Mencari Pendamping Ideal untuk Pohon Kopi

Kebun kopi percontohan di Puslitkoka dengan lamtoro sebagai tanaman penaung
Kebun kopi percontohan di Puslitkoka dengan lamtoro sebagai tanaman penaung | © Fawaz

Ketika Tim Ekspedisi Kopi Miko berkunjung ke perkebunan kopi di sekitar Jember, di tiap kebun kopi terdapat tanaman yang sengaja ditanam bersandingan dengan pohon-pohon kopi. Biasanya disebut sebagai tanaman pendamping atau penaung pohon kopi. Tanaman itu ditanam oleh para petani kopi atau pihak Perhutani sebagai pemilik lahan. Selain berfungsi menaungi pohon kopi, tanaman itu juga dimanfaatkan hasilnya.

Beberapa jenis tanaman penaung yang banyak ditemukan di perkebunan kopi di sekitar Jember adalah tanaman penaung produktif, sengon, mahoni, alpokat, durian, pisang, petai, dan beberapa jenis tanaman buah lain. Jenis sengon dan mahoni, yang dimanfaatkan adalah kayunya, sedang yang lainnya adalah tanaman penghasil buah-buahan.

Pendapat Dwi Nugroho, salah seorang peneliti kopi di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka), Jember, ada 4 syarat utama sebuah tanaman bisa digunakan sebagai tanaman penaung di kebun kopi. Pertama, tanaman penaung tidak sepenuhnya menghalangi cahaya matahari menuju pohon kopi. Pohon kopi membutuhkan cahaya matahari yang cukup dan teratur, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Jadi fungsi tanaman penaung untuk mengendalikan cahaya matahari menuju pohon kopi.

Kedua, saat musim kemarau daun dari tanaman tidak gugur. Karena jika menggunakan tanaman penaung yang daunnya gugur di musim kemarau, cahaya matahari yang langsung mengenai pohon kopi terlalu banyak, hal ini bisa menyebabkan daun pohon kopi mengering. Selain itu daun yang berguguran juga bisa memengaruhi kondisi dan kualitas tanah.

Syarat yang ketiga, tanaman penaung harus memiliki akar yang dalam. Fungsi utamanya menguatkan struktur tanah agar tidak mudah longsor. Kemudian akar yang dalam tidak mengganggu akar dari pohon kopi yang relatif dangkal sehingga tidak terjadi persaingan memperebutkan unsur hara tanah. Akar tanaman penaung yang dalam juga mampu menyerap unsur-unsur hara semisal nitrogen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pohon kopi.

Yang terakhir, dahan-dahan tanaman penaung jika dipangkas bisa tumbuh dengan cepat dan tidak mengganggu kondisi tanaman. Ini bertujuan untuk mengendalikan cahaya matahari yang menyinari perkebunan kopi. Empat syarat utama itu bisa ditemukan pada tanaman jenis lamtoro (Leucaena leucocephala). Idealnya, perbandingan tanaman penaung dengan pohon kopi, satu berbanding empat.

Dwi Nugroho
Dwi Nugroho | © Fawaz

Masih menurut Dwi Nugroho, ada dua jenis tanaman penaung, tanaman penaung sementara dan tanaman penaung tetap. Penaung sementara biasanya ditanam sekitar satu tahun sebelum bibit kopi ditanam. Tanaman-tanaman yang cocok untuk penaung sementara adalah tanaman-tanaman keras yang pertumbuhannya relatif cepat. Dwi Nugroho menyebutkan tiga jenis tanaman yang cocok digunakan untuk penaung sementara, Moghania machropylla dan Tephrosia candida, keduanya dari jenis tanaman kacang-kacangan. Satu lagi tanaman yang cocok untuk penaung sementara adalah Crotalaria sp. Tanaman ini kususnya digunakan di wilayah yang endemik nematoda, cacing yang dapat merusak akar pohon kopi.

Penaung tetap ditanam setelah bibit kopi yang ditanam mulai membesar, biasanya setahun setelah penanaman. Pihak Puslitkoka merekomendasikan tanaman lamtoro sebagai tanaman yang paling baik digunakan sebagai tanaman penaung.

Tetapi saat kami berkunjung ke kebun kopi di sekitar Jember, jarang sekali petani menggunakan lamtoro sebagai tanaman penaung di kebun kopi mereka. Nilai ekonomis yang jadi alasan, karena lamtoro tidak memiliki fungsi lain selain sebagai tanaman penaung, sehingga petani tidak bisa mendapat penghasilan tambahan dari sana. Lain halnya dengan tanaman kayu keras atau buah-buahan yang bisa mendatangkan pendapatan tambahan bagi petani.

Nugroho menolak istilah ‘penaung produktif’ untuk tanaman-tanaman produktif yang ditanam di kebun kopi. Karena, alih-alih menjadi tanaman penaung, kebanyakan malah mengganggu produktifitas hasil kopi. Pohon durian yang banyak digunakan sebagai penaung, daunnya banyak gugur di musim kemarau, ini mengganggu unsur hara di tanah dan tidak maksimal mengendalikan cahaya matahari yang masuk. Lalu pohon pisang, ini lebih berbahaya karena menjadi tempat bersarangnya nematoda yang bisa merusak pohon kopi. Sengon dan mahoni akarnya mengganggu akar pohon kopi, saat dipanen malah bisa merusak kebun kopi. Ia lebih senang menyebut sistem itu sebagai pertanian tumpang sari dibanding tanaman penaung bagi perkebunan kopi.

Ekspedisi Kopi Miko

Fawaz

Volunteer Sokola Rimba

  • Rusmi S. Wiyati

    Kalau kelapa, gimana mas? Sudah dicoba?