Mie Legenda

Semangkuk Mie Ongklok
Semangkuk Mie Ongklok | © Moddie Alvianto Wicaksono

“Ini mie legenda!” ujar istri saya seraya menandaskan semangkuk mie ongklok tepat di bawah bibirnya.

Siang itu selepas jalan-jalan menikmati kota Wonosobo, kami hendak melepas lelah dan mengisi perut yang mulai keroncongan. Kami ingin mencoba sesuatu yang khas dari Wonosobo. Kata seorang teman, jika melancong ke Wonosobo, maka wajiblah mampir ke kedai mie ongklok.

Benar kata teman saya, sepanjang jalan kenangan di Wonosobo terdapat banyak penjual yang menjajakan mie ongklok. Mulai yang menjualnya dengan gerobak, warung, hingga rumah makan bernuansa restoran. Namun, katanya, tak elok rasanya jika tak mencoba salah satu kedai mie ongklok paling yahud di Wonosobo. Konon rasanya umami. Dalam bahasa Jepang, umami berarti nagih, makan lahap tiada henti.

Dengan segera, kami menuju kedai mie ongklok Longkrang yang terletak di Jl. P.Ronggolawe. Letaknya di sebelah kanan jalan. Kamu bakal mudah menemukannya karena kedai itu merupakan satu-satunya kedai yang menjual mie ongklok.

Mie Ongklok Longkrang
Mie Ongklok Longkrang | © Moddie Alvianto Wicaksono
Ibu sedang melayani pelanggan
Ibu sedang melayani pelanggan | © Moddie Alvianto Wicaksono

Kami disambut aroma harum begitu memasuki warung. Asap membumbung tinggi. Ibu yang berada di dekat wajan sedang menyiapkan mie ongklok untuk disajikan ke pelanggan.

“Pesan berapa, Mas?” si Ibu bertanya.

“Pesan dua saja, Bu”

“Satenya juga dua, Mas? Mie ongklok lebih mantap kalo dimakan bebarengan sate sapi, Mas”

“Satenya dua saja atau satu porsi, Bu?”

“Satu porsi, Mas. Satu porsi isinya 10 tusuk”

“Wah cukup banyak. Kalo begitu saya pesan satu porsi saja, Bu”

“Baik, Mas. Monggo ditunggu”

Siang itu, belum banyak pelanggan yang hadir. Mungkin karena baru buka. Begitu duduk, kami langsung disambut beberapa tempe kemul dan geblek. Tempe kemul adalah nama lain dari tempe tepung. Kita biasa menyebutnya gorengan. Sedangkan geblek adalah aci digoreng. Orang Sunda menyebutnya sebagai cireng.

Tak selang berapa lama, dua mangkuk mie onglok hadir tepat di depan wajah kami. Mangkuk berisi mie kuning, kol, kucai, dan kuah berwarna coklat kental. Penyebutan ongklok merujuk pada cara pembuatannya; mie ditaruh ke dalam saringan, kemudian dimasukkan air mendidih dan diongklok-ongklokkan alias dikocok.

Mie Ongklok beserta aneka kudapan
Mie Ongklok beserta aneka kudapan | © Moddie Alvianto Wicaksono

Mie Ongklok terkenal manis legit. Itu karena kuah kental coklat yang berasal dari kecap manis. Jika kamu ingin menyantapnya agak pedas, maka tersedia pula semangkuk cabe yang telah digeprek. Dan jangan lupa, santaplah mie ongklok selagi hangat. Ditambah sate sapi dan juga tempe kemul serta geblek.

Soal harga, jangan khawatir. Cukup ramah di kantong kami dan masyarakat Wonosobo. Kamu tak akan keberatan dan tak akan rugi jika menghabiskan uangmu demi mendapatkan semangkuk Mie Ongklok. Kami jamin itu.

Tak heran, banyak masyarakat Wonosobo yang menggemari makanan ini. Selain itu, banyak pula masyarakat luar Wonosobo macam artis maupun pejabat ibukota selalu menyempatkan dan menikmati mie ongklok Longkrang. Terbukti, ada banyak foto mereka terpampang di dinding salah satunya band Slank.

Tak rugi rasanya jalan-jalan ke Wonosobo. Hawanya dingin, pemandangannya asri dan kulinernya penuh sensasi. Dan sekali lagi kami ingatkan, jangan pernah kamu melewatkan kuliner Wonosobo. Bolehlah kamu coba membawa oleh-oleh khas Wonosobo seperti Buah Carica. Namun jangan pernah lupa mencoba menikmati semangkuk mie. Terutama Mie Ongklok. Dan wabil khusus Mie Ongklok Longkrang.

Moddie Alvianto Wicaksono

Pemain Futsal Amatir