Choco Klik dan Sepotong Ingatan tentang ‘Spoor’ tua

Dulu ada satu jalan yang selalu saya lewati setiap berangkat dan pulang sekolah semasa di Purwokerto. Namanya Jalan Merdeka. Bagian paling menyenangkan di jalan yang membentang dari pertigaan Paparonz Pizza Jalan Jendral Sudirman sampai Tugu Karesidenan Jalan Jendral Gatot Subroto ini adalah pohon-pohon besarnya yang rindang dan rumah-rumah tua yang berdiri megah, kokoh dengan dinding putih dan list cokelat tua.

Dulu, komplek ini mungkin adalah bekas rumah-rumah petugas kereta api di Purwokerto. Di salah satu ujung jalan ini, yang dekat dengan Paparons Pizza tadi, adalah bekas stasiun kereta api Purwokerto. Sampai saat ini, masih ada satu gerbong lokomotif beserta kantor semi museum yang kemudian disebut Kompleks Stasiun Timur. Kalau tidak salah, ada rambu kuning bertuliskan “Spoor” di sana.

Ngomong-ngomong, spoor itu artinya rel lho ya, bukan kereta. Dulu ketika Indonesia masih dijajah Belanda, orang-orang Jawa yang mendengar kata spoor lalu melafalkannya dalam kata yang lebih njawani, yaitu sepur, dan merujuk pada kereta api.

Di sebelah barat Stasiun Timur, dulu ada sebuah kafe yang imut sekali. Namanya Choco Klik. Sesuai namanya, warna dan makanan serta minuman yang disajikan di sini temanya coklat.

Interior Choco Klik
Interior Choco Klik | © Chandra Wulan

Awalnya, kafe ini hanya menyewa satu bangunan ruko. Karena harganya yang cukup murah untuk kalangan anak sekolah dan mahasiswa, kafe ini laris dan dengan cepat dapat menyewa ruko sebelahnya. Selain minuman coklat yang bervariasi, Choco Klik juga memproduksi makanan olahan berbahan dasar cokelat yang lalu dijual dan masuk di menu kafe atau bisa juga di-order terpisah untuk ulang tahun dan event-event lainnya. Ada kue chiffon, tart, cake, hingga praline dari cokelat berwarna-warni. Saya dulu menyukai area outdoor, karena berbentuk payung-payung besar berwarna cokelat tua dengan kursi dan meja kayu. Rasanya silir, menikmati sore menyesap cokelat hangat sambil melihat lalu lalang kendaraan yang begitu-begitu saja, tidak sepi, tidak ramai juga, di kota kecil ini.

Kafe dengan tema cokelat ini juga laris pada masanya, kira-kira sekitar tahun 2010-2013 karena belum banyak warung kopi yang masuk ke Purwokerto. Penetrasi kopi ke pasar anak muda Kota Satria ini masih nol besar. Kopi masih dianggap minuman orang tua.

“Kowe arep nginum apa?” (Kamu mau minum apa?)

“Kopi ana ora?” (Ada kopi nggak?)

“Woh lha ninine ngopi? Ya mengko dienteni sedela ya, ni!” (Wah, si nenek mau ngopi? Tunggu bentar ya nek!)

Ya begitulah.

Kira-kira dua bulan yang lalu, ibu heboh mengajak saya ke Choco Klik. Saya bingung. Kenapa enggak ngopi saja? Kan sekarang sudah banyak warung kopi di Purwokerto. Kami sekeluarga doyan ngopi. Kenapa harus nyoklat? Usut punya usut, ternyata Choco Klik kafe kecil yang di Jalan Merdeka itu sudah pindah ke Jalan Overste Isdiman, menempati bangunan yang mulanya adalah Rumah Makan Indonesia. Tempat ini jauh lebih besar dibandingkan Choco Klik yang dulu.

Waktu masih di Jalan Merdeka, pikiran saya tentang Choco Klik adalah: toko kue yang ada kafenya. Soalnya, dulu banyak freezer dan lemari-lemari kaca tempat men-display kue yang mereka jual. Makanya, saya lebih suka di outdoor area, soalnya kalau di dalam rasanya seperti sedang duduk di toko. Kan, enggak lucu.

Tempat Choco Klik yang baru jauh meninggalkan kesan toko cokelat seperti sebelumnya. Kali ini benar-benar sebuah kafe, dengan AC yang terlampau dingin (saya ke sana pas habis hujan), beberapa sudut sengaja dibuat kekinian dengan lemari warna kayu natural tempat memajang boneka beruang. Pasti ini spot langganan berfoto anak-anak SMP, SMA hingga mahasiswa. Memang, saat saya ke sana tempat ini didominasi oleh anak kuliahan. Paling mungkin dari Universitas Jenderal Soedirman alias Unsoed. Choco Klik baru ini juga punya outdoor area yang didominasi dengan meja kursi berwarna putih. Tempatnya cukup nyaman dan tetap terlindung dari hujan. Tapi saya memilih di dalam supaya ngobrolnya lebih enak.

Habis basah karena kehujanan, pilihan minuman saya jatuhkan kepada Choco Cinnamon Hot. Saya juga memesan Cheese Puff sebagai teman minum. Ibu memilih eskrim rasa blackforest dan Nasi Goreng Kriuk karena lapar. Pesanan saya agak lama datang, sampai harus ditanyakan kepada waiter dua kali. Udah keburu kedinginan, minuman panas nggak kunjung datang.

Eskrim Blackforest dan Choco Cinnamon Hot
Eskrim Blackforest dan Choco Cinnamon Hot | © Chandra Wulan
Cheese puff
Cheese puff | © Chandra Wulan

Ketika akhirnya pesanan saya tiba, saya yang semula kecewa mendadak bungah. Choco Cinnamon Hot ini tampilannya menggoda sekali. Mug berukuran sedang berwarna putih, dengan whipped creamfull di bagian atas dan dihiasi bubuk kayumanis, serta sebatang kayumanis di pinggiran, bisa untuk mengaduk.

Pas saya sruput, wah! Manis cokelat bercampur hangat kayumanis menghangatkan mulut dan perut sekaligus. Cocok sekali untuk suasana sehabis hujan. Saya lalu pindah ke cheese puff. Makanan ini aslinya adalah puff pastry berbentuk panjang-panjang dan disediakan saus keju untuk dipping. Lucunya, tempat saus keju itu berbentuk seperti mangkuk kecil dengan lilin di bawahnya, sehingga keju selalu hangat dan lumer. Ada juga varian cokelat dari menu ini. Untuk menu yang dipesan ibu: eskrimnya enak.

Rata-rata eskrim ya di mana-mana enak, to. Nasi gorengnya menurut saya lumayan, menurut ibu tidak enak. Tapi ibu memang cukup tinggi standardnya soal enak atau tidaknya makanan dan minuman. Saya yang sudah terbiasa ngekos sejak lima tahun lalu, sih, standardnya sederhana: kalau masih bisa dimakan, berarti enak.

Nasi Goreng Kriuk
Nasi Goreng Kriuk | © Chandra Wulan

Soal harga, saya cukup terkejut sekaligus senang menjumpai bahwa harga Choco Klik baru tidak berubah banyak dari yang lama. Masih ada menu seharga belasan ribu di sini. Dengan tempat semewah itu, ukurannya masih sangat murah. Pantas ramai.

Jika suatu saat kamu main ke Purwokerto dan enggak terlalu suka kopi atau nggak bisa minum kopi, saya sarankan untuk mampir sejenak ke Choco Klik.

Bagi yang suka cokelat, cobalah memesan menu signature-nya: Choco Klik. Untuk teman minum, ini menu yang saya rekomendasikan: Cheese Puff, mendoan, risol mayo. Menyesap secangkir cokelat panas sambil memeluk boneka Teddy Bear juga boleh kok, enggak dosa. Yang dosa itu yang nggak pahala.

Sekian ulasan Choco Klik dari saya. Jika suatu saat kamu betul-betul mampir ke tempat ini, ucapkan ini kepada waiter-nya saat pulang: “Mas, coklate nylekamin pisan, ya!” atau “Mas, coklate nyamleng pisan, ya!” Dijamin kalian akan menjadi saudara. Selamat nyoklat!

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com