Makan Malam Vintage di Cikini

Nuansa vintage alias jadul selalu punya penggemar. Banyak orang menyukai yang vintage-vintage, baik untuk dekorasi rumah, fashion style, kendaraan hingga makanan. Nah, jika kamu termasuk salah satu pecinta vintage things, coba deh jadwalkan makan malam di restoran bernama “Loteng Cikini” ini.

Seperti namanya, Loteng Cikini memang literally terletak di lantai atas yang menyerupai loteng. Lokasi tepatnya ada di Jl.Cikini Raya, No.15, Menteng, Jakarta Selatan. Tepat di seberang Menteng Huis, satu deret dengan Kedai Tjikini dan Bakoel Koffie. Kalau lokasinya di situ, sudah pasti dong ya suasana yang ditawarkan adalah suasana tempo dulu yang klasik dan tetap menarik.

Untuk mencari restoran ini memang tidak mudah karena letaknya di lantai atas, pintu masuknya berupa lorong kecil dan tidak ada papan nama yang tampak mencolok. Jadi, kamu harus lebih teliti lihat sana-sini. Pintu masuk Loteng Cikini bisa kamu temukan nyelip diantara Kedai Tjikini dan Sanggar Antik Decoration.

Dari pintu masuk saja, kesan vintage yang klasik sudah mulai terasa. Pintu masuknya berbahan kayu dengan cat warna putih bersih dengan kaca bening di setengah bagian atasnya. Memasuki pintu, kamu akan langsung disambut oleh tangga kayu tinggi berhias deretan pigura dan lampu berdesain klasik yang menggantung di dinding kiri dan kanannya.

Tangga setinggi satu lantai ini bagaikan lorong waktu, karena di ujung tangga kamu akan menemukan pintu kayu yang setelah dibuka, rasanya seperti memasuki restoran di jaman Jakarta masih bernama Batavia. Dekorasi klasik sangat kental terasa di ruangan ini.

Frame penghias dinding
Frame penghias dinding | © Nana Kusuma
Ruangan Berdominasi Merah Hitam
Ruangan Berdominasi Merah Hitam | © Nana Kusuma

Ruangan pertama didominasi warna putih dan krem. Penerangan dibuat tidak terlalu terang dari lampu-lampu gantung, dindingnya dipenuhi berbagai pajangan berupa lukisan, poster film jadul dan frame-frame kosong kotak berwarna kuning dan merah.

Ruangan kedua merupakan area merokok. Dekorasinya sama dengan ruangan pertama yang didominasi warna putih. Sofa-sofa kulit yang nyaman berwarna krem akan membuat kamu betah berlama-lama duduk di sana. Yang terasa istimewa di area merokok ini adalah adanya jendela lebar dengan tirai tile putih yang menghadap keluar. Dari jendela, kamu bisa melihat kendaraan berlalu lalang di jalanan depan restoran dan di area sekitar Menteng Huis.

Ruangan ketiga tampak kontras jika dibandingkan dengan dua ruangan sebelumnya. Berbeda dengan dua ruangan lainnya, ruangan ini didominasi warna merah, hitam dan coklat tua. Setengah temboknya bermotif garis-garis merah hitam, sedangkan setengah sisanya berlapis kayu warna coklat tua. Meskipun menggunakan meja marmer putih yang sama dengan ruangan lainnya, tapi kursi-kursi kayu berwarna coklat tua dan merah. Jika dua ruangan lain memberikan kesan bersih dan tenang, ruangan ketiga ini terkesan hangat dan lebih membangkitkan semangat.

Sup Jamur
Sup Jamur | © Nana Kusuma

Jika mata sudah dimanjakan dengan suasana vintage di restoran ini, saatnya lidah dimanjakan oleh menu-menu yang disajikan. Di Loteng Cikini, kamu akan menemukan berbagai sajian khas Indonesia dan Western. Dari makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup, makanan kecil hingga berbagai jenis minuman panas dan dingin bisa jadi pilihan.

Yang saya pesan adalah perpaduan Indonesia dan western. Karena saya datang malam, teh hangat yang disajikan dengan teko keramik dan cangkir bermotif batik menjadi pilihan saya.

Selanjutnya, saya memilih mushroom soup atau sup jamur sebagai makanan pembuka. Sup jamur disajikan bersama sepotong roti bun tawar. Rasa supnya creamy dan gurih, sedangkan rotinya cukup lembut. Porsinya sedikit agak kebanyakan untuk ukuran makanan pembuka.

Makanan utama yang jadi pilihan saya adalah sup buntut. Rasanya sangat pas, daging buntutnya pun empuk dan gurih. Disantap dengan seporsi nasi putih hangat, dijamin akan bikin kamu ingin balik lagi ke Loteng Cikini.

Sop Buntut
Sop Buntut | © Nana Kusuma
Baba Au Rhum
Baba Au Rhum | © Nana Kusuma

Menu yang paling mengesankan adalah makanan penutup yang bernama Baba Au Rhum. Baba Au Rhum ini adalah kue semacam donat yang setelah digoreng, direndam dengan rhum kemudian disajikan dengan satu scoop rhum raisin vanilla ice cream. Ketika disajikan, aroma rhum yang kuat sudah terasa. Perpaduan kue rhum yang tidak terlalu manis dengan es krim vanila kismis yang manis merupakan rasa istimewa yang tak terlupakan.

Baba Au Rhum ini merupakan makanan penutup yang berasal dari Perancis. Baba au rhum tidak selalu disajikan dengan es krim, terkadang diberi topping whipped cream di atasnya seperti cupcake. Jika kamu ke Perancis atau negara-negara lain di Eropa Timur dan menemukan menu “Baba” di toko-toko, yang dimaksud adalah Baba Au Rhum ini.

Banyak menu lain yang belum sempat saya coba, jadi kalau penasaran, buruan deh cicipi langsung ke Loteng Cikini. Restoran ini buka setiap Selasa-Minggu jam 11.30-22.00 WIB. Dari perbincangan dengan pemilik restoran, katanya mereka akan menghilangkan beberapa menu yang selama ini kurang diminati pengunjung dan hanya akan fokus pada menu-menu yang banyak penggemarnya saja.

Pemilik Loteng Cikini ini sangat ramah dan terbuka pada kritikan. Jadi kalau menu yang disajikan menurut kamu rasanya ada yang kurang atau kelebihan, jangan sungkan menyampaikan pendapatmu ya!

Nana Kusuma

Suka membaca, suka jalan-jalan, suka belajar menulis apa saja. Catatan visual bisa diintip di akun instagram @nanakunanaku.