Jonghyun, Depresi, dan Lagu-lagu Ciptaannya

You did a good job today, you worked so hard
I hope my shoulders and my thick hands will become cozy comfort
For the end of your tiring day as well

— End of A Day

Banyak ungkapan mengatakan, orang ceria adalah orang yang paling banyak menyimpan duka. Barangkali ungkapan itu benar. Sejak berita duka pada Senin, 18 Desember 2017 lalu itu terdengar, saya kembali menggali ingatan-ingatan mengenai eksistensi seorang Kim Jonghyun. Dan, yang bisa ditemukan hanya senyum manis, tawa, kebaikan dan inspirasi yang ditularkannya pada orang-orang. Siapa sangka di balik sosok penuh senyum seperti Jonghyun, tersimpan beban yang begitu berat? Tak ada yang tahu.

SHINee di album 1 and 1
SHINee di album 1 and 1 | Sumber: Situsweb Resmi SHINee

SHINee World—sebutan untuk penggemar grup SHINee—berduka empat hari belakangan. Mereka kehilangan kakak, sahabat, dan sumber inspirasi. Tidak sebanding memang jika dibandingkan rasa kehilangan ibu dan kakak Jonghyun, tetapi tidak pas juga jika kita melakukan komparasi dengan duka yang dirasakan Onew, Key, Minho, dan Taemin—rekan Jonghyun di grup SHINee.

Bagi SHINee, Jonghyun adalah rekan kerja sekaligus keluarga yang nyaris sepuluh tahun hidup bersama mereka. Maka, bicara tentang kekosongan, yang dirasakan keluarga Jonghyun lebih besar dari kekosongan di hati kami—penggemarnya. Bukan berarti kami baik-baik saja, kepergian Jonghyun sedikit banyaknya sudah memberikan lubang di hati para SHINee World.

Jonghyun bukan sosok redup di industri musik Korea. Eksistensinya diakui banyak pihak. Setelah debut bersama SHINee pada tahun 2008, Jonghyun mulai memberikan sumbangsih menulis lagu-lagu di album SHINee sejak tahun 2009 dengan lagu Juliette. Jonghyun mulai mengembangkan karir bermusiknya dengan membuat lagu-lagu di album solonya dan beberapa penyanyi lainnya seperti IU, EXO, Son Dambi, dan Lee Hi.

Siapa sangka, beban yang selama ini dipikul Jonghyun ternyata sudah disuarakan melalui lagu-lagu ciptaannya. Pertanyaannya, berapa orang yang tahu terhadap suara-suara itu? Jonghyun yang selalu terlihat cemerlang dan peduli pada semua orang ternyata menyembunyikan pesan dalam di lagunya. Pesan yang diharapkan bisa ditangkap oleh siapa pun yang mendengar karyanya.

Jonghyun adalah seorang jenius yang membuat karyanya lewat apa yang ia rasakan dan lihat. Seperti lagu View yang dibuat karena sebuah colored hearing phenomenon, atau lagu Orgel yang dibuatnya setelah menonton House of Wax. Orgel bercerita tentang seseorang yang kehilangan akalnya karena jatuh cinta pada seseorang. Namun bukan hanya itu, lirik-lirik Jonghyun juga terinspirasi dari buku dan karya sastra yang dibacanya. Jonghyun menciptakan lagu Obsession setelah membaca The Black Cat oleh Edgar Allan Poe.

Jonghyun dikenal sebagai sosok ceria dan humoris
Jonghyun dikenal sebagai sosok ceria dan humoris | Sumber: Imsorry-kjh.com

Betapa menyayat hati melihat cuplikan wawancara Jonghyun di acara 4 Things Show milik Mnet. Acara yang muncul tahun 2015 silam memuat cuplikan curahan hati Jonghyun mengenai ketakutannya dalam menunjukkan kepribadian yang sebenarnya. “Dengan ini, aku ingin lebih terbuka dan menunjukkan rasa frustasiku. Mungkin banyak orang yang tidak ingin melihat seperti apa aku sebenarnya. Aku merasa tidak banyak orang yang ingin tahu diriku yang sebenarnya.” Lantas, jika dua tahun silam Jonghyun sudah mulai membuka dirinya atas perasaan-perasaan tersebut, mengapa kita baru menyadarinya saat ini?

Selain cuplikan klip tersebut, Jonghyun tampak memberi isyarat lewat lagu-lagunya. Di album Story Op. 1 yang dirilis tahun 2015 lalu, Jonghyun menulis lagu “End of The Day” yang bercerita tentang seseorang yang lelah menjalani kehidupannya dan berharap ada seseorang yang bisa menjadi sandarannya.

Masih pada tahun yang sama, Jonghyun menulis lagu “Breathe” yang dinyanyikan oleh Lee Hi. Di balik warna suara Lee Hi yang unik, lagu tersebut menyimpan kepedihan yang dalam. Untuk menulis lagu dengan makna sedalam itu, seseorang mungkin harus berada di sepatu yang sama. Lagu-lagu Jonghyun lainnya yang menyimpan kepedihan antara lain “Elevator,” “Let Me Out,” “Lonely,” dan “Fireplace”. Lagu-lagu tersebut bisa ditemukan di album Story Op. 2.

Tidak apa-apa jika kamu kehabisan napas.
Tidak akan ada yang menyalahkanmu.
Terkadang, tidak masalah jika kamu melakukan kesalahan karena semua orang akan melakukannya.

— Breathe

Pelajaran dari Surat Terakhir Jonghyun

Pada 2009, SHINee menjadi bintang tamu di Shimshimtapa radio dan bicara tentang anggota yang paling baik hati. Onew berkata, orang baik hati adalah mereka yang memikirkan orang lain dan dia mengatakan bahwa anggota paling baik hati adalah Jonghyun. Jonghyun selalu memperhatikan anggota lain dengan sungguh-sungguh. Jonghyun adalah malaikat untuk SHINee dan para penggemarnya. Bahkan sampai waktunya untuk pergi tiba, Jonghyun tidak lupa menyisakan sesuatu. Pelajaran.

Lewat surat terakhir yang ditulisnya, Jonghyun menjelaskan alasannya mengakhiri hidupnya. Jonghyun menulis “If you ask why I die, I would answer I am exhausted. I have suffered and pondered. I never learned how to turn this exhausting pain into bliss.” Surat Jonghyun menunjukkan bahwa hari-harinya tak lagi mudah. Di akhir suratnya, Jonghyun meminta agar semua orang tidak menyalahkan dirinya atas keputusan itu. Jonghyun juga mengingatkan bahwa kita semua sudah melakukannya dengan baik—kita semua menjalani kehidupan dengan baik.

Dari akhir kisah kehidupan Jonghyun, kita diingatkan untuk menjadi seseorang yang lebih peka. Jonghyun mengingatkan agar semua orang lebih banyak melihat ke sekeliling. Apakah orang-orang di sekelilingmu baik-baik saja sekarang? Ketika kepekaan itu terbentuk, mungkin ada seseorang yang bisa diselamatkan, mungkin ada seseorang yang membutuhkan bantuan. Bahkan dalam kepergiannya, dia mengingatkan bagaimana semua orang yang masih bertahan hidup pada dasarnya sudah menjalani kehidupan itu dengan baik. Semua orang telah melakukan sesuatu dengan keras.

Setelah ini, setiap kali saya memutar lagu-lagu Jonghyun dan SHINee, akan nyaris sama layaknya masuk ke dalam mesin waktu. Kenangan-kenangan kehadiran Jonghyun di masa-masa yang lalu akan bermunculan dan menjadi sebuah memento yang indah. Ketika semua beban sudah terlepas, semoga hanya kebahagiaan yang akan menyertai langkah Jonghyun. Musik, inspirasi, dan pelajaran yang ada akan menjadi seberkas cahaya yang hidup di hati banyak orang, termasuk saya. Sebuah cahaya yang tidak akan pernah redup.

Terima kasih, Jong. Terima kasih telah memberikan banyak kebahagiaan dengan musikmu. Selamat jalan.

Dhamala Shobita

Fangirl yang setengah penulis, seperempat mahasiswa, seperempat karyawan swasta.