Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro

Barista di Koling
Lihat Galeri
5 Foto
Barista kopi keliling menyaji sambil melayani
Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro
Barista kopi keliling menyaji sambil melayani

© Caesar Giovanni

Barista di Koling
Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro
Barista di Koling

© Caesar Giovanni

Menu Koling
Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro
Menu Koling

© Caesar Giovanni

Barista di Koling
Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro
Barista di Koling

© Caesar Giovanni

Kopi dalam stoples di Koling
Kopi Keliling: Teman Keliling di Malioboro
Kopi dalam stoples di Koling

© Caesar Giovanni

Malam itu malam yang berbeda dari malam lainnya. Malam itu adalah malam Minggu di Malioboro. Berbagai keriaan, kepentingan, dan tuntunan berjubel di satu pusat kota Yogyakarta. Ada mereka yang menikmati malam bersama teman mengabadikan diri dalam kamera atau gawai pintarnya. Ada juga yang berisik dengan nada-nada lagu pop kontemporer. Ada yang memikirkan nasib, ada pula yang melamun melihat-lihat arang dagangan yang bukan miliknya. Namun, di beberapa sudut tempat ramai ceracau dan gurau itu, Koling alias Kopi Keliling diam-diam giat menyajikan kopinya pada para pengunjung.

Dari namanya, yang sederhana, lugas dan sangat representatif kedai ini terwakilkan. Kedai kopi dengan gerobak ini berkeliling, selain memang ada di sekeliling kita, kopi yang kita beli juga sangat bisa untuk dibawa berkeliling. Di jalan Malioboro, malam itu terdapat sekitar tiga Koling, yang kesemuanya dikerubuti orang-orang yang menanti kopinya disajikan. Mungkin memang di kota ini, kopi sudah menjadi teman yang baik untuk malam Minggu yang baik.

Koling hadir dengan sederhana dan tanpa jarak. Tak ada tempat khusus atau tempat duduk khusus nan istimewa untuk pembeli. Tak ada pula alat-alat kopi atau pun mesin kopi yang membingungkan atau kadang terlalu bermacam rupa, tanpa hasil pasti yang dinikmati pembeli. Ibarat pepatah, Koling adalah sebuah kedai yang menjemput bola dengan sederhana. Ia hadir langsung di tengah keramaian pasar tanpa dinding atau sekat di trotoar Malioboro, tanpa ada pembatas khusus dari pembeli. Pembeli bisa berada di samping, di depan, bahkan di belakang bersama dengan penyaji kopi.

Satu yang khas adalah identitas ke-Yogyakarta-an dari gerobak kopi ini, yang terletak pada atap yang berbentuk seperti rumah adat Jawa. Yang menurut telaah asal dari penulis adalah sebuah bentuk adaptasi dari gunung Merapi sekaligus bentuk pemuliaan pada gunung tersebut. Selain bentuk atap yang khas, seragam para penyaji kopi dari Koling adalah pakaian adat harian dari Jawa. Pakaian yang menimbulkan rasa tidak adanya jarak antara penyaji dan penikmat di kedai berjalan Kopi Keliling.

Menu yang ditawarkan hanya sekitar delapan macam dan sudah termasuk menu makanan. Satu yang menjadi andalan adalah Es Kopi Susu Petani. Minuman kopi yang diseduh dengan french pries ini menggunakan kopi robusta dari Temanggung, yang memiliki paduan rasa manis yang khas, dengan pahit yang tipis. Lalu, dicampur dengan susu kental manis dan es, membuat minuman ini sulit terbantahkan nikmatnya. Selain itu, terdapat pula kopi arabika yang disajikan dengan metode saring V60, yang sudah pasti tak kalah mantap rasanya.

Di sekitar kedai jalanan ini, terdapat berbagai macam keseruan yang memberikan banyak cerita lain. Sambil ditemani Koling, berkeliling melihat meriahnya grup musik jalanan di Malioboro dilimpahi dengan semangat para penontonnya, keseruan malam bukan semakin habis, malah bertambah. Berjalan lagi, kita bisa menuju area parkir Malioboro di samping pasar Beringharjo yang menyimpan segumpal barang loak nan antik yang kadang terlalu menarik untuk tidak dibeli. Beragam barang bekas yang mungkin memiliki nilai historis tersendiri, bergeletak di sana.

Tak mesti berjalan-jalan ke sudut-sudut Malioboro untuk menikmati suasana. Kita bisa juga duduk di bangku-bangku sekitar sambil menikmati segelas kopi dari Koling, sambil menyerap energi positif keceriaan orang-orang di malam indah Yogyakarta.

Datang dan nikmatilah segelas sajian kopi, keramaian orang-orang tak dikenal, lalu-lalang kendaraan, kilat lampu kamera para pendatang, bunyi-bunyian angklung pengamen Malioboro campur dalam satu momen di Kopi Keliling, Malioboro.

Salam! Sampai jumpa kapan-kapan di suasana Kopi Keliling.

Caesar Giovanni Simatupang

Peminum segala kopi yang percaya bahwa rasa tergantung pada kondisi, konteks dan konsekuensi.