Mengenal Kopi Sulawesi Tengah

Kebun kopi di Desa Peana, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi.
Kebun kopi di Desa Peana, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi. | © Neni Muhidin

Data Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah yang terbit tahun 2016 menunjukkan, dari 13 daerah otonom di Provinsi Sulawesi Tengah (ada 12 kabupaten dan 1 kota), hanya Palu yang tidak punya tanaman kopi.

Kabupaten/Kota
Kopi
Luas Areal (Ha)
Produksi (Ton)
1. Banggai Kepulauan573,37
2. Banggai800277,00
3. Morowali583110,05
4. Poso1.6081.467,00
5. Donggala667339,30
6. Tolitoli62123,18
7. Buol627187,22
8. Parigi Moutong44596,20
9. Tojo Una-Una425226,92
10. Sigi2.588331,00
11. Banggai Laut90,15
12. Morowali Utara369,10
13. Palu
Total8.4663.070,49

Data ini menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi adalah kabupaten dengan luas areal penanaman kopi terbesar di Sulawesi Tengah, meski di saat yang bersamaan, tidak lebih banyak dalam hal produksi dibanding Kabupaten Poso atau masih dekat angkanya dengan Donggala yang punya Sojol, pegunungan tertinggi di Sulawesi Tengah (3.226 mdpl atau 10.584 kaki) yang bahkan cocok untuk menanam arabika. Produksi terbesar kopi di Sulawesi Tengah adalah jenis robusta.

Dalam Buku Pintar Kopi (2011) karya Edy Panggabean tercatat, data tahun 2006 tentang penghasil kopi terbesar di Sulawesi Tengah adalah Kecamatan Bungku Utara di kabupaten pemekaran di Morowali Utara (18,13 ton). Ada perubahan dalam dunia perkopian di Sulawesi Tengah dalam satu dekade terakhir.

Dibanding daerah lainnya di Sulawesi Tengah, Sigi dan Poso memang memiliki sejarah panjang tentang kopi. Secara geografis mereka memang bertetangga. Kebun-kebun kopi yang ditanam sejak era kolonialisme Belanda itu, letaknya ada di ketinggian dari permukaan laut yang cukup untuk budidaya kopi. Tanaman kopi menyebar dari pedalaman di kawasan Taman Nasional Lore Lindu, Kulawi, Pipikoro, Palolo di Kabupaten Sigi, dan di tiga lembah legenda yang terkenal oleh tinggalan sejarah megalit: Napu, Bada, dan Besoa di Kabupaten Poso.

Dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Sigi, 4 kecamatan dengan luas areal tanam kopi terbesar adalah Kulawi (1.179,8 Ha), Pipikoro (639 Ha), Lindu (574 Ha), dan Palolo (168 Ha). Data ini mengasumsikan satu hal. Di Sigi, kopi belum semassif menjadi komoditi dibanding Poso yang hasil produksinya telah menjadi kebutuhan industri nasional bersama kopi-kopi robusta dari daerah lainnya. Dalam konteks agribisnis, produksi kopi Sigi baru menjawab kebutuhan lokal: pasar-pasar tradisional dan warung-warung kopi di sekitar Palu.

Di beberapa sentra penananam kopi di Sigi, kopi lebih cenderung dimaknai sebagai agrikultur, tanaman tumpang sari yang tumbuh bersama tanaman kakao (coklat) yang jauh lebih luas areal tanamnya oleh pertimbangan harga jual. Luas areal tanaman kakao (coklat) di Sigi seluas 28.161,3 Ha. Luas areal tanam kopi di seluruh Sulawesi Tengah saja belum sampai separuhnya.

Tanaman kopi yang didekati dengan budaya itu dapat ditemui di Pipikoro. Di sana, kopi ditanam di seluruh desa yang ada di kecamatan itu. Di ibu kota kecamatan di Desa Peana, misalnya, kopi menjadi tanaman utama di beberapa titik perkebunan dan tidak dibudidaya sebagai tanaman tumpang sari. Pendekatan budaya itu hingga ke sortasi biji kopi yang diproduksi saat panen sela. Sebuah kisah unik dari budaya kopi di Pipikoro ini dikenal dengan Kopi Toratima yang dalam bahasa lokal bermakna “yang dipungut”.

Toratima adalah hasil panen alamiah yang dilakukan oleh dua binatang malam (nokturnal) yang oleh penyebutan lokal disebut Tangali dan Paniki. Tangali adalah sejenis mamalia berkantung yang lebih dikenal awam sebagai Kuskus, dan Paniki adalah kelelawar. Dua binatang ini memetik dari tangkai buah-buah kopi yang sudah merah (red cherry), mengunyah kulit buahnya, dan membuangnya ke tanah. Petani mengumpulkan hasil buangan dua binatang itu dan memisahkannya dari buah yang mereka petik.

Menyuguhi tamu kopi Toratima atau menjadikannya cinderamata, juga menikmatinya bersama keluarga, menjadikan kopi dari hasil panen Toratima yang dianggap punya cita rasa berbeda dengan hasil olahan kopi dari panen biasa itu telah bermakna budaya.

Pengeringan biji kopi petani di Desa Mekar Sari, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso.
Pengeringan biji kopi petani di Desa Mekar Sari, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso. | © Neni Muhidin

Wacana agribisnis kopi di Sulawesi Tengah, khususnya di Sigi dan Poso, adalah wacana tentang pembibitan. Bibit kopi Lampung jenis robusta banyak ditanam dan dikembangkan di Lembah Napu dan sekitarnya untuk menjawab kebutuhan industri kopi nasional.

Di Desa Mekar Sari, Kecamatan Lore Timur, pengembangannya telah dilakukan oleh petani-petani transmigran dari daerah sentra penghasil kopi di sebagian besar wilayah di Jawa Timur. Kopi bagi para petani transmigran dari sebagian besar Banyuwangi dan Jember yang tinggal di sana sejak dekade 90an itu tentu bukan sesuatu yang asing. Sejak awal milenium, bibit kopi robusta asal Lampung yang mudah perawatannya dan cepat panen itu ditanam di sana. Jika di Sigi kopi tidak berjauhan dengan kakao, di Lembah Napu di Poso, kopi berdekatan dengan sayuran yang menjadi komoditi yang memberi pendapatan utama selain kopi.

Ada ikhtiar dari para pemangku kepentingan untuk mengadvokasi pengadaan bibit kopi. Karsa Institute yang bekerja untuk pemberdayaan petani di sebagian besar wilayah di Sigi, berharap ada moratorium untuk pengadaan bibit kopi Lampung. Rahmat Saleh, Direktur Karsa mengatakan (11/4), Sigi punya potensi untuk bibit kopi lokal. Petani menyebutnya kopi kampung. Pengembangan bibit lokal itu menurut Rahmat akan meningkatkan pendapatan petani dan mutu kopi.

Soalnya kemudian adalah sertifikasi. Kopi Sigi belum mematenkan Indikasi Geografis yang didaftar melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Sertifikasi ini dibutuhkan untuk melindungi dan mengembangkan produk khas lokal, termasuk bibit kopi, termasuk di antaranya peningkatan kesejahteraan petani kopi.

Neni Muhidin

Pegiat literasi di Perpustakaan Mini Nemu Buku (PMNB) Palu, penikmat kopi, dan bercita-cita menulis feature tentang kedai kopi yang paling dekat dari stadion Old Trafford di kota Manchester.