Nyore: Ngopi Sachet di Kantin Puspa UGM

Smoking Area yang berhadapan langsung dengan ruang karya tulis digital.
Smoking Area yang berhadapan langsung dengan ruang karya tulis digital. © Duwi AS.

Masuk ke Perpustakaan Pusat UGM atau biasa disebut sebagai PUSPA menjadi sebuah kebiasaan rutin para mahasiswa. Terlebih bagi mereka yang tak usah disebutkan sudah semester berapa. Puspa mulai melayani para penikmatnya dari pukul 7 pagi sampai 8 malam. Penikmat puspa dapat memilih tujuan ke salah satu dari enam lantai sesuai dengan kebutuhan. Bisa mencari referensi tugas kuliah, tugas akhir atau sekedar mau ngeksis di media sosial via wifi puspa. Seribu embel-embel alasan untuk datang ke puspa sepertinya bukan sekedar rahasia. Termasuk alasan bahwa tidak mudah mengantuk kalau mengerjakan di puspa dan mengerjakan seabrek tugas di puspa itu lebih asyik. Asyik karena sekali dayung tugas, janji bertemu pun bisa terpenuhi.

Dari banyak ruangan yang tersedia di puspa, ada satu tempat yang paling dicari, terlebih jika hujan terlampau lebat yang membuat hawa ruangan semakin berlipat dinginnya karena sentoran kencang AC. Ada yang sudah mampu menebak? Jawabnya cukup sederhana, yaitu kantin puspa atau yang formalnya disebut sebagai kantin UPT. Sebuah selasar yang dimanfaatkan dan dijadikan sebagai kantin yang terletak di lantai dua sayap timur perpus.

Kopi yang paling ngehits yang tersedia adalah kopi sachetan. Jangan membayangkan di kantin ini ada mesin kopi yang tiap harinya ada adegan pemrosesan untuk menyuguhkan secangkir kopi hitam yang diolah langsung dari bijinya seperti yang ada di warung-warung kopi sungguhan. Bagi yang punya pantangan minum kopi sachet jangan khawatir. Kantin puspa juga menyediakan minuman praktis seduh lain, seperti susu sachet, dan teh tarik sachet. Minuman-minuman tersebut disajikan dalam gelas cup dengan pilihan panas atau bisa dipesan hangat-hangat seperti tahu bulat limaratusan yang sedang ngetren. Satu cup dihargai dua ribu lima ratus rupiah. Apapun merk dan rasa kopi sachet yang dipilih. Kalau ingin minuman dingin, jangan khawatir, di kantin puspa pilihannya banyak dan tersedia di lemari pendingin.

Kantin puspa juga menyediakan makanan dan camilan. Camilan yang berupa jajanan pasar seperti risol, arem-arem, kue sus, lapis, dadar gulung, dan ada juga cimol (sayang bukan asli bandung) karena kemungkinan cimol ini didatangkan dari Pasar Demangan, Yogya. Sedang pilihan makanan hanya terbatas; nasi kucing. Nasi bungkus dalam ukuran kecil ini cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang kelaparan sewaktu masih sibuk dikepung tugas.

Lorong Smoking Area Kantin Puspa UGM
Lorong Smoking Area Kantin Puspa UGM © Duwi AS.
Kumpul Bersama di Pojokan Kantin Puspa
Kumpul Bersama di Pojokan Kantin Puspa © Duwi AS.

Kantin ini buka sesuai dengan jam layanan perpustakaan dari jam 7 pagi hingga pukul 8 malam. Kantin Puspa dibagi dalam dua ruangan, yang pertama non-smoking area karena masih menyatu dengan bagian dalam perpustakaan. Kedua adalah smoking area di bagian lorong teras, jadi ada sebuah pintu kaca yang memisahkan kedua ruangan tersebut.

Ruang smoking area terasa lebih isis karena tubuh bertemu langsung dengan semilir angin alami dengan pemandangan langsung tertuju di luar perpus pusat. Kursi-kursi puspa ditata memanjang hingga ujung lorong ruangan yang dibatasi almari penyimpanan kotak tempat jajan pasar milik pengelola kantin. Di area ini kita juga dapat melihat langsung tampang tampang serius yang ada di ruang karya tulis. Mimik pengguna ruangan karya tulis digital yang sedang mantengin komputer masing-masing dengan ekspresi serius. Kalau kamu kebetulan datang sendirian ke kantin. Kamu bisa memilih duduk di pojokan karena banyak pemandangan orang berlalu lalang berjalan dan bersepeda menuju balairung. Kantin bagian smoking area ini sering menjadi jujugan saya dan kawan-kawan yang kebetulan bertemu di perpustakaan pusat untuk sekedar ngopi bareng, ngobrol atau diskusi seputar tugas akhir masing-masing.

Kalau duduk di bangku paling pojok, atau ujung ruangan smoking area, kamu bisa juga melihat dengan jelas wajah-wajah lemas mahasiswa berjalan gontai menuruni tangga dari lantai tiga ruang isolasi. Bagi saya pemandangan di ruang smoking area tersebut, membuat saya nyaman untuk mengerjakan tugas. Saya dapat merasakan atmosfer dan aura mahasiswa-mahasiswa lama sebagai pejuang tugas akhir.

“bro, medun bro, leren ngopi sik, ben ndak edan…”
Sapa kawan mengajak ngopi di kantin puspa. Saya mengikutinya turun dari lantai tiga perpustakaan pusat UGM setelah dari pagi bertapa di ruang isolasi. Biasanya setelah waktu ashar kantin ini penuh dengan banyaknya mahasiswa. Entah sekedar untuk melepas lelah mata akibat terlalu lama sendiri menghadap layar laptop atau sekedar udud santai tur isis di ruang smoking area. Seringnya kami ngopi di kantin sambil bercanda atau sekedar cecurhatan satu sama lain, termasuk nyurhatin dosen pembimbing. Kalau kami ada di kantin setelah jam lima sore dengan beramai-ramai, kepulangan kami hanya bergantung pada bunyi musik pengusiran tanda akan ditutupnya puspa. Bagi saya kalau sudah ngumpul guyup itu bukan perihal tempat dan apa yang diminum, tapi dengan siapa kita menikmati kebersamaan itu.

Duwi AS

Penikmat kopi sachet


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405