Macet Membawa Berkah

One Fifteenth Coffee Gandaria
Atmosfir One Fifteenth Coffee Gandaria yang ramai tapi tetap terasa lapang. © Farchan Noor Rachman

Kedai kopi di Jakarta bak jamur di musim hujan, merebak. Tapi dari sekian banyak kedai kopi yang meramaikan ibukota sedikit sekali yang meninggalkan kesan. Saya menemukan satu dari sedikit kedai kopi tersebut, One Fifteenth Coffee Gandaria. Kedai kopi yang memberikan kesan baik dan memiliki specialty.

One Fifteenth Coffee Gandaria ini saya kunjungi ketika tak sengaja menghindari kemacetan, jalurnya sama dengan jalur pulang ke rumah dari Semanggi ke Bintaro. Saya masuk dan terkesan dengan penataan interiornya yang artistik dan hommy.

Karena sebelumnya nir informasi tentang kafe ini, segera saya menghubungi Andi, seorang sahabat sekaligus snobs coffee, julukan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Meminta rekomendasi racikan kopi apa yang seharusnya saya pilih.

“Lattenya enak di sana.” Satu referensi dari Andi meluncur dan sekaligus langsung menjadi pilihan saya.

Barista Juara Dan Biji Kopi Istimewa

Kedai One Fifteenth Coffee Gandaria lantas menjadi spesial, tak lain karena barista-barista yang ada di sana. Ada Dody Samsura, salah satu barista terbaik di tanah air yang bergabung dalam line-up One Fifteen Coffee. Bagaimana tidak, ia penyabet gelar barista terbaik di tanah air tahun 2011 dan 2012. Maka jika peracik kopinya bertangan midas, tak diragukan lagi hasil racikan kopinya pun pastilah emas.

Jika tangan peraciknya midas, maka kopi-kopi yang disajikan pun berkelas. One Fifteenth Coffee Gandaria lazim mendatangkan kopi-kopi terbaik, kopi-kopi istimewa dari seluruh penjuru dunia. Kopi ini diracik, diolah dan disajikan kepada pengunjung.

Eksperimen dengan kopi istimewa di tangan barista juara tentunya menempatkan kafe ini patut dijadikan referensi untuk ngopi di Jakarta. Maka sebuah keberuntungan, saya yang awalnya hanya berniat menghindari macet namun justru masuk ke salah satu rumah kopi terbaik di Jakarta yang pernah saya kunjungi.

One Fifteenth Coffee Gandaria
Seorang barista meracik kopi dengan metode pour over. © Farchan Noor Rachman

Menuruti Andi, saya memesan secangkir latte, kopi dengan campuran susu. Memang sebenarnya latte bukanlah favorit saya, namun karena Andi yang mereferensikan maka saya pun turut memesannya.

Kedai kopi ini dibilang lengkap. Berbagai racikan kopi bisa disajikan. Manual brewing, espresso, v360, cappucino, latte, sampai racikan non kopi pun disediakan. Selain itu juga ada makanan pendamping yang disediakan dan bisa dipesan.

Ketika menyesap latte pesanan saya untuk pertama kali ada gelegak rasa yang khas. Takaran antara biji kopi dan susunya bertaut pas. Ketika menyentuh lidah pertama kali, susu dengan lembut akan menyapa, namun lambat laun menyeruak dari balik lembut susu, ada rasa asam dan pahit yang menyerbu. Susu sebagai pengantar dan asam-pahit kopi sebagai pelengkap.

Ibarat sebuah orkestrasi, latte yang saya pesan di sini adalah orkestra yang lengkap. Ada musik pembuka, ada musik penutup dan ada barista sebagai konduktor yang bisa menghantarkan komposisi yang menggelegar.

Latte yang sempurna, persis seperti apa yang Andi bilang.

One Fifteenth Coffee Gandaria
Latte yang super. © Farchan Noor Rachman

Ambience Yang Sempurna

Soal ngopi memang bukan soal sesapan kopinya. Tapi juga tempatnya. Pabila tempatnya nyaman dan cantik, kepuasan minum kopi pun akan lengkap. Di awal saya sudah mengutarakan bahwa saya terkesan dengan penataan interior di sini dan memang begitulah adanya.

Ruangan utamanya luas, dengan bar panjang di sisi ruangan, kiranya jika 50-60 atau bahkan 100 pengunjung pun mungkin masih muat. Kemudian pencahayaannya pun mendukung, terkadang saya menemui kedai kopi yang terlalu remang.

Apakah kedai kopi identik dengan keremangan? Tidak tentunya. Untuk saya One Fifteen Coffee menyamankan mata, apalagi jika saya ke sini untuk menulis, pencahayaan ruangan ini sangat menyamankan mata.

Satu poin yang akan membuat saya kembali atau bahkan menjadi langganan kedai kopi ini.

One Fifteenth Coffee Gandaria
Beberapa jenis kopi hasil sangrai Morph Coffee. © Farchan Noor Rachman

Bagaimana soal harga? Kopi barangkali adalah komoditi yang menganut ada harga ada rasa. Saya sepakat, kopi istimewa tentu layak dihargai istimewa. Namun demikian harga racikan kopi di One Fifteenth Coffee Gandaria masih lebih murah daripada waralaba kopi luar negeri.

Soal makanan saya tidak bisa berkomentar karena saya semata hanya pesan kopi, saya tidak memesan satu pun makanan di sini. Namun range harganya makanan di sini antara 40-80 ribu, tergantung jenis makanannya.

Jika ingin membawa pulang biji kopi dari sini pun bisa, One Fifteen Coffee menyediakan bungkusan biji kopi pilihan yang bisa dibeli. Sepanjang catatan saya ada Jawa, Toraja, Dolok sanggul, Nicaragua dan beberapa lagi yang terlewat saya catat.

Biji kopi yang dijual ataupun disajikan pada pengunjung di juga spesial karena di-roasting oleh Morph Coffee, salah satu roastery kopi terbaik di Jakarta yang terkenal dengan quality control yang ketat. Jadi adalah pilihan tepat untuk membawa pulang kopi dari sini.

Omong-omong setelah menikmati kopi nikmat dari tangan barista terbaik, saya tak bisa lebih berterima kasih dari ini dan saya anggap juga bertandang ke One Fifteenth Coffee Gandaria ini adalah berkah. Karena memang saya seharusnya merutuki macet sepanjang Gandaria dan saya diselamatkan dari neraka kemacetan dengan latte yang spesial.

Macet rupanya menjadi berkah dan menyicip kopi dari One Fifteenth Coffee Gandaria adalah kebetulan yang menyenangkan.

Tabik.

Farchan Noor Rachman

Pecinta amatir kopi. Lebih suka ngopi di warung daripada di kedai kopi. Tentunya karena urusan isi dompet.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405