Bersatu Kita Ngopi!

Tentang Malam Terakhir Malang Coffee Festival 2012
Malang Coffee Festival
Malang Coffee Festival 2012

Saya tidak pernah menyangka kalau acara seperti festival kopi, benar, festival kopi, bisa teramat ramai. Kesan ini saya dapat karena kurang dari sebulan sebelumnya, saya dan beberapa teman datang ke Pulau Bali. Tepatnya, kami pergi ke Ubud, juga untuk datang ke festival kopi yang labelnya internasional.

Waktu itu, kami hanya mendapati belasan orang dan tak sampai sepuluhan stan penjual kopi. Kami semua sepakat kalau acara tersebut teramat mengecewakan.

Tapi hal ini tidak saya dapati malam itu. Minggu (29/9/2012), sekitar pukul 20.00, dengan terengah-engah saya sampai di pelataran parkir utara Plaza Araya Malang. Hari ini adalah hari terakhir dari 3 hari penyelenggaraan festival kopi ini. Jadi agaknya, saya beruntung masih merasakan festival kopi ini.

Kalau naik bus dari luar kota seperti saya, cukup berhenti di Taspen. Tak perlu sampai di terminal utama, Arjosari. Dari situ, tak sampai 10 menit berjalan ke Barat, saya sudah merasakan atmosfer festival.

Dari kejauhan, ada puluhan tenda berbentuk kuncup menjunjung. Sedang di pojok, ada panggung besar tempat MC dan beberapa grup musik yang nantinya akan tampil. Di tempat inilah, diselenggarakannya Festival Kopi Malang. Atau nama resminya: Malang Coffee Festival (MCF).

Seperti yang bisa kita temui di rilisan panitia, MCF memang diadakan untuk pertama kalinya. Acara utamanya adalah untuk membudayakan kopi dan memperkenalkan kepada para penikmat tentang beragam kopi yang ada di Indonesia, tak hanya di regional Malang.

Tapi, acara ini seperti bukan untuk pertama kalinya. Di depan venue ada baliho berukuran besar sebagai penanda tempat acara. Masuk sedikit, nampak ratusan, bahkan bisa sampai ribuan orang tumplek-blek di acara tersebut. Meski tak seramai dan seriuh jobfair (pameran lowongan pekerjaan), antusiasme model ini barangkali bisa menyamai konser musik. Barangkali benar, kopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari orang-orang.

Saya langsung mengambil kamera saku dan mencoba mencari celah, barangkali ada stan yang kosong sehingga saya bisa mencicipi dahulu segelas kopi. Jangankan mencicipi kopi dari nama besar seperti MyKopi-O, CoffeeStory, atau Sensa, untuk duduk di lesehan yang sudah disediakan panitia di sisi yang jauh dari tenda saja, saya tak kebagian. Akhirnya, setelah 3x memutari venue, saya menyerah. Saya memilih untuk mengabadikan saja MCF ini.

Pun ketika saya datang ke tenda panitia bertulis ‘Information Centre’. Saya lihat para awaknya sedang teramat sibuk hingga tak mungkin untuk diajak ngobrol.

Tapi berdasarkan informasi yang telah saya baca sebelum berangkat, memang banyak sekali acara terkait kopi yang panitia adakan. Bahkan, ada lomba nyethe, lomba membatik rokok kretek dengan ampas kopi yang juga diadakan malam itu.

Dari panggung, sepasang MC terus berkicau dan memompa semangat pengunjung dengan tak henti-hentinya membagikan doorprize. Suasana semakin semarak ketika salah satu stan membagikan dengan gratis puluhan paket kopi Luwak.

* * *

Malang Coffee Festival 2012
Malang Coffee Festival 2012
Malang Coffee Festival 2012
Malang Coffee Festival 2012

Di tengah keramaian dan hilir-mudik orang yang membawa gelas plastik atau cup berisi berbagai macam jenis kopi, sebuah pesan masuk. Seorang teman yang sebelumnya membimbing saya untuk sampai di tempat acara ini, ternyata juga masih bertahan di sini. Persis di depan sebuah stan kopi yang ramainya keterlaluan, kami bertemu. Rahmat, atau biasa disapa Cak Wang namanya.

Dengan bantuan Cak Wang juga, pemilik sebuah warung kopi bernama sama dengan julukannya di Jember, saya bisa berkenalan dengan Willy Lennon. Willy, begitu ia biasa disapa, adalah pemilik kafe di Kediri. Sekaligus, pria murah senyum adalah juara barista untuk regional Surabaya tahun 2011.

Sebelumnya, berkat kedua orang ini, saya berhasil mendapat segelas coffee latte.

Rasa penasaran saya tentang pertanyaan seputar budidaya dan pengolahan kopi terbayar lunas. Kami bertiga ngobrol kesana-kemari tentang kopi dan perkopian Indonesia. Keduanya, yang sama-sama pemilik kedai kopi, serius membicarakan tentang pasokan kopi.

Selama ini, ada sebuah pertanyaan yang terus-menerus menggelitik benak saya. Kenapa kopi jenis tertentu bisa disebut enak?

Ia memberikan beberapa indikator. Antara lain body, aroma, flavor, dan after-taste. Body mengacu pada tingkat kekentalan. “Kalau air dan susu, pasti body-nya beda. Nah, antar kopi juga punya body yang berbeda,” tuturnya. Jenis body ini bermacam-macan, mulai medium atau sedang, full-body, sampai deep full-body.

Sedangkan aroma adalah bau ketika pertama kali kopi usai diseduh. Flavor adalah rasa saat kopi menyentuh lidah. Biasa disebut manis, creamy, earthy, dll. Lalu after-taste, merujuk pada sensasi yang dihadirkan beberapa saat ketika kopi tertelan kopi, biasanya sensasi ini terletak di lidah bagian belakang atau kerongkongan. Ada beberapa jenis dan kombinasinya Long dark chocolate, bitter, cherry, spicy, dan bitter chocolate finish, adalah beberapa diantaranya.

Dari penjelasan Willy, ditambah beberapa selebaran yang tersebar di sekitaran venue, saya tak menyangka kalau ada kerumitan tertentu yang membuat komoditas bernama kopi makin eksotis.

* * *

Malang Coffee Festival 2012
Malang Coffee Festival 2012

Tanpa terasa, MC telah menutup acara. Willy pamit undur diri. Saya dan Cak Wang masih berhasrat membicarakan kopi. Dan ada hal lain yang juga mengherankan kami berdua saat itu. Meskipun MC sudah membubarkan acara setelah closing ceremony yang ditandai dengan penobatan stan terbaik, yang dimenangkan MyKopi-O dari Surabaya, para pengunjung juga tak jua pulang.

Kekurangan yang saya catat dari acara di malam ini hanya sebuah saja: tak ada pusat informasi dimana pengunjung bisa bertanya apapun yang ingin mereka ketahui tentang kopi. Apalagi melihat nyaris setiap stan ramai oleh para pembeli.

Ketika sekali lagi saya memutari venue, masih tampak beberapa pengunjung singgah di stan-stan. Venue masih ramai bahkan sampai satu jam berikutnya. Pengelola stan-stan yang ada pun tak terasa terburu-buru menutup stannya masing-masing. Rasanya tak ada yang kurang dari acara ini.

Semuanya yang terdengar menyatu, menjadi satu: kopi. Semuanya juga nampak bersemangat, sekalipun acara sudah ditutup dan hari sedikit lagi akan berganti.

Barangkali benar slogan acara MCF: Bersatu Kita Ngopi!

Arys Aditya

Penerjemah lepas dan sampai sekarang bergelut di Kelompok Belajar Tikungan Jember, Jawa Timur.

  • jodieisme

    Ketika foto bintang tamu di baliho acara kopi lebih besar ketimbang foto-foto yg terkait dg kopi..