Berkemah di Perkebunan Kopi Solok Radjo

Barista Boot Camp
Peserta Barisra Boot Camp di Perkebunan Kopi Solok. © Noverdy Putra

Ini kali, untuk kedua kalinya Rimbun Espresso & Brew Bar bersama Pandeka Coffee mengadakan boot camp di Perkebunan Kopi Solok Radjo, Solok, Sumatra Barat. Barista Boot Camp, demikian tajuk acara ini. Kebetulan panen raya sedang berlangsung. Saat yang tepat untuk angkat ransel.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya melibatkan keluarga besar Coffee Shop Rimbun di Bukittinggi dan Padang. Pada penyelenggaraan kali ini kedai-kedai kopi lain terlibat, dan semakin banyak peserta yang turut. Walaupun dari tajuk acara seolah mengkhususkan pengaduk kopi (barista), tapi bukan berarti peserta hanya terdiri dari barista. Ada pula dari peserta yang ‘hanya’ mencintai kopi.

Perjalanan dimulai

Di Rimbun Bukittinggi kami menanti teman-teman dari Pekanbaru. Mereka diberangkatkan dalam beberapa rombongan dari Erber Coffee, Extract Coffee, Krema Koffie, dan Warehouse Coffee pada Rabu, 9 Desember 2015.

Sampai di Bukittinggi, rombongan dari luar kota diberi kesempatan beristirahat karena akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang. Dari Padang, sebagai titik kumpul, mereka akan bersama-sama menuju Perkebunan Kopi Solok Radjo.

Sementara itu kami di Rimbun Padang sudah tidak sabar berangkat, saat itu hari hampir gelap. Beberapa kedai kopi asal Padang mulai Kubik Koffie, Lalito Coffee & Bar, M.O. Resto & Coffee, dan Konco Kopi telah bersiap.

Pukul 10 malam, Padang sempat diguyur hujan sejenak. Setelah memuat segala perlengkapan, kami akhirnya menuju perkebunan. Pada tengah malam, kami pun tiba di Koperasi Solok Radjo yang bertempat di Kenagarian Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Hawa dingin mulai merasuk, beberapa peserta langsung menggelar kantung tidur, menyerah pada lelah. Sementara sebagian besar lainnya sibuk bercengkrama di halaman koperasi. Hidangan ayam dan sosis bakar segera dikibas. Tak perlu menunggu lama, peserta yang mulanya kocar-kacir segera berkerubung. Kombinasi dini hari, hawa dingin, dan perut yang mulai tak berkompromi, hidangan tersebut terasa makin mantap.

Memasuki pukul 3 dinihari, peserta diingatkan bahwa esok kegiatan akan dimulai pagi hari. Merebahkan diri menjadi solusi. Membludaknya peserta membuat beberapa orang mendirikan tenda di halaman. Hanya segelintir saja yang tak tidur dan bernyanyi hingga matahari pagi bersinar.

Menuju Perkebunan Kopi

Hari mulai tegak. Kami berangkat ke perkebunan kopi. Dalam perjalanan itu hamparan sawah dan perbukitan hijau membuat mata cukup lama tercenung. Bam, seketika pemandangan Danau Di Ateh membuat kami makin terkesima.

Saat akan berangkat, saya yang baru pertama kali mengunjungi kebun kopi ini, telah mendapatkan cerita bahwa perjalanan akan melewati salah satu objek wisata Alahan Panjang, Danau Di Ateh. Karena tiba pada malam hari, maka saya tak terlalu memperhatikan. Dalam perjalanan menuju kebun kopi milik Pak Radjo, kami melewati kembali Danau Di Ateh, terpampang nyata dilingkupi perbukitan hijau. Pemandangan nan menyejukkan mata.

Melihat perkebunan kopi berlatar danau, peserta pun berlari mengabadikan diri dalam berbagai posisi. Tetapi tenang saja, tidak ada pohon kopi yang terinjak-injak dan nggak ada yang sampai bergelayutan.

Sarapan pagi ditunaikan di kebun kopi. Ketan goreng dan pisang dipersiapkan oleh ibu-ibu anggota koperasi. Setelahnya, peserta mendapatkan penjelasan tentang kopi dari salah satu anggota tim Koperasi Solok Radjo, Tengku Firmansyah. Musim hujan yang sedikit terlambat, dan kabut asap yang sempat menerpa wilayah Sumatra membuat cherry masih dalam jumlah sedikit. Peserta pun dipersilakan memetik cherry setelah Tengku menutup penjelasan yang diselingi pertanyaan dari peserta.

Barista Boot Camp
Mengali ilmu budidaya kopi dari Pak Radjo. © Noverdy Putra

Kegiatan di kebun kopi itu semakin sempurna saat Pak Radjo datang. Beliau menceritakan bagaimana perjuangannya beberapa tahun terakhir membudidayakan specialty coffee dari dataran tinggi Solok, yang kini kian dikenal dengan Kopi Minang Solok. Karakteristik spicy, lemon, sweet caramel dan mild body menjadikannya dengan mudah menarik perhatian pecinta kopi seantero negeri.

Matahari mulai tinggi, Pak Radjo mendadak menjadi selebriti. Peserta sibuk meminta beliau berfoto bersama. Ia juga tak ragu bersendau gurau. Kami menikmati kopi solok di kebun kopi, sebuah pengalaman tak terlupakan.

Dalam perjalanan menuju koperasi siang itu hujan lebat mengguyur. Beruntung sekali rasanya. Kami telah memasuki sesi proses lanjutan dalam pengolahan kopi. Karena hujan yang makin lebat, alur kegiatan sedikit diubah, mengingat kegiatan selanjutnya berada di luar ruangan. Allan Arthur dari Pandeka Coffee memberikan materi tentang proses roasting. Menjelaskan lebih jauh tentang kekhasan kopi solok. Aroma kopi semerbak seisi ruangan koperasi.

Perut mulai pedih. Hari itu makan siang agak sedikit terlambat. Terimakasih peserta yang telah memaklumi. Samba lado hijau, ikan goreng, dan jariang (jengkol) serta rebusan daun singkong menjadi menu santap siang. Peserta lahap (mungkin kelaparan), hingga tak ragu untuk kembali mengisi antrian hingga 3 kali. Tambuah ciek!

Usai makan siang, matahari kembali menyinari. Kini saatnya Ketua Koperasi Solok Radjo, Alfadriyan Syah atau yang biasa disapa Adi berbagi pengetahuan. Dengan energi yang telah kembali terisi. Peserta semakin menjadi-jadi menyimak penjelasan Adi. Dari proses pulping, menengok dome tempat penjemuran, hingga proses hulling dan grading. Oh, setiap istilah yang terlontar dari mulut Adi sungguh membuat hendak membuka kamus.

Adi adalah salah satu local heroes yang mendedikasikan hidupnya untuk kopi solok. Ia tak berhenti belajar, dan terus memberikan pendampingan kepada para petani. Pernah suatu kali, ia akhirnya terbaring di rumah sakit akibat kelelahan. Di sela-sela menjenguk tersebut kami menyamaikan sebuah pesan untuknya, “Adi, jika memang dirimu dituntut untuk membelah diri layaknya jurus 1.000 bayangan milik Naruto, anime kesayanganmu, istirahat sejenak juga manusiawi untuk seorang shinobi”. Ia hanya tersenyum simpul.

Tak terasa sore hari menjelang. Kegiatan ditutup dengan proses cupping. Sedari awal kami memang telah memberi teaser kepada peserta untuk menyimak segala penjelasan dari Adi. Dan benar memang, peserta acap ternganga dari setiap penjelasan. Kami pun menjura.

Pukul 5 sore akhirnya kami mulai berkemas dengan agak malas. Tapi kami beserta peserta harus kembali ke daratan. Tahun depan kita bertemu kembali. Tabik!!

Noverdy Putra

Penganut paham baperians yang kebanyakan mikir.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com