Kopi Murtad Sam Brewok

Penikmat kopi pemula selalu berhadapan dengan permasalahan cita rasa kopi. Terlalu pahit tak suka. Terlalu asam pun sama. Terlalu manis. Lha kok berasa tak minum kopi. Lalu bagaimana? Kadang pula, penikmat kopi pemula bertemu dengan permasalahan perut kembung ketika meminum kopi. Faktornya bisa bermacam-macam sih. Tapi yang perlu ditekankan di sini adalah, peminum kopi pemula itu banyak maunya. Mau diturutin semua permintaannya.

Untuk menjawab hal terakhir itu, ada sebuah produk kera ngalam yang dapat dinikmati. Yaitu kopi yang dicampur dengan soda berlabel Sam Brewok. Dengan kopi yang di mix dengan soda membuat taste kopi yang biasanya cenderung pahit bercampur acid akan pudar. Pudar tak berarti hilang secara keseluruhan. Masih ada sisa beberapa rasa khas kopi yang tertinggal dalam sebotol kopi ini. Kalau disamakan masih mirip dengan inovasi teh bersoda, tak sekonyong-konyong rasa mirip teh tersebut hilang.

Sam Brewok
Sam Brewok | © Pungkas Nurrohman

Saat ini varian rasanya memang hanya satu, mungkin sang peracik kopi ini memegang prinsip the one and only sehingga masih sangat wagu untuk berinovasi rasa lain. Memilih untuk menutup inovasi dan mempertahankan rasa yang memang semenjak dahulu ada. Bukan karena gagal move on tapi memang hal ini sebuah uji coba untuk menyodakan Kopi Karangploso saja. Jika para pembaca tertarik untuk menyodakan jenis kopi lain rasanya bisa sebagai letupan inovasi dan bisa sharing ilmu dengan Sam Brewok.

Kafe-kafe di Kota Malang lumrah memasarkan kopi berbotol ini dengan produk unggulan mereka. Seperti jika anda menemukan sebotol Sam Brewok di kedai es gelato. Mereka pasti akan mengkombinasikan Sam Brewok dengan es krim andalan mereka. Tak selamanya bertengger di kedai yang memiliki logo halal saja, acap kali saya menemui botol kopi ini di beberapa beer house di Malang. Cara penyajiannya pun sama, dikombinasikan dengan produk unggulan beer house tersebut.

Di botol yang berlambang manusia brengos-an tersebut tidak ada wanti-wanti anak belum ber-KTP dilarang menenggaknya. Jadi dapat disimpulkan minuman ini hanya garang di packaging saja -yang menyerupai minuman keras- namun jika dicium baunya dan dirasakan, tak ada kandungan alkohol pada minuman ini.

Kemasan yang unik tersebut merupakan latar belakang dari pria tambun asli Malang ini membuat kopi berbotol. Berawal dari keprihatinan terhadap remaja seumuran jagung yang rela menenggak minuman keras hanya dikarenakan inginnya ada rasa gaul. Berawal dari hal itu mulailah ada inovasi bagaimana agar remaja tersebut tak harus minum alkohol namun tetap terlihat keren. Maka dari hal tersebut saat ini kopi soda tersebut memiliki botol seperti itu, untuk memfasilitasi para anak seumuran jagung pura-pura mabuk.

Sam Brewok
Sam Brewok | © Pungkas Nurrohman

Perlu diketahui juga untuk mendapatkan kopi berbotol ini haruslah punya botol lama, selain untuk memangkas ongkos produksi botol. Hal ini dilakukan untuk menjaga kopi Sam Brewok tetap limited dan mbois. Karena sudah ada pakem yang limited itu mbois makanya Sam Brewok melakukan hal itu. Jika para pembaca ingin menikmati kopi bersoda ini dapat mengunjungi beberapa kedai yang dapat ditanyakan langsung melalui akun Instagram @sambrewok_mlg.

Namun pengakuan sang pemilik meskipun prosedur tersebut diberlakukan bagi para pembeli lama masih ada saja pembeli baru yang dengan tekad yang bulat ingin membeli produk ini tanpa botol lawas. “Ya dengan berat hati kita menolaknya mas, tapi tetap memberikan rekomendasi tempat-tempat yang menjadi reseller Sam Brewok”. Tak jarang pula para pembeli baru yang ingin membeli namun tetap membawa botol lama.

Entah dari mana botol kosong Sam Brewok tersebut. Tapi dari kejadian ini dapat dipastikan pembeli Sam Brewok sudah sampai di beberapa tempat di Kota Malang. Sampai-sampai botol bekas mereka tak terlacak dari mana asalnya. Atau ada kemungkinan botol tersebut adalah botol Kopi bersoda yang pernah dikirim ke luar kota pada tahun sebelum diberlakukan aturan “wajib botol” tersebut.

Memang secara langsung kopi ini sudah melanggar beberapa pakem kopi yang gak wajar karena bercampur sengaja dengan soda. Namun tak dapat dipungkiri dengan adanya kopi yang murtad ini dapat membawa maslahat. Dengan cita rasa yang gawat pun dapat membuat sesat meskipun hanya sesaat. Hitung-hitung berasa meminum alkohol, padahal hanyalah kopi bersoda. Halal lho!

Pungkas Nurrohman

Hanya seorang pekerja serabutan pecandu kopi.