Diet Sehat dengan Lotis

Pak Asroi dan Ibu Qibti meracik pesanan pelanggan.
Pak Asroi dan Ibu Qibti meracik pesanan pelanggan. | © Khansa Amira Rosyida

Tak jarang saya mendengar kalimat “diet mulai besok,” ketika kebanyakan kaum perempuan memutuskan untuk diet tapi tak segera dilakukan. Alasannya selalu ada-ada saja, mulai dari melihat jajaran makanan junk food atau es krim yang terlihat begitu menggoda. Apalagi ketika melihat orang di sebelahnya sedang lahap menyantap mi instan berkuah kala hujan tiba. Ah, pastinya nikmat sekali itu rasanya!

Diet selalu erat kaitannya dengan mengontrol porsi makanan, memilih-milih untuk mengkonsumsi makanan yang sehat. Akibatnya diri selalu merasa tak bebas ketika makan ini itu, dan rasanya selalu tak nyaman di lidah. Perbincangan tentang diet; solusi diet yang selalu dipilih adalah diet yang tak menyebabkan kantong bolong karena memesan makanan diet ‘mahal’ selama seminggu. Kadang pula lidah terasa mati rasa karena memilih melakukan diet mayo (diet garam, meniadakan penggunaan garam di setiap makanan).

Mengonsumsi buah-buahan adalah salah satu cara sederhana untuk diet. Rujak adalah salah satu makanan yang mengandung banyak campuran buah-buahan. Dan bisa digunakan sebagai pilihan untuk progam diet Anda. Makanan yang bisa disebut sebagai salad Indonesia ini biasa disajikan bersama sambal; dengan campuran gula merah dan cabai. Rujak terdiri dari berbagai macam buah, dan saus berupa sambal yang kadang rasanya mengalahkan mayonaise atau bahkan saus sederhana dengan madu. Menurut lidah saya lo ya…

Di pasar Ungaran ada rujak yang dikenal dan telah mangkal selama 14 tahun. Lapaknya dikenal dengan sebutan Rujak Utama karena berada bersebelahan dengan toko kelontong ‘Utama’. Penjualnya seorang bapak berumur 41 tahun bernama Asroi yang dibantu oleh istrinya Ibu Qibti. Pasangan penjual rujak ini selalu menyambut dengan ramah setiap pelanggan yang datang, bahkan pelanggan usil seperti saya yang kadang hanya datang untuk sekadar mengobrol tanpa membeli. Hehe…

Buka mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore, dengan persediaan buah segar yang dibelinya di pasar Johar. Pelanggannya sendiri terdiri dari anak-anak SMP hingga dokter. Rata-rata mereka yang biasa datang adalah yang sudah lama berlangganan karena rindu dengan cita rasa sambal nikmat dan buah rujak segar. Penandanya cukup mudah, jika dari kejauhan pintu pasar Ungaran, terlihat jelas gerobak biru dengan tulisan “rujak” di depannya dengan cat berwarna putih yang tidak terlalu besar yang selalu ramai, itulah Rujak Utama.

Ketika Anda hendak mampir, Ibu Qibti dengan senyum ramahnya selalu bertanya, “Lotis atau rujak? Makan di sini apa bungkus? Ada dua pilihan sambal, manis atau pedas, kalau suka boleh juga pesan yang sedang-sedang saja.”

Sajian Lotis Rujak Utama tinggal diguyur saus sambalnya yang khas
Sajian Lotis Rujak Utama tinggal diguyur saus sambalnya yang khas. | © Khansa Amira Rosyida

Apa bedanya lotis dan rujak? Disebut lotis karena potongan buahnya yang besar-besar, sedangkan rujak, potongan buahnya halus seperti diparut.” jelas Bu Qibti.

Beruntung, saya memang sudah kenal dengan Pak Asroi karena beberapa kali mencoba lotisnya yang nikmat disantap kala matahari tengah galak-galaknya sambil kadang sedikit berbincang tentang sepakbola atau voli, hobi masa mudanya. Namun, baru kali ini saya berjumpa dengan istrinya. Beruntung memang pada hari itu saya mendapat seporsi lotis gratis siap santap, tentu dengan pilihan sambal yang tak terlalu pedas.

Lotis juga bisa menjadi pilihan menu diet, dengan harga Rp7000,00 perut sudah terasa kenyang, plus badan sehat dan tak perlu takut lemak menimbun lagi. Namun, perlu diingat, kurangi sambalnya jika lotis akan dijadikan pilihan progam diet.

Bermacam buah-buahan, seperti pepaya dapat membuat perut kenyang lebih lama, bengkoang selain rasanya yang segar dapat membuat kulit lebih bersih dan cantik dan macam buah-buahan dalam sajian rujak maupun lotis lainnya. Ada baiknya, ketika mengonsumsi rujak pun lotis sebagai menu diet, jangan makan buah yang masam, takutnya perut menjadi perih karena masih kosong.

Imbangi pula dengan mengonsumsi karbohidrat, asalkan kurangi porsinya. Dan jangan lupa olahraga! Olahraga adalah salah satu formula diet yang paling penting. Semangat diet perlu lebih diperjelas dari “menjadi kurus” dipertegas dengan “menjadi sehat”, dengan begitu; diet akan terasa lebih ringan, tanpa paksaan. Tertarik Anda mencobanya? Saya sih sudah.

Khansa Amira Rosyida

Mahasiswi sastra