Menikmati Kopi di Ristreeto

Tampak depan Ristreeto di malam hari
Tampak depan Ristreeto di malam hari | © Yuri Nasution

Sekilas, Ristreeto Coffeeshop tampak seperti kedai kopipada umumnya. Beralamat di sekitaran Jl. Dr. Mansyur. Salah satu tempat yang merupakan salah satu pusat nongkrong anak muda di kota Medan. Ristreeto memiliki luas bangunan yang cukup kecil dan tanpa atribut depan yang mencolok. Kedai kopi ini baru berdiri kurang dari tiga bulan, sehingga belum terlalu familiar di telinga penikmat kopi di Medan.

Meski terbilang baru dan kecil, Ristreeto memiliki banyak aspek menarik yang membuatnya pantas digolongkan sebagai kedai kopi keren. Ristreeto memiliki desain minimalis dengan grafiti serta mural yang memenuhi dinding namun tidak terkesan berlebihan. Lampu instalasi juga menghiasi langit-langit Ristreeto sehingga menambah kesan chic coffeeshop ini. Kedai kopi ini juga memiliki fasilitas parkir yang cukup luas dan tergolong mudah diakses dengan lokasi yang strategis.

Satu hal yang membuat Ristreeto istimewa adalah kemampuan menjawab persoalan klasik penikmat kopi: ngopi dan ngudut dengan nyaman. Bagi banyak orang, menikmati kopi tidak lengkap tanpa merokok. Penikmat kopi mesti memilih kedai kopi yang memiliki fasilitas outdoor untuk dapat melakukan hal tersebut. Namun, Medan sendiri terkenal dengan iklim panas dan lembap sehingga banyak orang enggan menghabiskan siang hari berlama-lama di luar ruangan. Hal ini membuat dilema kebanyakan penikmat kopi. Ristreeto mengatasi permasalahan ini dengan fasilitas hexos/exhaust fan agar pengunjung tetap dapat merokok sembari menikmati kopi di dalam ruangan ber-AC. Di Medan sendiri, masih jarang ditemukan coffeeshop yang memiliki fasilitas seperti ini.

Mural a lady with coffee and cigarette yang menjadi ikon Ristreeto
Mural ‘a lady with coffee and cigarette’ yang menjadi ikon Ristreeto | © Yuri Nasution
Heru Pranata, pemilik Ristreeto Coffeeshop
Heru Pranata, pemilik Ristreeto Coffeeshop | © Yuri Nasution

Adalah Heru Pranata yang menuangkan ide-ide di atas menjadi sebuah kedai kopi yang dinamakan Ristreeto ini. Berawal dari hobi minum ngopi, ayah satu anak ini kemudian mendirikan Ristreeto yang diharapkan bisa menjadi solusi alternatif coffeeshop keren dengan harga miring sehingga cocok dikunjungi anak muda. Anak muda yang ingin menghabiskan waktu dengan mengerjakan tugas kuliah, bekerja maupun sekedar ngumpul-ngumpul bisa menghabiskan waktu di Ristreeto. Dan kisaran harga ngopi memang cukup murah di Ristreeto. Cukup merogoh kocek sekitar Rp 16.000-Rp 28.000 saja, pengunjung dapat menikmati kopi arabika premium baik yang biasa maupun blend.

Meski cukup murah, kopi yang disajikan adalah kopi arabika kualitas wahid yang diambil langsung dari petani kopi di beberapa wilayah Sumatera bagian utara. Sebut saja Sipirok, Mandailing, Gayo, Simalungun, dan Karo. Ada juga kopi luar Sumatera yang tersedia yaitu Toraja dan Bali Kintamani. Namun kopi Sumatera merupakan varian paling laris, karena paling banyak tersedia dan memiliki rasa tajam yang akrab di lidah para pengunjung. Ristreeto juga menyediakan jenis makanan yang beragam dengan harga yang juga cukup murah, seperti mie instan olahan, nasi perang/nasi kucing, sandwich, dan masih banyak lainnya.

Heru Pranata terkesan tidak memiliki niat yang muluk-muluk amat ketika membuka kedai kopi ini. Heru tidak mencari barista yang telah mahir dalam meracik kopi, namun memilih untuk ‘gerilya’ ke sekolah kejuruan untuk mencari siswa tata boga yang berminat menjadi barista di kedai kopinya. Heru memilih untuk berproses dari nol bersama dua calon barista yang dipilihnya kala itu, Very dan Yusuf. “Bagi saya mereka bukan karyawan melainkan adalah teman-teman saya, karena kami belajar dan berproses bersama sejak awal”, tegasnya.

Heru sendirilah yang mengajarkan segala hal tentang perkopian kepada kedua baristanya. Selain itu, Heru juga pernah mendatangkan barista profesional dari Bandung untuk mengajari kedua temannya lebih dalam lagi tentang cara meracik kopi yang baik. Dan proses itu telah tampak hasilnya kini. Kopi racikan Very dan Yusuf sangat nikmat di lidah, dengan tampilan kopi yang terlihat seperti hasil karya seorang barista profesional.

Owner Ristreeto, Heru, tampak sedang mendiskusikan pemilihan biji kopi yang baik bersama kedua baristanya
Owner Ristreeto, Heru, tampak sedang mendiskusikan pemilihan biji kopi yang baik bersama kedua baristanya | © Yuri Nasution
Para pengunjung tampak ikut melebur dalam suasana keakraban ketika merayakan ulang tahun salah seorang pengunjung lainnya
Para pengunjung tampak ikut melebur dalam suasana keakraban ketika merayakan ulang tahun salah seorang pengunjung lainnya | © Yuri Nasution

Niat awal Heru untuk menghadirkan sebuah coffeeshop chic dan keren dengan kualitas kopi premium namun dengan harga bersahabat mulai terwujud. Kedai kopi yang buka setiap hari mulai pukul 10.00-23.00 ini kini mulai ramai dikunjungi penikmat kopi, terutama anak muda. Dan ciri khas kedai kopi kecil yang selalu tidak hanya menjadi tempat ngopi, namun menjadi ruang untuk menciptakan komunitas pertemanan baru, juga ditemukan di Ristreeto. Para pengunjung yang awalnya hanya iseng mendatangi Ristreeto dan kebanyakan tidak saling mengenal, kini sudah menjalin pertemanan yang akrab antar sesama pengunjung. Suasana hangat semakin terasa dengan adanya tiga orang barista yang selalu siap meracik serta mengantarkan kopi kepada pengunjung dengan senyum dan joke ringankhas Medan.

Perlahan namun pasti, Ristreeto kini beranjak menjadi salah satu coffeeshop yang diperhitungkan di kota Medan. Ketika ditanya apakah Heru ingin memperluas ekspansi bisnis dengan memperluas bangunan ataupun membuka cabang, ia hanya tertawa mendengar pertanyaan tersebut. ”Kita nikmati sajalah dulu yang sekarang ini. Kopi bukan soal persaingan, ia soal kenikmatan”, ujarnya.

Maka, tunggu apalagi. Mari ramekan Ristreeto; menikmati kopi enaksembari menciptakan pertemanan baru tanpa perlu berpanas-panas ria ketika tiba waktunya untuk merokok.

Yuri Nasution

Perempuan Batak biasa