Menyesap Kopi di WIB

Warung Indonesia Barat
Lihat Galeri
8 Foto
Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Warung Indonesia Barat
Menyesap Kopi di WIB
Warung Indonesia Barat

© Caesar Giovanni Simatupang

Kabarnya, kopi merupakan komoditas nomor dua di dunia setelah minyak. Di Jakarta, dan mungkin umumnya wilayah Indonesia bagian barat lainnya, kopi kini menjadi komoditas nomor sekian setelah masakan padang dan warung tegal, vape/rokok uap rasa-rasa, martabak isi jajanan cokelat supermarket, roti bakar ala-ala serta, yang lebih fenomenal, tahu bulat yang digoreng dadakan. Untuk membuktikannya, cobalah berkitar di Jakarta untuk sekitar 30 menit dan perhatikanlah, Anda pasti menemukan beberapa di antara jajanan tersebut.

Hasil eksperimen saya menemukan sebuah kedai yang fokus menjual kopi berdasar pembagian waktu di Indonesia: barat, tengah dan timur. Kedai kopi bagian waktu pertama diberi nama WIB atau Warung Indonesia Barat, yang khusus menjual kopi dari Indonesia bagian barat. Sebut saja, kopi Aceh, yang jadi langganan hampir setiap kedai kopi di Jakarta. Di kedai ini tersedia kopi asal Takengon, Aceh.

Kopi baru yang hanya ditemukan di kedai ini yang sekaligus dipamerkan oleh pemilik kedai adalah kopi Janji Maria. Kopi ini, katanya tidak tersedia di kedai manapun di Jakarta karena persediaan dari perkebunan yang memang terbatas. Kopi ini hanya diperdagangkan di daerah asalnya, Sumatera Utara.

Danny, nama si pemilik kedai mendapatkan kopi Janji Maria dengan mendatangi langsung petani kopi. Dan ia mendapat stok kopi yang terbatas. Saat itu, kopi Janji Maria memilik nasib yang sama dengan kopi Aceh Takengon, sudah habis dikonsumsi.

Warung Indonesia Barat berada di bawah pembangunan jalan layang yang hampir rampung di kawasan Mampang-Ciledug, tak jauh dari pasar Cipulir. Kita akan melihat sederet kios yang salah satunya adalah WIB.

Saat itu sekantung kopi yang menjadi rekomendasi adalah kopi Solok yang baru disangrai dua hari sebelumnya di daerah Cinere. Body kopinya tipis dengan rasa buah. Kopi racikan dasar espresso di kedai ini juga layak dicoba. Racikan kopi yang dikirim dari tempat yang tak jauh dari kedai ini memiliki rasa yang seimbang, lengkap dengan rasa buah khas arabika di penghujungnya. Rasanya tak ada kopi yang tidak enak di kedai ini. Itu berkat tangan dingin si barista yang rajin dan tekun belajar tentang kopi sejak setahun terakhir, belum lama sebelum memulai usaha kedai kopi ini.

Salah satu daya tarik dan nilai jual sebuah kedai, selain pada menu yang ditawarkan, terletak pada nuansa yang tercipta di dalamnya. WIB memiliki sebuah pintu kaca yang memisahkan kita dengan pintu luar, sekaligus meredam suara-suara kendaraan yang lewat. Nuansa redup dengan nuansa kayu pada interiornya, membuat hati nyaman. Sapa dari si barista dan pemilik kedai, membuat kesan awal menjadi baik. Apalah arti sebuah kedai kopi atau usaha apapun tanpa keramahan pelayanan?

Memasuki ruangan, kita akan mendapati aroma kopi yang nikmat, dan bar pada ujung sebelah kanan dengan beberapa bangku tinggi. Di sebelah kiri, kita akan mendapati beberapa set meja dan kursi rendah, tercipta dari susunan kayu tatakan barang digudang ekspedisi.

Kayu-kayu tersusun apik, disertai bantal yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana. Di dindingnya terdapat sebuah instalasi unik, sebuah peta Indonesia yang dibuat dengan rangkaian biji kopi di atas selembar kain goni. Unik, sederhana namun penuh arti.

Sang pemilik, yang sekaligus menjadi barista kedai ini, mengatakan bahwa setelah ini cita-citanya adalah membuat kedai lain, dengan nama WITA dan WIT yang merepresentasikan asal kopi Indonesia yang dijual di dalamnya. Tujuannya agar orang-orang dapat menikmati kopi dengan suasana kedai yang berbeda-beda.

Caesar Giovanni Simatupang

Peminum segala kopi yang percaya bahwa rasa tergantung pada kondisi, konteks dan konsekuensi.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405