Local Heroes 2016, Menyaksikan Aksi Panggung Tiga Pentolan Musik Yogyakarta

Saya tiba di stadion Kridosono sekitar pukul 17.00. Di sisi pintu timur stadion, beberapa teman fotografer yang hendak memotret konser sudah datang terlebih dahulu. Ada Setiyoko Agus, Angga Arief, dan Bebexrock dari komunitas fotografi Dagelan Mataram. Kami datang memenuhi undangan dari Komunitas Djokja untuk meliput Konser musik yang baru pertama kali diselenggarakan, yakni; Local Heroes 2016. Grup band yang tampil di acara ini benar-benar Local Heroes Yogyakarta; ShaggyDog, Endank Soekamti, dan Sheila on 7.

Gerbang stadion sudah dibuka sejak pukul 15.00. Tapi hari masih terlalu dini bagi kami untuk masuk ke dalam stadion. Jadilah kami ngangkring terlebih dulu sembari menunggu beberapa teman yang lain. Sambil udud dan minum teh hangat kami ngobrol dan gojek ngalor ngidul khas Komunitas Dagelan Mataram. Sayangnya, pentolan Komunitas Dagelan Mataram, Bimo Pradityo, sedang ada acara hunting foto ke pulau Komodo menemani artis ibukota, sehingga tidak bisa ikut meliput konser.

Semakin gelap penonton makin banyak berdatangan baik. Mulai dari Sheilagank, Doggies, serta Kamtis telah siap meramaikan konser perdana pentolan musik Yogya ini. Rata-rata usia mereka masih belia. Dan yang paling militan diantara ketiga penggemar band tadi, adalah Kamtis yang banyak membawa atribut baik kaos maupun spanduk sebagai penanda kelompok ini. Para penggemar band Endank Soekamti ini datang dari berbagai wilayah. Ada Kamtis Dawet Ayu Banjarnegara, Kamtis Klaten, Kamtis Kuncen, dan masih banyak lagi.

Sementara penonton semakin ramai, langit justru semakin mendung. Gelap. Saya yakin panitia deg-degan dan cemas dengan kondisi cuaca malam ini. Terlihat dari tempat saya duduk, beberapa teman yang ditunggu mulai berdatangan. Kedatangan mereka disambut dengan turunnya hujan deras yang membuat semua orang berhamburan menuju tenda yang disediakan panitia. Ada yang ke tenda media center, ada yang menuju booth pakaian dan sebagian lagi berteduh di angkringan. Untungnya, hujan tak begitu lama menumpahkan tangisnya.

Ketika semua teman telah datang, kami memutuskan untuk masuk ke dalam stadion. Kira-kira, waktu menunjukan pukul 19.30 saat kami memasuki area konser. Meski tidak berlangsung lama, namun hujan tadi tetap membuat lapangan tergenang air. Untungnya, kondisi tanah yang becek tidak menyurutkan antusias penonton yang hadir. Sebagai fotografer yang telaten, saya lekas menuju tengah lapangan yang menghadap panggung karena ingin mengambil gambar lanskap panggung dan penonton.

Genangan air sisa hujan di sekitar booth
Genangan air sisa hujan di sekitar booth | © Eko Susanto
Fotowall
Fotowall | © Eko Susanto

Pertunjukan dimulai dengan penampulan ShaggyDog yang membawakan lagu Kembali Berdansa. Seolah tersihir penampilan ShaggyDog, para penonton berdansa kesana-kemari tanpa menghiraukan lapangan yang becek. Semua berjingkrak melepas penat kegiatan sehari-hari. Di lapangan, baik Doggies, Sheilagank, maupun Kamtis bersatu berjingkrak. Tak ada sekat tak ada permusuhan, yang ada hanya kegembiraan. Dan semua ini disatukan oleh musik.

Setelah ShaggyDog menyelesaikan penampilannya, para pembawa acara masuk untuk mengisi jeda sebelum penampilan band setelahnya. Sembari menunggu, para penonton menyebar ke sekeliling arena untuk mengisi tenaga atau sekadar mengisi waktu yang kosong. Bagi para penonton yang ingin bersantai, acara ini menyediakan berbagai booth kuliner juga wall of fame untuk berfoto. Jadi mereka bisa menikmati kudapan juga minuman sambil ber-selfie ria di arena ini.

ShaggyDog on Stage
ShaggyDog on Stage | © Eko Susanto
Gitaris ShaggyDog
Gitaris ShaggyDog | © Eko Susanto

Local Heroes kedua yang tampil adalah Endank Soekamti. Pembawa acara segera mengabarkan agar Doggies maupun Sheilagank untuk mundur sejenak dan memberikan kesempatan para Kamtis untuk maju. Semua teratur dan saling menghormati.

Tiga orang personil Endank Soekamti naik panggung. Mereka mengenakan kostum Hero bertopeng dan langsung menggebrak dengan penampilan yang membahana. Saya tak begitu mengenal lagu-lagu Kamtis. Baru kali ini saya memotret aksi panggung mereka. Maka saya memutuskan untuk maju ke depan panggung dan melihat lebih dekat bagaimana aksi band ini.

Begitu dekatnya dengan panggung membuat saya harus mendongak untuk melihat aksi mereka. Basis grup ini, Erik berbadan kekar dan cenderung gempal dengan lengan bertato.. Gitarisnya bernama Dori dan sang drummer bernama Ari. Lagu “Aja Nesu” segera membahana mengawali aksi mereka.

prengat prengut lincip lambene (wooo)
ra penak banget suarane (wooo)
sumpah mecicil sawangane (wooo)
sajak arep metu matane (hoookyaaa)

Endank Soekamti Stage
Endank Soekamti Stage | © Eko Susanto
Endank Soekamti
Endank Soekamti | © Eko Susanto

Setelah mengambil beberapa jepretan dari bawah panggung saya keluar pagar lagi berbaur dengan penonton. Saya tidak nyaman memotret dengan bising sound yang terlalu dekat di depan panggung.

“Mari sedulur sedulur kita membuat lingkaran,” ajak Erik kepada penggemarnya malam itu.

“Mari kita berputar searah jarum jam dengan kedamaian,” tambahnya yang diikuti serempak para penggemarnya untuk membuat lingkaran dan berputar searah jarum jam. Penonton lain segera memberi ruang. Lingkaran semakin lebar dan banyak. Kamtis menguasai lapangan sambil berteriak: Wooo..oo.oooo hoho…

Lapangan yang becek di sana sini tak menjadi halangan Kamtis untuk berputar sambil bernyanyi. Sungguh malam yang luar biasa.

Usai mengabadikan kegembiraan Kamtis, giliran SheilaGank menguasai arena. Para Doggies dan Kamtis mundur untuk memberi ruang pada mereka di depan panggung. Semua teratur dan berlaku tertib. Saatnya para SheilaGank untuk berjoget di depan panggung.

Sheila on 7
Sheila on 7 | © Eko Susanto

Brian, drummer SO7 naik pertama kali disusul Eros Chandra lalu Adam serta Duta sang vokalis. Mereka menggebrak penonton dengan lagu “Pejantan Tangguh” yang segera membuat Sheilagank histeris. Mereka bernyanyi bersama. Yang berpasangan sambil memeluk kekasihnya yang lain selfie dengan latar panggung yang megah.

Tiga pahlawan Jogja, ShaggyDog, Endank Soekamti, dan Sheila on 7 tampil luar biasa memukau penonton. Penat akibat aktifitas sehari-hari lenyap terganti dengan keriangan yang menjalar ke semua arena konser. Meski baru kali perdana diadakan, tapi konser Local Heros 2016 berakhir dengan manis dan menyenangkan.

Eko Susanto

Fotografer partikelir, penikmat kopi robusta.

  • D Anggya Hapsari

    Makasih review manisnya mas eko