Jadi Vegetarian di Kota Metropolitan

Jadi vegetarian bukan pilihan yang umum, baik untuk yang tinggal di desa maupun di kota. Makan makanan nonhewani sepertinya merupakan gaya hidup yang sulit untuk diterapkan. Saya pun dulu berfikir demikian. Sampai akhirnya sebulan terakhir ini saya memilih untuk menjadi vegetarian. Yup, saya tinggal di Jakarta yang restonya kebanyakan menyajikan daging sebagai hidangan utama. Tempat di mana menemukan restoran cepat saji jauh lebih mudah daripada menemukan jodoh dunia akhirat.

Wangsit untuk menjalani gaya hidup vegetarian ini saya dapatkan setelah menonton sebuah film dokumenter yang membahas bahaya daging olahan bagi kesehatan. Lalu, mengingat di kota Metropolitan ini banyak yang menjual daging yang tidak bisa dipastikan darimana asalnya, serta berbagai polusi dan gaya hidup tidak sehat sehari-sehari, membuat saya memutuskan untuk memilih berhenti mengonsumsi daging dalam bentuk apapun.

Mulanya saya membayangkan menjadi vegetarian itu sulit, nggak enak dan mahal. Tapi setelah dijalani, ternyata tidak seburuk yang saya perkirakan. Sejauh ini, menjadi vegetarian saya rasakan sangat mudah. Kadang agak mahal memang, karena suka malas masuk ke pasar tradisional. Soal kemanjaan lidah, di Jakarta ternyata banyak sekali resto makanan vegan yang rasanya enggak kalah sama daging.

Greenogiri Platter - Burgreens
Greenogiri Platter – Burgreens | © Nana Kusuma

Resto makanan vegetarian memang biasanya cukup mahal. Tapi ada juga lho yang masih terjangkau. Resto vegetarian di Jakarta paling murah yang saya tahu sampai saat ini adalah Alpukat Bistro. Lokasinya di Jl. Alpukat, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Menu yang ditawarkan luar biasa beragam, dari menu Indonesia, Tinghoa sampai yang ala Eropa pun ada. Makanan di Alpukat Bistro, tidak saja non-daging tapi juga non-bawang dan pastinya non-MSG ya. Tapi rasanya dijamin lezat.

Setiap kali pesan makanan di Alpukat Bistro, budget saya antara Rp 18.000 sampai dengan Rp 35.000. Tidak beda jauh kan dengan harga makanan non-vegetarian? Dengan Rp 18.000 itu kita sudah bisa kenyang dengan menyantap seporsi nasi goreng. Alpukat Bistro juga menyajikan berbagai menu “daging nabati” yang diolah seperti nugget yang diberi nama “chi-chi”, sate, pempek, bakso dan masih banyak lagi beragam menu lainnya.

Resto vegetarian lain di Jakarta yang agak mahal tapi masih cukup terjangkau namanya DeGoodFood. Lokasinya di Jl.Rambutan Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menu andalan yang ditawarkan adalah mie bakso, spaghetti kecombrang, nagi goreng jamur, nasi teriyaki dan nasi padang. Semua menu tersebut dibanderol dengan harga masing-masing Rp 35.000. Walaupun ada mie yang dilengkapi “ayam” dan “bakso”, tapi semuanya dibuat dari bahan yang 100% berasal dari tanaman.

Di DeGoodFood kamu bisa menikmati menu lezat yang semuanya dibuat tanpa daging, tanpa telur, tanpa susu dan produk turunannya, tanpa madu serta bebas MSG. Soal rasa, dijamin akan bikin lidah kamu “tertipu” mengira ada daging di dalamnya.

Selain 5 makanan utama tadi, DeGoodFood juga menyediakan penyedap rasa berbahan dasar sayuran serta brownies, banana bread dan banana wheat bread yang pastinya 100% plant-based alias vegan.

Ada juga toko kue vegetarian yang letaknya di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, namanya TRF (The Real Food). TRF ini menyediakan berbagai jenis kue kering maupun basah yang semuanya dibuat tanpa telur, tanpa susu dan bebas dari zat gluten. Harganya memang tidak bisa dibilang murah, berkisar antara Rp 40.000 untuk setiap potong berbagai kue basah dan Rp 60.000 untuk 200gr kue kering.

Selain menjual berbagai kue vegan, TRF Jakarta juga menyediakan granola beraneka rasa, susu almond, serta jus yang dibuat dari campuran berbagai buah dan sayur. Harga yang dibanderol memang tergolong lumayan mahal, tapi kualitas dan rasanya bisa bikin kamu merasa nyaman dengan gaya hidup vegetarian.

Raw Strawberry Vegan Cheese Cake - Burgreens
Raw Strawberry Vegan Cheese Cake – Burgreens | © Nana Kusuma

Satu lagi resto vegetarian di Jakarta yang ingin saya ulas. Namanya Burgreens, di Jakarta ada tiga lokasi yaitu di Tebet, Pacific Place dan Dharmawangsa. Burgreens yang lokasinya di Tebet tidak saja menyajikan berbagai makanan vegetarian, tapi juga bahan-bahannya. Jadi, di sana kamu bisa juga berbelanja berbagai sayuran, bumbu, buah serta berbagai cemilan organik. Burgreens juga dengan senang hati membagikan alamat pemasok sayur-mayurnya agar pelanggan bisa membeli langsung dari petaninya.

Menu yang disajikan di Burgreens juga berupa menu Indonesia, Asia dan Western. Kalau nyobain aneka burger dan hot dog, dijamin bikin ketagihan deh. Rasanya lebih enak daripada burger dan hot dog berbahan dasar daging pada umumnya. Uniknya lagi, kalau di Burgreens kamu juga bisa menikmati berbagai sajian raw food. Hanya saja, untuk bisa menikmati berbagai menu lezat di Burgreens, kamu harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, untuk satu porsi makanan utama, harga dibanderol mulai dari Rp 57.000 sampai dengan Rp 185.000.

Nah, sebetulnya masih banyak resto vegetarian lain di Jakarta, misalnya Happy Vegetarian, Vegetus, Dharma Kitchen dan lain-lain. Lokasinya memang kebanyakan di Jakarta Barat atau area PIK (Pantai Indah Kapuk). Dan hampir semuanya bisa kamu temukan di go-food dengan sebagian besarnya gratis biaya kirim. Jadi enggak terlalu sulit kan cari makanan langsung santap yang vegetarian di Jakarta?

Nana Kusuma

Suka membaca, suka jalan-jalan, suka belajar menulis apa saja. Catatan visual bisa diintip di akun instagram @nanakunanaku.