Kopi Godog Mak Ban

Jika Anda sedang berpergian ke Gresik tentu akan sangat mudah menemui bermacam warung kopi (warkop). Mulai dari warkop sederhana sampai warkop yang berbentuk kafe. Namun saat melintasi di Jalan Proklamasi Gresik tak ada salahnya mencoba mampir di Warung Keres.

Penandanya mudah untuk mencapai warkop ini. Letaknya di samping rel kereta api yang sudah tak berfungsi di pertigaan Pasar Senggol Gresik. Carilah pohon keres. Nah, di bawah naungan pohon keres ini warkop yang dikelola Mak Ban berada. Lantaran berada di bawah pohon keres pengunjungnya menyebut sebagai Warung Keres.

Warung Keres Mak Ban

Seperti kebanyakan warkop sederhana Warung Keres pun menyajikan kopi tubruk sebagai menu andalannya. Ya, itulah satu-satunya kopi di warung ini.

Si empunya Warung Keres, Mak Ban, menyempatkan berkisah tentang warungnya. “Aku wes buka ket mbiyen nak, ket anak-anakku sek podo cilik. Mbiyen warungku nang Tubanan, Gresik, saiki pindah mrene, nang ngisore ‘keres’. Yo, Alhamdulillah anak-anakku wes podho gedhe kabeh, warungku yo tambah rame ngene iki (Saya buka warung kopi ini sudah lama sekali, mulai dari anak-anak saya masih kecil. Dulu warung saya terletak di Tubanan, Gresik, sekarang sudah pindah di sini, tepat di bawah pohon ‘keres’. Ya, Alhamdulillah anak-anak saya sudah besar semua dan warung saya ini tambah ramai pengunjung)”

Warung Keres ini memang cukup nyaman walaupun hanya didirikan dengan sangat sederhana sekali. Beratapkan terpal biru dengan penyangga pohon keres yang berdiri tegak di samping kiri dan kanannya. Warung ini sengaja dibuat terbuka alias tak ada dinding sebagai pembatas atau tempat menyandarkan punggung. Cuaca siang yang panas dan secangkir kopi tak membuat tubuh gerah. Angin yang tak terhalang dinding menyapu semilir kesejukan.

“Aku bukak warung iki ket taun wolu papat (1984), yowes ngene iki caraku gawe kopi.” Kopie tuku nang Pasar, aku nyelebnoe nang kono pisan nak. Gelase yo sengojo tak tukokno seng porselen ngene nak, ben enak ben podo kabeh, apik toh. (Saya buka warung kopi ini dari tahun 1984, ya begini memang cara penyajiannya dari dulu. Kopinya saya beli di pasar, menggilingnya juga di sana. Cangkir kopinya saya sengaja belikan yang porselen, biar enak, biar semua sama seragam),” kisah Mak Ban.

Porsi kopi yang disajikan di warung ini rata-rata bergelas kecil alias dalam sebuah cangkir. Ketika Anda minta kopi dibungkus, maka barulah gelas sedang yang jadi takarannya. Secangkir kopi dihargai Rp 1.500 dan kopi susu dihargai Rp 2.000.

Mak Ban dan Kopi Godog

Tentang penyajian kopi di warung keres ini agaknya berbeda dengan warung kopi lainnya di Gresik. Di daerah Cepu dan Bojonegoro mengenalnya sebagai kopi klothok, sedangkan di Gresik disebutnya kopi godog.

Penyajian kopi di warung ini memang lain. Bubuk kopi halus dimasukkan ke dalam panci, ditambah gula kemudian ditambahkan air panas tua (air yang didihkan berulang-ulang) lalu dipanaskan hingga mendidih.

Perebusan bersamaan antara kopi, gula, dan air panas inilah yang disebut kopi godog. Kopi yang dihasilkan dari cara penyajiannya ini cukup kental dan pahit. Buih yang dihasilkan pun berlimpah dan biasanya digunakan untuk ‘nyethe’. Perebusan bersamaan inilah yang membuat bubuk kopi sebagian melarut sempurna dalam air. Kepekatan kopi godog lain daripada kopi tubruk. Warna yang dihasilkan pun lebih gelap dan lebih kental.

Cara penyajiannya yang tak biasanya tersebut membuat Warung Keres tak pernah sepi. Riza (Pelajar, 18 tahun) dalam sehari ia biasa ngopi 2-3 kali. “Kopi yang disajikan bikin ketagihan, rasanya sangat ‘kereng’ dan harganya pun sangat murah,” katanya.

Mak Ban sengaja memilih bubuk kopi yang halus tidak yang masih kasar. Bubuk kopi yang kasar akan menyebabkan butiran yang masih mengambang di permukaan. Panci perebusan kopi dipilih yang kecil. Sekali merebus kopi menghasilkan 5 cangkir kopi godog. Tentang rasa kopi godog memang agak lain daripada kopi tubruk. Sensasi kelat di lidah akan terasa lebih lama. Kelat ini disebabkan pelarutan bubuk kopi yang larut dalam air panas.

Secangkir kopi godog dapat membuat kantuk menjadi hilang. Sensasi kelat kopi godog yang pahit itulah yang membuat mata terjaga. Bahkan pengunjung Warung Keres menamai kopi godog sebagai kopi kereng.

Ahmad, seorang pekerja jaga malam, memberi komentar, “Kopi Mak Ban ancen kereng seje karo kopi-kopi liyane nang Gresik, paite iku loh garai moto melek terus. (Kopi Mak Ban memang kuat beda sama kopi-kopi lainnya di Gresik, pahitnya itu membuat mata terjaga terus).”

Rizki Akbari Savitri

Pembela Serigala dari kota Roma, AS Roma. Redaktur kopi di minumkopidotcom.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405
  • Cinta Raga

    wawancara adik sendiri ni yee..

  • widi

    safitri iku sopo? Cinta Raga sing ati2 lho yo…..

  • Kapan ngajak aku ke ngopi ke Bukit Cempo?