Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes

Cute Sign Agenda Resto and Vibes
Lihat Galeri
6 Foto
Cute Sign Agenda Resto and Vibes
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Cute Sign

Cute Sign Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Sumber: Cute Sign Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan
Lampu Industrial Agenda Resto and Vibes
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Lampu Industrial

Lampu Industrial Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Sumber: Lampu Industrial Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan
Lesehan Vibrant Agenda Resto and Vibes
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Lesehan Vibrant

Lesehan Vibrant Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Sumber: Lesehan Vibrant Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan
Lorong Aesthetic Agenda Vibes and Resto
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Lorong Aesthetic

Lorong Aesthetic Agenda Vibes and Resto | Chandra Wulan

Sumber: Lorong Aesthetic Agenda Vibes and Resto | Chandra Wulan
Meja Kursi Biasa aja Agenda Resto and Vibes
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Meja Kursi Biasa

Meja Kursi Biasa aja Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Sumber: Meja Kursi Biasa aja Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan
Mari Berkebun di Agenda Resto and Vibes
Bersenang-senang di Agenda Resto and Vibes
Mari Berkebun di Agenda Resto and Vibes

Mari Berkebun di Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Sumber: Mari Berkebun di Agenda Resto and Vibes | Chandra Wulan

Semasa SMA, saya berteman akrab dengan lima perempuan. Nggak ada niatan membentuk geng apalagi memberi nama yang wagu semacam The Cuties atau Girls Squad ala-ala Nia Ramadhani Bakrie dan geng sosialitanya. Apalah kami yang cuma murid sekolahan kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal dengan dialek “ngapaknya”. Tiba masanya kelulusan, kami berenam berpisah. Untuk memudahkan cerita ini izinkan saya menggunakan inisial. Saya dan AM di Jogja, AP dan MH di Purwokerto, PE di Semarang dan HY di Salatiga.

Selama sekitar empat setengah tahun itu, jarang sekali kami bertemu full team. Paling-paling hanya ketika yang di Purwokerto berkunjung ke Jogja, atau dari Salatiga atau dari Semarang berkunjung ke Jogja. Saya senang-senang saja tinggal beres-beres kamar indekos dan menemani mereka jalan-jalan ke Malioboro. Jarang sekali kami main ke Semarang apalagi Salatiga karena Jogja memang yang paling menyenangkan untuk dikunjungi, bukan?

Setelah kami semua lulus, jalan berbeda kami tempuh. Saya tetap di Jogja, bekerja di zona nyaman. AM exchange setahun di Jepang lalu kembali ke Jogja untuk koass dokter hewan, MH dan AP melanjutkan studi di Jogja, PE melanjutkan studi di Semarang dan HY bekerja di Sidoarjo. Jadi empat orang dari kami berenam kini tinggal di Jogja, sisanya di Semarang dan Sidoarjo.

Teman saya yang di Sidoarjo ini sedang stres dengan pekerjaannya sebagai guru di sebuah SMP. Ia pusing menghadapi kids zaman now dan memang sejak awal ia sebenarnya tidak ingin menjadi guru tapi, ya, gitulah, tuntutan orang tua tahu sendiri gimana. Biasanya, sebagaimana guru-guru lain, pada hari Sabtu ia menjalani pelatihan. Learning exercise mungkin, saya kurang tahu. Akan tetapi dua minggu yang lalu, saking stresnya, tahu-tahu ia mengabari kami di grup chat bahwa ia sudah membeli tiket kereta dari Sidoarjo ke Jogja. Padahal, kan belum tentu kami semua selo.

Karena berita itu, PE yang di Semarang juga memutuskan untuk datang ke Jogja. Akhirnya kami bisa juga kumpul berenam. Setibanya di Jogja, kami menginap di indekos AM berenam tidur macam ikan pindang dalam keranjang. Indekos AM dipilih karena relatif dekat dari tempat-tempat yang ingin kami kunjungi dan dekat juga dengan MH dan AP. Saya jauh di Jalan Godean, jadi nggak masuk hitungan tempat menginap.

Hari pertama setelah sarapan di Sop dan Soto Pak Nanto di Karangwuni yang legendaris itu, kami mandi-mandi cantik lalu bersiap ke tempat yang fancy. Tempat ini naik daun setelah muncul di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Agenda Resto and Vibes yang berada di Greenhost Hotel, Prawirotaman. Saya sendiri belum pernah ke sana sebelumnya karena dua alasan: pertama, semua resto yang ada di dalam hotel pasti mahal. Kedua, jauh dan mager kesananya. Radius tempat nongkrong dan makan saya maksimal 5 km, mungkin kurang.

Kami mengendarai tiga motor dari Karanggayam menuju Prawirotaman. Aneh sekali, cuaca Jogja yang dua hari berturut-turut sebelumnya sangat cerah dan panas, mendadak mendung dan hujan deras. Dua hari yang saya maksudkan adalah ketika Jogja merayakan hari ulang tahun dan mengadakan beberapa acara termasuk karnaval. Kok bisa kebetulan begitu ya? Kami yang hanya punya mantel jomblo atau bahkan lebih parah (saya cuma punya mantel tipis transparan warna kuning sekali pakai yang kaya kresek harganya sepuluh ribuan itu) sampai harus berhenti tiga kali di jalan menuju Agenda Resto and Vibes.

Pertama kami berhenti di Jalan C. Simanjuntak dekat YAP Square, lalu lanjut sampai Jalan Mangkubumi kami berhenti cukup lama di kantor Kedaulatan Rakyat, lanjut lagi sampai Jalan Mataram dan kembali berteduh seraya merutuki cuaca yang sebenarnya menyenangkan juga untuk saya karena hujan membuat dua hari yang ngentang-ngentang itu jadi teduh dan sejuk kembali. Kami dilema, mau menerabas hujan, sayang udah dandan, nanti alis dan lipstiknya luntur (enggak waterproof), nunggu reda kelamaan. Ya, mending kami menunggu biar tetap cantik pas foto-foto di sana nanti.

Perjalanan dan perjuangan selama kurang lebih satu jam itu tidak sia-sia. Agenda Resto and Vibes, menurut HY, sangat cozy. Pelayanannya baik, dan waiter-nya ganteng, berjambang tipis gitu. Kembali ke tempatnya, lantai kayu di Agenda menonjolkan kesan natural. Seingat saya tempat itu ber-AC, tapi kita boleh merokok. Kita tidak bisa menyebut Agenda dengan satu karakter saja, misalnya industrial. Karena di sini dapat ditemukan beberapa gaya interior. Karena saya sendiri kurang paham bab desain interior, akan saya ceritakan saja penampakan Agenda dari kacamata kami berlima (waktu itu si AM masih harus koass, di hari Sabtu, sampai pukul dua siang).

Pintu masuk Agenda terbuat sepenuhnya dari kaca dengan handle besi. Begitu masuk, kita disambut oleh sebuah lorong yang sisi kanannya dibuat struktur tulang-tulang kayu melengkung berwarna putih dan dihias tanaman di pot-pot kecil. Sungguh instagrammable sejak pandangan pertama. Pantas saja tempat ini sangat diminati. Kemudian di sisi kanan ada beberapa meja dan kursi dari kayu –biasa saja. Lalu ada sebuah meja dengan dua sofa dan bantal super besar, kami duduk di sini dan tidak salah memilih. Sangat nyaman dan homey, menurut HY.

Kemudian dari sofa itu ke kiri ada area lesehan dengan alas duduk berwarna vibrant, merah dan kuning cerah yang juga instagrammable. Tempat ini mendapat sinar matahari langsung, jadi mungkin lebih enak ditempati ketika cuaca mendung atau ketika sudah malam. Di sebelah area itu ada lagi sederetan meja dan kursi semacam sofa berwarna oranye dan hijau dengan lampu putih ala-ala lampion dengan gagang hitam menggantung dari langit-langit –industrial. Saya yakin kalau malam-malam bagian ini paling menarik untuk diabadikan. Lalu, terakhir ada meja dan kursi-kursi menghadap jendela di mana kita bisa melihat Jogja dari ketinggian, ditemani hijaunya tanaman-tanaman rambat di sekitar. Sisanya area bar yang tidak saya explore, toilet yang bersih, dan area hidroponik yang cukup luas dengan tanaman sawi, mint, cabai, serta beberapa yang saya tidak tahu namanya.

Sebagai kelas menengah ngehek, tentu saja kami hanya memesan minuman murah dan satu makanan untuk di-split berlima. Kelima minuman yang kami pesan adalah: Honey and Ginger Tea yang nikmat dan hangat, Moroccan Mint Tea yang hangat tapi semriwing, Chilled Pinneaple Juice yang rasanya agak wagu, Apple Juice yang rasanya seperti Fruit Tea, serta Ice Chocolate yang biasa saja. Kami pun hanya memesan salah satu menu dalam golongan Light Bites yaitu Agenda Nachos Grande, yang tersedia di piring besar dengan pilihan saus kacang merah, nanas, serta keju. Menurut saya saus kacang merah yang paling enak, HY paling suka nanas, dan PE keju. Kembali ke selera masing-masing. Oh iya, tehnya bisa di-refill, guys. Menyenangkan sekali.

Setelah itu kami hanya mengobrol dan foto-foto sepuasnya. Pelayannya ramah sekali dan mau dimintai tolong memotret kami. Ia bahkan mengarahkan ke tempat yang biasa dipakai berfoto ramai-ramai, di area lesehan dengan alas duduk vibrant tadi. Jadi kalau bisa disimpulkan, kira-kira begini nilai Agenda Resto and Vibes:

AspekNilai
Kenyamanan5/5
Instagrammable10/5
Minuman4/5
Makanan5/5 (untuk Nachos Grandenya saja)
Harga3/5 (maklum kelas menengah ngehek)
Pelayanan5/5

Pulang dari Agenda Resto and Vibes, kami kelaparan dan memutuskan untuk mampir ke Bungong Jeumpa untuk makan yang sesungguhnya. Mi Aceh, here we come!

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com