Kopi Brew Bagi: Mengenalkan Kopi Kepada Masyarakat Yogya

Sopir TransJogja dan petugas loket halte turut menikmati sajian kopi.
Sopir TransJogja dan petugas loket halte turut menikmati sajian kopi. © Rizki Akbari S

“Bagaimana cara mengenalkan beragam kopi Indonesia ke masyarakat Yogya?”

Pertanyaan ini muncul begitu saja ketika beberapa pegiat kopi di Yogyakarta sedang berkumpul bersama. Diskusi singkat pun terjadi demi menjawab pertanyaan tersebut. Akhirnya tercetuslah ide kegiatan Kopi Brew Bagi. Ide ini kemudian dijalankan tepat pada minggu pertama di tahun 2016. Awalnya hanya beberapa pegiat kopi Yogya yang aktif dalam kegiatan. Lambat laun, di minggu keempat kegiatan ini direspon positif oleh para pegiat kopi Yogya dan yang paling penting juga oleh masyarakat.

Kopi Brew Bagi adalah kegiatan membagikan kopi kepada masyarakat setiap hari Minggu pagi. Beragam kopi nusantara dan metode seduh selain tubruk, disajikan gratis. Kegiatan ini dilakukan di tempat-tempat yang berbeda setiap pekannya. Minggu pertama Januari, Kopi Brew Bagi dilakukan tepat di depan Kedai Kopi Espresso Bar Gejayan. Minggu selanjutnya dilakukan di depan book store Universitas Islam Indonesia, Jalan Kaliurang KM 14,5. Minggu ketiga dilakukan di depan Kedai Pour Over, Jalan Patehan Lor, Alun-Alun Selatan. Minggu keempat bulan Januari, lokasi bergeser ke Jalan Veteran, tepat di depan Slurp! Coffee and Figs Tea. Tepat di minggu keempat ini saya turut serta meramaikan dan mencicipi kopi gratis.

Menyiapkan kopi pagi.
Menyiapkan kopi pagi. © Rizki Akbari S

Salah satu komunitas yang ikut mengawal kegiatan ini adalah Barista Koffie Lover Jogjakarta. Komunitas kumpulan para peracik kopi dan penikmat kopi yang fokus untuk terus mengenalkan ragam kopi Indonesia. Tahun lalu komunitas ini sukses menggelar lomba Thressome Aeropress Battle pada bulan Mei yang mengundang Muhammad Aga; juara kedua Latte Art Championship dan salah satu pemain film Filosofi Kopi. Pada International Coffee Day lalu, komunitas ini mengadakan kegiatan 1.000 Cups Coffee From Jogja, yang sukses menghabiskan lebih dari 1.000 cangkir.

Kegiatan Kopi Brew Bagi ini dimaksudkan juga untuk merekatkan hubungan dengan para pegiat kopi di seluruh Yogya. Pegiat kopi yang dimaksud tentunya adalah pemilik kafe, barista, roaster, pemasok biji kopi, hingga para penikmat kopi. Menjalin hubungan ini bertujuan untuk lebih mengembangkan kemampuan para pemilik kedai kopi dalam menjalankan usahanya, kemampuan barista dalam mengolah sajian kopi, hingga bertukar pikiran demi memajukan dunia perkopian di Indonesia, terkhusus Yogya. Pesatnya pertumbuhan warung kopi di Yogya berarti semakin bertambahnya ketertarikan akan kopi. Tren kopi di Yogyakarta ikut menjadi perhatian oleh banyak pihak sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Bisa dikatakan acara ini berfungsi edukasi bagi anggota komunitas ini.

Kegiatan Kopi Brew Bagi ini rutin dilakukan setiap Minggu pagi dengan lokasi yang berbeda-beda. Pendanaan kegiatan ini dilakukan secara swadaya. Alat-alat seduh dibawa oleh masing-masing anggota komunitas Barista Koffie Lover Jogjakarta. Tak jarang pula, kedai kopi yang berdekatan dengan tempat berlangsungnya kegiatan ini, secara sukarela meminjamkan alat-alat seduh kopi. Begitu pula dengan air, varian kopi terbaik, hingga grinder (mesin penggiling kopi) juga hasil pinjaman sukarela para pegiat kopi di Yogya. Kopi Brew Bagi tak memungut biaya sepeser pun dari pengunjung. Area parkir kendaraan pun disediakan gratis. Pengunjung hanya tinggal memesan kopi yang diinginkan. Barista Kopi Brew Bagi juga akan memberikan sedikit pengetahuan soal kopi dan metode seduh saat acara ini berlangsung.

Menunggu kopi tersaji.
Menunggu kopi tersaji. © Rizki Akbari S

“Acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan beragam kopi nusantara kepada masyarakat Yogya. Mengenalkan kopi di sini berarti mengenalkan cara menikmati kopi tak seperti pada biasanya,” jelas Echi Mahardika, salah satu pegiat kopi yang turut aktif di kegiatan ini menuturkan. Umumnya metode seduh tubruk, dan menggunakan gula sebagai pemanis dalam kopi. Namun dalam Kopi Brew Bagi, metode seduh yang dikenalkan adalah metode pour over dan aeropress. Sajian kopinya pun sengaja tanpa gula, agar masyarakat bisa lebih mensesap rasa dalam kopi yang disajikan.

Kenapa kegiatan ini dilakukan pagi hari dan hanya tiap hari Minggu? Karena masing-masing barista dan para pegiat kopi, libur sejenak dari aktivitas rutinnya. Minggu pagi juga momen tepat untuk mengenalkan kopi kepada masyarakat. Biasanya pula aktivitas sebagian masyarakat adalah melakukan olahraga pagi, berjalan-jalan santai bersama keluarga, dan menikmati kesegaran udara pagi.

Menikmati sajian kopi pagi hari juga menambah kesegaran tubuh dan membuat semangat semakin berlipat, karena kandungan kafein pada kopi. Namun usahakan pengunjung yang akan menikmati acara Kopi Brew Bagi ini disarankan sarapan terlebih dahulu, agar khasiat kafein dalam kopi juga akan lebih maksimal.

Apa Anda tertarik untuk mengikuti kegiatan rutin ini? Sila datang dan ramaikan Kopi Brew Bagi tiap minggunya. Tempat berlangsungnya Kopi Brew Bagi akan diinformasikan terus tiap pekan. Sila Anda periksa di akun sosial media Barista Koffie Lover Jogjakarta, Twitter @BicaraKopi atau akun Instagram: bkvr.yk.

Rizki Akbari Savitri

Pembela Serigala dari kota Roma, AS Roma. Redaktur kopi di minumkopidotcom.