Oost Koffie & Thee

Bagi kalian yang tinggal di Surabaya, fenomena kafe yang menjamur sejak tahun 2000-an mungkin sudah tak terasa aneh. Dulu, tempat nongkrong itu identik dengan kalangan kaum sugih. Tapi, sejak kebutuhan akan wifi gratisan dan nyruput kopi menjadi suatu standar kegaulan anak muda, kafe berubah menjadi tempat pengungsian yang nyaman. Meskipun kebanyakan warung giras di Surabaya sekarang terang-terangan mengunggulkan area hotspot yang tak kalah kencangnya dengan kafe, prestige dan suasananya tentu tak bisa dibandingkan.

Bagi mahasiswa atau anak muda-pemburu-proyekan, keberadaan kafe yang adem dengan harga ramah di Kota Metropolis itu bagai penyelamat di tengah kebokekan. Sekalipun ada, letaknya kebanyakan berada di Surabaya Barat. Lha yang rumahnya di daerah Timur jelas ngos-ngosan kalau harus menerjang panasnya Surabaya demi segelas kopi dingin. Untunglah, sejak 2013, sebuah kafe mungil bergaya rumahan berdiri di Jl. Kaliwaron No. 60, Surabaya. Namanya: Oost Koffie & Thee.

Peta menuju Oost Koffie & Thee
Peta menuju Oost Koffie & Thee © Inez Kriya

Bisa ditebak dari namanya, Oost menjual berbagai racikan teh dan kopi. Kafe ini memadukan gaya Belanda dan Jawa, sebagai budaya yang dianggap menjadi bagian jati diri warga Surabaya. Tak bisa dipungkiri, serapan era kolonial dalam keseharian orang Surabaya memang tak hanya dalam penggunaan bahasa atau gaya bangunan, tapi juga dalam cita rasa makanan dan minuman yang dikonsumsi dari generasi ke generasi. Poffertjess misalnya, kudapan ringan dengan tekstur seperti pukis mini yang lembut beraroma kayu manis dengan taburan gula halus adalah cemilan rumahan bawaan dari Belanda.

Pada kios-kios penjual kue di pagi hari, makanan ini kadang bisa ditemui, namun belakangan ini jumlahnya makin jarang. Nah, Oost menyediakan panganan ini dalam salah satu daftar menunya, dengan pilihan topping original, keju, atau cokelat. Soal rasa jangan ditanya. Gurihnya mentega yang meleleh berpadu sempurna dengan manis gula, lengkap dengan aroma wangi dari kayu manis. Minumnya, warme Osmanthus Fragrans, teh hitam hangat dengan aroma vanili yang khas. Harganya tidak mahal, cukup merogoh kocek sebesar 14-22 ewu (Bahasa Jawa: ribu) untuk teh sejenis racikan daun dan kembang lainnya, seperti Fragrance of Love (yang aromatik karena dicampur beberapa jenis bunga), Soothing Cammomile, atau teh poci klasik bernama Keraton. Semua sajian teh itu dapat refill dan berbonus sekeping kue kembang goyang lho. Uenak pokoke!

Jika kamu ingin mengunyah sesuatu yang gurih, silakan pilih Siomay Bapak Dielus. Haesh, mesti ngeres! Itu nama menu siomay ayam yang proses masaknya dikukus, sedangkan untuk versi yang digoreng, kamu bisa memesan Siomay Bapak Goreng. Porsinya cukup besar, bisa dibagi-bagi dengan teman kalau kamu rela. Ada juga patat krokant dan patat oorlog, dua varian kentang goreng yang akan membuat acara ngemilmu makin bahagia. Jangan lupa coba bitterballen, olahan kentang bola dengan potongan daging di dalamnya.

Patat Krokant
Patat Krokant © Inez Kriya

Bagi penggemar makanan pedas, Oost punya menu andalan Martabak Ibu Judes, yaitu kudapan martabak kampung isi bihun dengan bumbu cabe rawit yang irisannya kecil-kecil tapi tetap menggigit. Lalu ada Nona Gorjes Melet, olahan sayap ayam berbumbu resep ala Jawa Timur dengan level kepedasan yang bisa membuatmu melet-melet! (Bahasa Jawa: menjulurkan lidah).

Martabak Ibu Judes
Martabak Ibu Judes © Inez Kriya
Nona Gorjes Melet
Nona Gorjes Melet © Inez Kriya

Apakah Oost adalah kafe yang hanya menjual segala produk minuman jadul? Oh, tentu tidak! Ada mocktail tanpa alkohol yang menyegarkan, seperti Amsterdam, Blauwe Randstad, Martini in Groningen, dan masih banyak lainnya dengan harga 26 ribuan saja. Lalu ada juga Ceribele, sejenis tisane (seduhan rempah dan bunga atau buah kering), yang rasanya unik dan manis dengan warna cerah menggoda.

Lha, namanya Koffie & Thee, kok dari tadi sajian kopi nggak disebut-sebut? Halah, kelupaan.

Kafe Oost menjual produk kopi hitam dan kopi susu. Kopi hitamnya merupakan single origin varian asli Indonesia, seperti kopi Toraja, kopi Mandailing, dan kopi Kintamani. Sedangkan menu kopi susunya sesuai standar kafe lainnya, yaitu cappuccino, mochacino, galao (kopi susu khas Portugal dengan takaran susu yang lebih banyak), dan affogato. Kalau kamu sedang butuh dosis kafein yang lumayan nampol, silakan pesan long black atau espresso-nya.

Poin menyenangkan lainnya dari Oost Koffie & Thee ini adalah konsep desain interior area indoor ataupun outdoor yang membuat pengunjung merasa seperti di rumah Jawa dengan pemandangan daerah Negeri Van Oranje, karena ada ikon kincir angin yang instagramable. Buka pukul 13.00-23.00 WIB, para Punggawa (istilah untuk menyebut pramuniaga Oost) yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik pasti akan menyambutmu dengan sapaannya: “Welkom thuis!” (bahasa Belanda: Selamat datang di rumah!)

Inez Kriya

Lebih suka ngeteh, meskipun nggak nolak juga kalau diajak ngopi.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405