Di Bawah Naungan Sambal Pencit, Sambal Meja dan Minyak Bebek Sale Pare

Cuaca memang agak terik saat itu, waktu menunjuk pada pukul 10 siang. Saya hendak menuju Jombang saat memulai perjalanan dari Kediri, tepatnya dari rumah mertua di daerah Gurah. Daerah yang berjarak kurang lebih 7 km dari monumen simpang lima gumul (SLG), sebuah monumen yang hampir mirip dengan Arc De Triomphe di Perancis itu.

Pare, adalah sebuah nama daerah yang mungkin tak asing bagi Anda. Pare mempunyai sisi emosional tersendiri di kalangan mereka yang pernah singgah, sebab tempat ini memang kerap menjadi rujukan utama bagi mereka yang hendak memperdalam kecakapan dalam berbahasa, khususnya bahasa Inggris. Para pelajar itu datang dari seluruh penjuru Nusantara. Itulah mengapa Pare menjadi lebih dikenal atau didatangi oleh orang luar Kediri.

Di Pare, ada begitu banyak tempat makan yang bisa Anda temukan. Salah satunya adalah Sale. Nama tersebut adalah akronim dari Sangat Lezatnya.

Rumah makan Sale terletak di Jl. Panglima Sudirman. Warga setempat galibmenyebutnya perempatan PDAM. Terdapat ATM BCA persis di sebelah timur sebagai patokan yang bisa diingat. Atau lebih gampang, Anda bisa meminta panduan google map atau aplikasi sejenis guna memberi arahan menuju tempat ini.

Sale sendiri adalah sejenis rumah makan yang menjadikan ayam dan bebek sebagai komoditas utama. Tentu keduanya bisa Anda nikmati sesuai selera, baik dengan metode bakar atau goreng. Sebagai ciri khas, rumah makan Sale memiliki sambal yang bisa dibilang unik, sambel pencit namanya. Bila diartikan, itu berarti “mangga muda”. Ya, sambal mangga, paduan antara lombok yang ditumpuk beserta mangga muda. Sambal dengan tingkat pedas yang akan membikin bibir Anda menganga untuk waktu yang lama karena rasa pedas ditambah rasa masam cum legit.

Satu Paket Ayam Goreng Sale
Satu Paket Ayam Goreng Sale | © Saiful MU

Di kesempatan itu, saya beserta istri memesan menu paket ayam goreng. Satu paket ayam goreng/bakar dibanderol Rp 16.000, harga yang sama untuk dengan satu paket bebek goreng/bakar. Harga itu relatif terjangkau bahkan untuk kalangan bawah serupa kami.

Yang cukup menggemberikan, pelayanan di Sale relatif lebih cepat dibanding tempat-tempat lain yang menyajikan menu sejenis. Biasanya, teh botol akan datang lebih dahulu. Tentu saya memesan teh botol dingin sebagai tambahan di cuaca yang terik di di siang itu.

Selang beberapa saat, dua pesanan kami telah terhidang di meja makan. Selain sambal pencit, yang membuat kami ketagihan untuk selalu datang dan datang ke Sale adalah hadirnya “sambal meja”. Istilah yang kami buat sendiri untuk semacam sambal tomat yang terhidang di tiap meja makan, dan tentu saja boleh dinikmati pelanggan tanpa batas alias unlimited.

Meski sambal ini bisa dikategorikan sambal cuma-cuma, namun untuk urusan rasa sambal ini tak ragu untuk kami beri nilai prima. Rasanya yang gurih juga dengan kemantapan pedas yang purna sungguh membuat kami rela untuk nambah berulang-ulang, meski keputusan tersebut kerap harus kami bayar mahal: panas di perut. Menggelikan memang, namun bagaimana lagi. Bukankah untuk sebuah kenikmatan, kita musti siap dengan sebuah pengorbanan?

Skuad Sambel Pencit, Sambal Meja dan Minyak Bebek
Skuad Sambel Pencit, Sambal Meja dan Minyak Bebek | © Saiful MU

Tak sampai di situ. Rumah makan Sale juga menyediakan menu tambahan yaitu minyak bebek. Sama seperti sambal meja, minyak bebek juga ada di tiap meja. Ia hadir dalam bentuk minyak kental berwarna kuning muda dan terang yang berada pada botol kecil. Cukup dikocok terlebih dahulu lalu tuangkan pada nasi. Niscaya nasi akan menjadi lebih gurih dan nikmat.

Lengkap sudah kenikmatan hari itu. Rasa ayam yang renyah, gurih dan tidak alot. Tentu itu adalah hasil dari pengolahan jempolan. Dipadu dengan sambal pencit dan “sambal meja” tak ketinggalan pula dengan minyak bebek tentu akan membuat ibadah makan Anda menjadi lebih khusu’ dan khudlur. Istilah pertama membuat hati Anda akan tenang dan fokus, lalu istilah kedua membuat kehadiran jiwa Anda benar-benar ada di “TKP” dan lepas dari jeratan hal-hal lain untuk beberapa saat. Sebuah hal yang mungkin jadi barang mewah di saat zaman yang sarwa brisik dan kaku ini.

Jika berada di sekitar Pare Kediri, silakan mampir untuk menikmatinya secara langsung menu-menu yang tersedia. Tak perlu harus seperti saya yang memilih ayam goreng menjadi menu pesanan. Juga tak harus mengajak si dia jika memang kenyataan belum mempertemukan Anda.

Saiful MU

Suka nulis, suka kopi dan penyuka lawan jenis.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com