Nikmatnya Bakso Kuah Kelapa Muda

Penanda nama Rumah Makan DM
Penanda nama Rumah Makan DM | © Muhammad Choirur Rokhim

Saat hari libur kerja saya memiliki ikhtiar untuk menikmati kuliner di kota Tangerang. Kali ini, saya memiliki rencana berkunjung di Pasar 8 (delapan) setelah mendapat info dari seorang teman—kebetulan ia adalah dosen kuliner di kampus Tristar Institute BSD (Bumi Serpong Damai). Jam 11 siang, kami sampai di Pasar 8.

Ikhtiar kuliner kali ini adalah makan Bakso Degan di Rumah Makan DM (Doyan Makan). Lokasinya berada di area parkir Pasar 8 (delapan) Alam Sutera, Tangerang. Rumah Makan Doyan Makan ini menawarkan menu tak biasa dan lebih terkesan unik dari sajiannya. Menu tersebut adalah Bakso Kuah Kelapa Muda.

Saat saya sudah berada di depan rumah makan ini, di atas etalase, banyak batok kelapa yang ditumpuk. Sebelum kami benar-benar mengatur posisi duduk, kami melihat ada beberapa pelanggan yang menikmati kuliner bakso degan ini. Mereka seperti acuh dengan yang lain, menikmati bakso kuah kelapa muda dan sesekali mengabadikan momen itu dengan selfie. Setelah mencari tempat yang tempat untuk kami bertujuh, kami pun duduk di meja tengah. Di rumah makan ini diatur berbaris memanjang ke belakang. Seperti tiga baris yang saling bertolak belakang. Dan hanya satu posisi yang bisa duduk sambil berhadapan.

Di atas tempat duduk pelanggan itu terpasang juga foto-foto para pengunjung. Foto itu keceriaan pelanggan setelah menikmati kuliner bakso degan ini. Foto tersebut adalah kumpulan penikmat bakso kelapa muda yang—barangkali—diunduh dari Instagram @rm_doyanmakan. Dengan judul AYO TEMUKAN DIRIMU! Seakan mendorong para pelanggan untuk meramaikan sekaligus menikmati kuliner bakso degan ini. Dan tentu saja, kumpulan-kumpulan foto tersebut adalah ekspresi pelanggan saat menikmati bakso kuah kelapa muda. Dan di sebelah kanannya ada lembar koran lokal yang mengabarkan tentang kenikmatan bakso wadah kelapa muda ini.

Tanpa berpikir lama, kami pun memesan menu yang disodorkan. Di rumah makan Doyan Makan ini, kami bisa menikmati tiga jenis bakso, yakni bakso urat, bakso halus, dan bakso ikan. Dan uniknya, berbeda dengan bakso-bakso yang dijual abang-abang tukang bakso yang memakai mangkok Cap Ayam Jago. Bakso di rumah makan Doyan Makan (DM) khas Makanan (Bakso) Pontianak ini menggunakan mangkok dari kelapa muda yang masih segar.

Suasana di dalam Rumah Makan DM
Suasana di dalam Rumah Makan DM | © Muhammad Choirur Rokhim
Sajian Bakso Kuah Kelapa Muda Rumah Makan DM
Sajian Bakso Kuah Kelapa Muda Rumah Makan DM | © Muhammad Choirur Rokhim

Tidak kurang seperempat jam, bakso pun datang. Aromanya segar sekali. Pada saat saya cicipi pertama kali, ada rasa segar di bakso yang memakai batok kelapa muda. Bersama dengan datangnya bakso tersebut ‘kegaduhan kecil’ pun terjadi. Mereka tidak mau kalah dengan para pelanggan di foto itu, batin saya. Kegaduhan itu tidak lain adalah kegaduhan yang lazim terjadi saat maniak instagram akan mulai menikmati makanan di tempat makan.

Bakso kuah dengan wadah kelapa muda ini rasanya nikmat sekali. Bakso ini disajikan dengan wadah kelapa muda dan daging kelapa muda yang masih melekat. Jadi, selain bisa menikmati bakso, saya bisa menikmati pula kelapa muda, seperti minum es kelapa di tepi pantai; segar dan nikmat.

Kuah bakso degan ini sangatlah segar dan terasa nikmat. Rasa-rasa air kelapa mudanya sedikit terasa, barangkali bagi pemilik rumah makan ini, tak berkeinginan untuk menghilangkan rasa air kelapa muda ini secara penuh. Menurut pemilik Rumah Makan Doyan Makan, Valenvio Candra, yang saya kutip di koran lokal terbitan Sabtu, 7 Januari 2017 ini; “Ia mengatakan bahwa kuah bakso di rumah makan ini berasal dari kaldu sapi dicampur rebusan air kelapa muda pilihan dan resep rahasia. Hasilnya, bakso kuah dengan rasa manis dengan sedikit asam dan dominan gurih pun tercipta.”

Ia menambahkan, bahwa bakso di Rumah Makan Doyan Makan menjamin akan nikmatnya bakso dan kesehatan. “Selain tanpa MSG, kuah kelapa juga baik untuk kesehatan. Untuk kaldu, kami buat sendiri juga dengan baksonya,” ujar pemuda berpenampilan menawan ini.

Selain bakso dengan wadah kelapa muda, di Rumah Makan Doyan Makan ini disajikan dengan mie. Mie yang biasa disajikan pada bakso-bakso pada umumnya adalah mie bihun dan mie kuning. Akan tetapi di rumah makan Doyan Makan ini kita bisa mencicipi bakso dengan udon dan kwetiau dan ditambah aneka topping sayuran seperti sawi, tauge, dan bawang goreng.

Saking nikmatnya bakso dengan degan muda tandas dengan cepat. Tak sampai setengah jam, kami menghabiskannya. Hari itu saya memesan dan menikmati seporsi bakso, mi udon, dan es teh manis. Satu porsi bakso tersebut seharga Rp. 38.000 dan es teh yang saya lupa harganya.

Menikmati kuliner dengan wadah batok kelapa muda serta kuah degan ini seperti menikmati dua makan dalam satu santapan; bakso dan daging kelapa muda. Setelah transaksi bayar selesai, kami pun undur diri menuju di tempat lain dan menghabiskan waktu akhir pekan di kota Tangerang ini.

Muhammad Choirur Rokhim

Lahir di Trenggalek. Besar di Jalan. Mengadukan nasib di kota orang.