Parakosmos: Membaurkan Etnomusik Nusantara ke dalam Electro Musik

Pada 14 Juli 2017 lalu duo grup electro pop asal Bandung, Bottlesmoker melahirkan mahakarya yang sungguh memikat. Mahakarya itu berupa album penuh yang bertajuk Parakosmos. Dengan cara yang ekstrim Bottlesmoker merilis albumnya secara gratis. Di hari itu jua sekaligus merayakan Netlabel Day yang jatuh pada tanggal 14 Juli 2017.

Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie), kedua punggawa Bottlesmoker bergenre electro pop asal Bandung ini patut berbangga hati, album Parakosmos ini mampu mewakili kegelisahan para pencari kedamaian di dunia. Bagaimana tidak, segala paradoksial dan kegelisahan bagaimana dunia dan hidup yang ideal mereka tuangkan dan curahkan dalam album Parakosmos. Tiap nomor lagu merupakan sebuah simbol atas apa yang dicari manusia di luasnya semesta. Tiap tona dan ritme yang dibangun di dalam seakan berbicara, “Akulah yang kalian cari, ritme impresif dalam dunia kosmos yang begitu abstrak dan penuh paradoks.”

Penggarap bedroom music ini dengan lihainya menyulap etnomusic yang begitu “kaya” akan sarat tradisi dan budaya, di daur-lebur dalam musik electro yang begitu indah. Seolah tiap etnomusik yang ada bertranformasi menjadi etnoelectro yang memukau, namun, tak dapat diindahkan bahwa tiap identitas yang dibawa etno musik ke dalam bedroom music tak bisa hilang begitu saja. Esensinya tak berubah bahwa itu adalah etnomusik, namun tak bisa disangsikan juga bahwa esensinya telah memasuki ruang yang sama sekali berbeda. Hal inilah yang harusnya Bottleasmoker mendapat apresiasi yang tinggi. Apresiasi yang bukan saja telah meramu etnomusik para leluhur berpadu dengan musik electro, namun lebih dari itu, mereka berdua mampu menyuarakan etnomusik nusantara ke atas permukaan penikmat musik electro.

Parakosmos
Parakosmos

Bottlesmoker dengan kemampuan meraciknya yang luar biasa mampu menyuguhkan suatu entitas musik di luar dugaan. Dalam nomor lagu Bei Mau Loops, Bottlesmoker memikat para penikmat musiknya dengan gaya yang lihai. Alunan etnomusik secara langsung masuk di intro lagu, hanya beberapa detik yang kemudian ditandaskan oleh musik mereka, electro musik. Di tengah lagu etnomusik muncul kembali seolah meneguhkan bahwa etnomusik hadir untuk mewakili sebuah kearifan lokal.

Nomor lagu Bonet Circle tak jauh berbeda seperti halnya Bei Mau Loops, musik electro yang dominan menemani lantuan etnomusik secara berkelindan. Namun dalam Bonet Circle atmosfer electro musiknya lebih tebal, seperti seorang pengelana yang mengembara di dunia luas dengan tetap teguh memegang identitasnya.

Etnomusik Beluk Sawah masuk secara pelan dan halus di awal lagu Ba Aluk. Kemudian hilang ditelan intonasi nada electro yang melekat begitu besar. Lalu, energi Beluk Sawah hadir kembali dengan sangat kuat pada menit 01:16. Dengan suara biduan yang sungguh memikat, Bottlesmoker mampu mengolah suara biduan yang molek itu menjadi cengkok-cengkok yang impresif ke dalam lagu.

Ratapan Timor adalah lain hal, Bottlesmoker menegaskan identitasnya di sini sebagai bedroom music di awal lagu, namun suasana yang dibangun di awal lagu seolah mengutarakan bahwa lagu ini dibangun untuk menemani jalannya etnomusik Ratapan dari Nusa Tenggara ini. Sayatan etnomusik dalam lagu ini bergerak serempak namun pelan berjalan bersama iringan electro.

Lagu Humba Sumba seolah mewakili dari seluruh nomor musik dari album Parakosmos ini. Kekentalan etnomusik membaur dengan apik bersama electro musik di dalamnya. Seolah hitam putih dunia yang paradoks ini tergambar dengan jelas dalam lagu yang satu ini. Di satu sisi Bottlesmoker memberikan suguhan yang menarik di tengah lagu dengan tetap memasukkan canda tawa para biduan etnomusik di dalamnya. Barangkali Bottlesmoker ingin menafsirkan dunia ini dengan falsafahnya sendiri. Tiada hidup yang tanpa berdampingan, semuanya di alam kosmos ini memiliki pasangannya masing-masing. Ada hitam dan putih, ada laki-laki dan perempuan, ada baik dan buruk, ada sedih dan bahagia, ada Yin dan Yang, dan lainnya yang seolah menginginkan keberimbangan dalam dunia paradoks.

Di sisi lain, Bottlesmoker menyuguhkan hasanah musik yang luar biasa bagi industri musik di dunia, khususnya di Indonesia. Tak berhenti di sini saja, para pecinta Bottlesmoker tentunya berharap banyak dari mereka, tetap melahirkan bedroom music yang berkualitas. Namun, tetap berpegang teguh pada identitas musik yang selama ini mereka pegang. Outro dari album Parakosmos ini adalah sebuah peneguhan bahwa di dalam kosmos ini satu hal pasti berdampingan dengan lain hal.

Chairul Anwar

Membaca adalah seribu tahun kesepian

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com