Guyonan, Imajinasi, dan Konflik yang Sangat Ilmiah: “Sebuah catatan dari film Ice Age Collision Course”

Ice Age Collision Course
Ice Age Collision Course | Sumber: www.hdwallpapers.in

Pernahkah anda berpikir bahwa terciptanya bumi dan alam semesta, ataupun segala peristiwa yang ada di alam ini bukan diakibatkan oleh suatu yang tidak “direncanakan” atau semacam ledakan tiba-tiba yang dikenal dengan Big Bang. Bisa-bisa saja gempa bumi, longsor, atau tsunami terjadi karena ada semacam benda angkasa yang secara tidak sengaja menyenggol bumi karena terlalu kencangnya dan tidak mempunyai rem. Atau barangkali bisa juga siang dan malam diakibatkan karena ada “sesuatu” yang sedang menggunakan bumi sebagai bola bisbol di atas sana, sehingga bumi pun berputar-putar. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan ketiadaan maksud melecehkan suatu aliran dan keyakinan, pikiran-pikiran tersebut pun bisa saja terbesit dalam pikiran orang lain. Sekali lagi, tidak ada maksud meremehkan dan melecehkan lho, ya.

Kegelisahan yang saya alami itu, saya bawa terus di dalam kepala dan diri saya. Hingga akhirnya saya menonton film ini. Film Ice Age Collision Course.

Seperti pada serial-serial sebelumnya, film Ice Age selalu menghadirkan alur-alur yang didasarkan atas fakta-fakta atau paling tidak teori-teori ilmiah yang banyak diketahui orang. Film yang menceritakan petualangan Manny Si Mamoth dan kawan-kawannya ini menghadirkan suatu yang khas dan unik dari pada film-film animasi lainnya. Pada serial sebelumnya, alur dan konflik cerita didasarkan atas pencairan es yang ada di kutub yang menjadi rumah bagi Manny dan kawan-kawannya, serial sebelumnya lagi alur cerita didasarkan atas pertemuan Manny dan dkk (untuk seterusnya baca dan kawan-kawan) dengan makhluk generasi sebelum-sebelumnya, yaitu bangsa dinosaurus.

Pada awal-awal dirilisnya film Ice Age, alur cerita tidaklah “seilmiah” dan “selogis” serial-serial berikutnya. Di awal munculnya Ice Age dalam dunia perfilman, bangsa Mamoth dkk dalam film tersebut diceritakan hanya sekedar konflik-konflik biasa seperti perseteruannya dengan manusia-masnusia purba pada jamannya, hal tersebut kiranya sudah sangat lumrah di kalangan generasi manusia masa kini, perseteruan dan konflik dengan ras-ras hewan lainnya baik yang ada di hutan ataupun yang liar bekeluyuran. Lalu kemudian pada seri ketiga film Ice Age, tiba-tiba dihadirkan suasana yang baru, latar cerita yang tidak lagi melulu di kutub, dan makhluk-makhluk atau karakter-karakter tambahan dari berbagai macam generasi ras-ras sebelum Mamoth (Manny) dkk, dan karena itulah kemudian jalan cerita mulai sedikit kompleks.

Manny dan kawan-kawan menghindari meteor
Manny dan kawan-kawan menghindari meteor. | Sumber: www.hdwallpapers.in

Pada serialnya yang ke-lima ini, dengan embel-embel judul: ‘Collision Course’, kejadian-kejadian dan konflik lebih dititikberatkan pada bencana-bencana alam yang terjadi dan puncaknya adalah jatuhnya meteor besar yang disebut dalam tablet kuno yang ditemukan oleh Buck Si Musang kuno. Bahwa meteor itu yang akan menjadi pemusnah massal bagi ras-ras makhluk generasi masa Manny Si Mamoth. Dikatakan di tablet tersebut bahwa kejadian yang meteor jatuh sudah menimpa generasi makhluk-makhluk sebelum Manny dkk. Buck yang pada waktu itu sebagai pelaku sejarah, sebagai orang yang dikenal oleh Manny dkk hidup di jaman para dinosaurus mencoba berpikir bagaimana dan apa solusi terbaik agar ras-ras makhluk pada generasi Manny dkk tetap tidak punah seperti kehidupan yang tertimbun dalam tanah yaitu tempat para dinosaurus hidup yang juga menjadi rumah Buck Si Musang kuno, karena pada serial sebelum-sebelumnya diceritakan bahwa Manny dkk menemukan sebuah kehidupan dan ekosistem purba bawah tanah yang membuktikan bahwa pada alur cerita animasi Ice Age selanjutnya satu generasi makhluk bisa terselamatkan dari misteri di balik jatuhnya meteor yang dikisahkan dalam tablet temuan Buck itu.

Yah, sangatlah imajinatif dan begitu mengkhayal. Akan tetapi, dari konteks keimajinatifan tersebut, alur film Ice Age bisa menghadirkan suatu konflik yang begitu ilmiah dan logis kalau seandainya memang itulah yang terjadi pada kenyataannya. Alur cerita yang kompleks dengan meletakkan pondasi alur serial-serial sebelumnya sebagai landasan konflik berikut puzzel penyelesaian di serial berikutnya.

Pada hal yang lebih lanjut, alur meteor-meteor yang berjatuhan ke bumi dalam serial kelima film tersebut ternyata bukan dihadirkan seperti informasi dan pengetahuan yang biasanya dan lumrah, bahwa komet dan meteor jatuh ke bumi terjadi akibat benturan-benturan benda-denda langit sehingga sampailah meteor itu di bumi. Memang, pada alur cerita itu meteor jatuh akibat benda-benda langit, tetapi benda langit yang tidak biasa. Dalam cerita-cerita sebelumnya, ada salah satu karakter yang biasanya jadi selingan dan sekedar menjadi penghibur atau tim lawak, yaitu seekor tupai yang entah siapa namanya dan yang kerjaannya selalu mencari dan memburu buah kacang. Rasa ambisiusnya yang besar untuk mendapatkan bauh kacang sungguh tidak bisa diragukan, sampai-sampai dia jatuh cinta pada buah kacang. Karakter yang digambarkan sebagai seekor tupai tersebut pada serial Ice Age yang kelima ini malah menjadi titik awal dan penyebab dari segala konflik yang terjadi dalam alur cerita.

Di serial yang terbarunya ini, tupai tersebut —seperti biasa— sedang memburu satu buah kacang. Karena rasa ambisiusnya yang tinggi, dia pun tidak mengenal tempat dan waktu, hingga tiba-tiba dia terlempar ke luar angkasa hanya gara-gara mengejar satu buah kacang idamannya. Sesampainya di luar angkasa, karena tingkahnya yang tidak pandang bulu, kemudian tupai tersebut menemukan buah kacang yang dikejarnya terlempar sampai ke luar angkasa dalam sebuah alat semacam piring terbang yang biasa orang-orang katakan sebagai kendaraan alien. Karena ketidaktahuan dan ambisi yang tinggi sehinngga tingkah dari Si Tupai tidak bisa terkontrol. Dia dengan serampangan memencet tombol-tombol yang ada di dalam benda semacam piring terbang tersebut karena ingin menggapai buah kacang yang ia incar. Karena ketidaktahuannya itu pula, sehingga timbullah kejadian-kejadian yang menjadi sebab dari semua konflik dari awal sampai akhir dalam alur cerita Ice Age Collision Course. Mulai dari benturan-benturan bebatuan luar angkasa sampai pada akhirnya ada meteor besar yang jatuh menimpa bumi.

Lagi-lagi sangatlah imajinatif dan begitu mengkhayal, akan tetapi penyajian kisah yang lain dan khas sehingga menjadi unik dan lain dari paham yang biasa beredar itulah yang membuat alur cerita pada serial film yang satu ini dapat dikatakan sangatlah logis dan “ilmiah”. Toh, memang pada akhirnya orang-orang akan bilang bahwsanya film itu hanya sekedar kartun dan kisah buat anak-anak saja.

Dan kegelisahan saya pun sedikit berkurang, tapi tak pernah hilang.

Ozik Ole-olang

Mahasiswa rantau asal Madura. sekarang sedang mukim di Malang dan sedang menyelesaikan sebuah buku.