Kopi Panggang: Kedai Minimalis tapi Manis

Kopi Panggang
Affogatto a la Kopi Panggang. © Kelsi Sawitri

Sekarang Kelsi bakal cerita mengenai Kopi Panggang, kedai kopi yang berada di jalan Tubagus Ismail No. 8, Bandung. Minimalis tapi manis.

Kopi Panggang memiliki dua lantai. Di lantai satu ada bar dan pantry, dan juga toilet. Tidak terlalu banyak meja di sana. Sedangkan di lantai dua, ada dua meja untuk empat orang, dua meja dan kursi panjang (masing-masing untuk 4-5 orang) dan tiga meja kecil untuk dua orang.

Menariknya, Kopi Panggang didominasi kayu, mulai dari bangunan sampai furniturnya. Belum lagi lampu kuning yang mulai dinyalakan di sore hari. Klasik, Kelsi menyukainya.

Karena desain bangunannya dua tingkat, pelanggan kebanyakan di lantai kedua, sedangkan barista dan waitress-nya di lantai satu. Sehingga tidak terjadi banyak interaksi antara barista dan pelanggan. Padahal barista dan waitress-nya ramah-ramah.

Kopi Panggang
Masih tersedia tempat untuk Anda ngopi di Kopi Panggang. © Kelsi Sawitri

Seperti di Cafea, Kopi Panggang juga semi outdoor, dan menjadi smoking-area dengan sirkulasi udara yang lumayan.

Dari akun twitter-nya, jam operasionalnya cukup panjang, dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam. Jadi, Kopi Panggang ini cocok untuk tempat mahasiswa-mahasiswa mengerjakan tugas. Apalagi dengan adanya stopkontak dan free wifi di sana.

Menu dan harganya, aku bilang Kopi Panggang ini masih terjangkau untuk mahasiswa. Rasanya lumayan, apalagi menu barunya, green tea latte! Performance makanan dan minumannya juga cantik. Belum lagi nama menunya adalah menu khas Kopi Panggang, seperti depresso, maxiato, americano, dan lain-lain. Unik!

Sayang, di sini tidak ada manual brewing. Sehingga, terasa ada yang kurang bagi pelanggan pecinta single origin dengan berbagai manual brewing. Eh tapi, kalau sekadar untuk nongkrong, ngobrol cantik, serta mengerjakan tugas, Kopi Panggang sudah oke kok.

Kopi Panggang
Hiasan dinding di Kopi Panggang. © Kelsi Sawitri

O ya, mengenai kopi yang disajikan di sini meruakan kopi lokal yaitu kopi toraja dan kopi dari Lembang. Menu pesanan Kelsi tadi, afrogato (menu Affogatto a la Kopi Panggang), yang dibuat mengunakan kopi lembang.

Affogatto, resep racikan ini berasal dari Italia, perpaduan antara panas dan pahit-asam kopi dengan dingin dan manis es krim. Untuk menikmat kopinya, tidak perlu lagi menunggu dingin, karena berpadu es krim. Tidak perlu juga gula dan krimer, karena ada rasa manis yang juga dari es krim. Di sini es krim dan kopinya tidak dipisah. Tapi diberi tambahan marshmallow.

Hal yang membuatku jatuh cinta dari Kopi Panggang adalah tulisan-tulisan mengenai kopi yang ditempel di dinding dan speakerspeaker di sudut ruangan dengan playlist kerennya. Seperti sedang mendengar playlist Hardrock FM.

Ah, kopi! Aku jatuh cinta kepada kopi dengan satu paket asam-pahit-manis di dalamnya.

Kelsi Sawitri

Penyuka kopi (dan pisang goreng). Mahasiswi semester terakhir di jurusan Fisika Institut Teknologi Bandung.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405