Kue Bulan di Purnama Tengah Musim Gugur

Tersebutlah seorang pemanah handal bernama Hou Yi. Ia beristrikan seorang yang rupawan berambut panjang. Chang’e namanya. Suatu hari, sepuluh matahari terbit bersamaan. Panasnya sungguh menyiksa manusia. Tak ada yang tahu bagaimana mengatasinya.

Hou Yi lalu memanah sembilan matahari. Menyisakan hanya satu untuk kehidupan di bumi. Sebagai balas jasa, seorang Dewa memberinya ramuan ajaib keabadian. Namun Hou Yi sangat mencintai istrinya. Ia tak ingin hidup abadi sendirian. Ia lalu meminta Chang’e untuk menyimpan ramuannya baik-baik.

Salah seorang murid Hou Yi mengetahui hal itu. Pada hari kelimabelas bulan delapan penanggalan cina, ketika Hou Yi sedang pergi berburu, sang murid mengendap-ngendap masuk rumahnya. Ia memaksa Chang’e memberikan ramuan itu. Chang’e menolak. Diminumnya sendiri ramuan keabadian itu, lalu melesat ke angkasa.

Chang’e memilih tinggal di bulan, agar bisa selalu dekat dengan suaminya. Ketika Hou Yi pulang dan mengetahui apa yang terjadi, hatinya sangat berduka. Ia lalu mempersembahkan buah-buahan dan kue kesukaan istrinya di pekarangan rumah. Kue berbentuk bulan purnama.

Demikianlah mitologi sang Dewi Bulan.

Kue bulan ala Tiongkok, isi wijen hitam dan biji teratai, dikemas dengan mewah
Kue bulan ala Tiongkok, isi wijen hitam dan biji teratai, dikemas dengan mewah. | © Fransisca Agustin
Kue bulan favorit yang paling banyak di pasaran, Sin Hap Hoat produksi Jakarta
Kue bulan favorit yang paling banyak di pasaran, Sin Hap Hoat produksi Jakarta. | © Fransisca Agustin

Festival kue bulan sendiri konon dimulai sejak masa Dinasti Yuan (1271-1368), sebuah dinasti Mongol yang kuat dan penuh pergolakan. Pada akhir masa dinasti itu, suku Han bermaksud ingin menggalang kekuatan untuk menggulingkan kerajaan. Mereka mencari cara agar dapat memberitahukan suku Han di tempat lain, kapan mereka akan menyerang bersama-sama.

Penasihat militer suku Han, Liu Bo Wen, menemukan ide cemerlang: menyelipkan kertas dalam kue bulan dan menjualnya hanya kepada orang suku Han. Isi tulisannya: pemberontakan pada malam Festival Tengah Musim Gugur (Mid-Autumn Festival).

Strategi berhasil. Sebuah pemberontakan besar terjadi. Suku Han menang. Sejak itu, orang-orang Tiongkok menyantap kue bulan pada Festival Tengah Musim Gugur.

Festival Kue Bulan dirayakan dengan berbagai kegiatan kesenian di Daratan Cina, Taiwan, Macau, Hongkong, juga Vietnam, Filipina dan pecinan-pecinan seluruh dunia. Ada parade topeng, lampion, barongsai, fortune teller, serta permainan-permainan lucu untuk anak-anak dan muda-mudi yang mencari jodoh.

Jenis buah-buahan yang dipersembahkan adalah apel, pir, persik, anggur, delima, melon, serta jeruk. Kue bulan yang disajikan, beragam isinya. Isi yang paling disukai adalah daging babi panggang yang dicampur bermacam biji-bijian seperti almond, walnut, wijen, kuaci biji melon, dan kuaci biji labu.

Untuk isian manis, yang terfavorit adalah pasta biji teratai, pasta kacang merah, dan pasta wijen hitam (pasta serupa yang ada di dalam bakpao manis). Kacang-kacang tersebut direbus atau disangrai, lalu diblender dan dicampur minyak kacang tanah sebelum ditumis.

Variasi kue bulan masa kini berisi pasta coklat, green tea, bahkan es krim. Jangan heran jika rasa kue bulan sangatlah manis. Manis merupakan simbol harapan nasib yang manis.

Kue bulan adalah kue panggang yang pada umumnya terbuat dari tepung terigu. Namun ada jenis baru, snow skin mooncake, yang terbuat dari tepung beras ketan. Tepung beras ketan disangrai dahulu sebelum dibuat adonan. Setelah dicetak, langsung dibekukan.

Kue Bulan isi daging babi buatan Temanggung
Kue Bulan isi daging babi buatan Temanggung | © Fransisca Agustin
Kue bulan koyah, dari tepung kacang hijau
Kue bulan koyah, dari tepung kacang hijau. | © Fransisca Agustin

Ada satu jenis kue bulan unik yang mungkin hanya di Indonesia: koyah. Terbuat dari tepung kacang hijau sangrai yang dibentuk dalam cetakan, lalu dipanggang. Di atasnya biasa diberi hiasan gambar dewi.

Selain jenis-jenis kue bulan dari Tiongkok, orang keturunan Tionghoa di Indonesia sering menggantinya dengan kue pia kecil. Isinya bervariasi, seperti isian bakpia pathok. Tak apa berbeda-beda, yang penting bentuknya bulat juga.

Inti utama dari festival kue bulan adalah panen raya, selain juga lingkaran keluarga dan sahabat. Purnama di bulan delapan penanggalan cina dianggap paling bundar, paling besar, juga paling terang sepanjang tahun.

Keluarga menggelar sembahyang bersama, memohon berkah, jodoh, anak, juga umur panjang. Segala macam kue dan buah-buahan ditata di atas meja bundar. Mereka lalu makan kue dan minum teh bersama di taman, sembari menunggu bayangan bulan yang bundar sempurna muncul di tengah cangkir teh.

Tahun ini, Festival Kue Bulan jatuh pada hari Kamis, 15 September 2016. Pergilah ke taman dengan kekasihmu. Pandanglah bulan yang bulat terang, sambil makan kue manis bersama. Panjatkan doa pada Chang’e, sang Dewi Bulan, agar cinta kalian seabadi kisah mereka.

Fransisca Agustin

Pemusik kuli yang masih terus berusaha menggabungkan antara jurus-jurus Kungfu Hustle dengan David Foster.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405