam tangan belum juga menunjukkan pukul 12.00 siang. Harus kuat hati jika berniat makan pecel di warung ini, karena sering terjadi antrean panjang.

Pecel Mbah Ngantuk

Pecel Mbah Ngantuk A. Yani
Pecel Mbah Ngantuk A. Yani | © Meka N. Kawasari

Warung pecel ini terletak di Jalan A. Yani, samping Alfamart, tepat berada di seberang BCA. Buka pada malam hari. Anda pun harus siap-siap mengantre ketika ingin menyantap pecel di sini. Baik mengantre ketika memesan, maupun menempati tempat duduk. Ada dua pilihan tempat duduk, lesehan di samping meja peracik pecel atau kursi panjang tepat di depan meja peracik pecel. Oh iya, warung ini menyediakan nasi pecel lengkap dengan pernak-perniknya. Warung Pecel Mbah Ngantuk dibuka pada malam hari. Sebenarnya penjual pecel warung ini bukan lagi Mbah Ngantuk, namun cucu Mbah Ngantuk, karena si embah telah tiada.

Krupuk Pecel Untung

Warung ini terletak di Jalan A.R. Saleh VII, dekat rel kereta api. Kerupuk pecel di warung ini endes surendes. Buka pada siang hari.

Nasi Pecel Bledek

Warung Pecel Bledek
Warung Pecel Bledek | © Meka N. Kawasari

Warung pecel di sini biasa orang-orang gunakan sebagai tujuan untuk sarapan. Menyediakan nasi pecel lengkap dengan pilihan lauk. Buka pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Terletak di sebelah timur Gedung Juang Nganjuk.

Sego Pecel Pincuk Godhong Jati “Mbok Jimur”

Nasi Pecel Godhong Jati
Nasi Pecel Godhong Jati | © Meka N. Kawasari

Anda akan merasakan sensasi yang berbeda ketika menikmati nasi pecel di warung ini. Karena penyajian pecel di sini menggunakan pincuk daun jati. Daun jati memunculkan aroma pecel lebih harum. Rasanya kembali ke masa kecil, yang mana daun jati masih sering digunakan sebagai bungkus makanan. Warung ini terletak di Desa Tritipan, Kecamatan Brebek. Menikmati pecel di warung Godhong Jati ini terasa sedang makan di rumah sendiri. Pasalnya Mbok Jimur memang membuka warung di dalam rumah, ruang tamu sebagai tempat makan, dan dapur rumah sebagai dapur warung. Bahkan jika ingin mengambil piring atau gelas, dapat mengambil sendiri di rak piring milik pribadi. Gaya rumah sederhana dan kuno, pintu yang rendah, alas tanah, membuat kita menikmati pecel dengan suasana masa lampau.

Nasi Pecel Mbah Mbleh

Warung ini buka dini hari. Saya selalu setengah sadar ketika menikmati nasi pecel di warung ini. Pasalnya kantuk sudah merajalela, sementara lapar menggema. Warung pecel ini terletak di Desa Kendalrejo, Kecamatan Bagor. Jika Anda berangkat dari Solo, Madiun, dan sekitarnya, atau tepatnya dari arah Barat, setelah melalui pusat pemerintahan kecamatan Bagor, Anda akan menemukan sebuah gang masuk di sebelah kanan, sebelum perempatan Guyangan. Sekitar 100 meter, Anda akan sampai pada warung pecel ini. Nasi pecel di sini berukuran jumbo. Rasanya seperti selepas memacul sawah, disajikan nasi pecel dengan porsi laki-laki. Enaknya, jika kekurangan sambal, di warung ini boleh nambah sambal, gorengan juga selalu hangat, dimasak dengan kayu bakar pula.

Nah, keenam warung pecel di atas merupakan beberapa warung pecel dari sekian puluh atau bahkan ratus penjual pecel di Kabupaten Nganjuk. Itu baru beberapa warung di sekitaran pusat pemerintahan kabupaten, belum yang di kampung-kampung pada setiap kecamatan. Oh iya, pecel di Nganjuk juga sangat nikmat jika dinikmati dengan es rujak. Es rujak ini minuman lho, bukan rujak yang dicocol seperti pada umumnya. Penikmat pecel ini tidak hanya pribumi, para warga keturunan rupanya juga hobi menyantap makanan yang cocok untuk para vegetarian ini. Jadi, salah deh kalau pecel dianggap makanan “ndeso”. Oke deh, jangan lupa mencicipi pecel ya ketika Anda berkunjung atau sekadar melewati Kabupaten Nganjuk.

Meka N. Kawasari

Pekerja Teks Komersial, penyuka jagung, dan pecinta isi laut.