Memurnikan Cinta pada Seduhan Kopi Hijau

Kopi Bubuk Waris
Kopi Bubuk Waris | © Ni’matun Naharin

Apalah artinya kegemaran ngopi jika kamu belum menikmati cita rasa mantap Kopi Hijau khas Tulungagung ini.

Kopi merupakan minuman nikmat untuk diseduh setiap hari. Setiap daerah mempunyai cita rasa kopi yang berbeda-beda. Hal ini kadang disebabkan tanah tempat menanam biji kopi, cara meracik, hingga cara penyajiannya. Perbedaan ini menjadikan kopi di setiap daerah berbeda-beda. Sebagai pecinta kopi, tentu tidak lengkap rasanya jika kamu tidak menyeruput nikmatnya sehari saja.

Tulungagung merupakan kabupaten kecil yang terletak di pesisir pantai Selatan Jawa Timur. Jika akan berkunjung ke Malang atau Blitar, kamu pasti akan melewati Tulungagung. Tulungagung tidak terlalu sulit untuk ditemukan, cukup buka Google Maps maka kamu bisa menemukan kota kecil ini. Sudah sejak lama kota ini terkenal dengan deretan warung kopinya. Warung kopi di Tulungagung merupakan suatu kewajiban yang pasti ada di setiap sudut kota bahkan pelosok desa sekalipun. Konon, menurut cerita, banyaknya warung kopi ini sudah ada sejak masa penjajahan. Mulanya, warung kopi sering digunakan untuk konsolidasi rakyat kecil melawan penjajah. Demikian warung kopi bertumbuh pesat sampai sekarang dan jumlahnya barangkali sudah tidak terhitung.

Seperti kebanyakan kota yang memiliki makanan atau minuman khasnya, misalnya ada namanya Kopi Toraja, Kopi Luwak, Kopi tubruk dan lain sebagainya. Begitu juga degan Tulungagung yang memiliki kopi khas, yaitu Kopi Hijau. Nama itu karena ketika diseduh, kopi ini berwarna hitam dan sedikit kehijauan. Tapi tunggu dulu, warna hijau ini bukan berasal dari pewarna, melainkan karena cara meraciknya yang membuatnya hijau.

Kopi hijau diolah dengan cara yang masih tradisional: disangrai dengan wajan yang terbuat dari tanah liat. Selain cara membuatnya yang tradisional, kita pun harus telaten. Sebab, cara ini memakan waktu yang lumayan lama. Sangrai dilakukan dengan tungku api yang memakai bahan bakar kayu, tidak dengan kompor gas. Setelah proses sangrai selesai, baru biji kopi dihaluskan menggunakan mesin. Ini sangat bertolak belakang dengan cara memasak biji kopinya.

Sebelum dihaluskan dengan mesin, biji kopi telah dicampur dengan racikan rahasia, yang sampai saat ini belum bisa kita peroleh resepnya. Itulah mengapa sampai saat ini belum ada yang mampu mengalahkan cita rasa kopi Hijau. Bahkan, cita rasanya setara dengan Kopi Jossnya Kota Yogyakarta. Ajaib bukan?

Saking terkenalnya, Kopi Hijau kini bahkan mengalahkan minuman yang disediakan kafe-kafe baru yang mulai bertumbuh di Tulungagung. Jika kita memasuki kafe baru yang tidak menjual Kopi Hijau, jangan harap akan laku sehingga Kopi Hijau kini tidak hanya bisa ditemukan di warung kopi kecil pinggir jalan, namun juga di kafe-kafe mewah ala-ala kota metropolitan. Nah, dari sekian banyak warung kopi, ada satu warung yang tidak pernah sepi pengunjung, yaitu Warung Kopi Mak Waris.

Warung Kopi Mak Waris mudah sekali untuk ditemukan. Jika dari arah Blitar, kamu bisa lurus ke arah Trenggalek dan berhenti di Desa Bolorejo. Di depan Kantor Desa Bolorejo, kamu akan menemukan gang masuk, nah, di sana akan terlihat antrean panjang di sebuah warung. Cukup dengan merogoh kocek RP 1.500, kamu sudah bisa menikmati secangkir Kopi Hijau khas Tulungagung buatan Mak Waris. Murah bukan? Cukuplah untuk memenuhi hasrat nyethe (ampas Kopi yang dibalutkan pada rokok). Dengan terjangkaunya harga ini pun, semakin melestarikan budaya nyethe yang menjadi ciri masyarakat Tulungagung.

Warung Kopi Mak Waris tidak hanya menjual Kopi Hijau yang sudah diseduh, ada juga yang dibungkus untuk oleh-oleh. Seingat saya, Kopi Hijau bungkus dibandrol RP 25.000 ukuran 0.5 kilogram, sementara per ons dihargai RP 6.000 saja. Sangat ramah kantong. Selain rasa dan aroma yang tiada duanya, kamu bisa menjalankan skema penghematan dana buat ngopi juga loh. Bahkan saat ini, Kopi Hijau telah didistribusikan keluar kota Tulungagung sehingga bisa dinikmati oleh orang banyak.

Meski begitu, kamu wajib mencoba seduhan kopi dari Warung Kopi Mak Waris langsung. Nah, bagaimana kamu tertarik dengan Kopi Hijau khas Tulungagung ini? Ayok lekas pesan tiket kereta dan main-mainlah ke Tulungagung. Percayalah, cintamu pada kopi belum kaffah jika belum pernah merasakan Kopi Hijau Khas Tulungagung ini.

Ni'matun Naharin

Tukang ngalas yang suka kuliner dan belajar nulis.