Berburu Kopi di Kota Hujan

Bogor
Bruce Coffee © Vika Octavia

Sejak pulang dari Aceh, saya pengen bilang bahwa sejatinya hidup itu dimulai dari warung kopi. Yes, life begins at coffee shop. Buat saya, nongkrong di warung kopi bukan sekadar untuk bersosialisasi, ngobrol sambil menikmati secangkir latte yang mengepul, tetapi juga tempat mencari inspirasi dengan berlama-lama bekerja di depan laptop tanpa bosan. Bahkan sangat tidak jarang saya nongkrong di warung kopi sendirian untuk menyelesaikan setumpuk pekerjaan atau menulis untuk blog. Tahun lalu, saya sempat menulis satu buku yang jika dihitung-hitung lebih dari setengah isi buku diselesaikan di warung kopi.

Karena saya tinggal di Bogor, saya punya warung kopi favorit. Namanya Telapak café, letaknya persis di samping pool bis damri bandara, di samping Botani Square pas depan Terminal Baranangsiang. Kenapa saya suka di sini? Letaknya tidak begitu jauh dari rumah, angkotnya mudah, harganya masuk akal dan kopinya enak. Tidak itu saja, kafe ini menyediakan free hotspot dengan kecepatan lumayan lengkap dengan colokan listrik di hampir semua meja. Tidak heran, saya betah berlama-lama, bahkan kadang sampai kafe tutup pada pukul 11 malam.

Kedai Telapak © Vika Octavia
Kedai Telapak © Vika Octavia

Beberapa bulan terakhir ini, saya pikir ada bagusnya saya mencoba mencari warung kopi lain di seputar Bogor. Tentu saja bukan chain internasional seperti Starbucks atau Coffee Bean yang ada di hampir tiap mal. Mulainya pencarian dengan bertanya kepada Mbah Google. Meski tinggal lama di Bogor, gak berarti saya tahu setiap jengkal Bogor. Maklum, kalau hari kerja lebih banyak di Jakarta.

Kedai kopi pertama yang saya kunjungi namanya Dekoffie Pot. Letaknya tidak jauh dari Lapangan Sempur yang mengarah ke Taman Kencana. Tempatnya agak sepi, padahal harganya sih tidak terlalu mahal. Secangkir kopi rata-rata Rp 20 ribu. Saya memesan secangkir latte hangat. Racikan kopinya enak, tempatnya juga nyaman. Bahkan di salah satu bagian tersedia meja lesehan lengkap dengan bantal-bantalnya. Cocok buat yang berlama-lama ingin menikmati kopi dengan santai. Oya, di sini WiFi-nya juga free, sayangnya waktu saya ke sana, koneksinya agak lemot.

Selanjutnya, saya menyusuri Jalan Semeru, yang sering juga disebut daerah Cilendek. Kata orang ada Warung Kopi Ijo di Ruko Brajamusti yang layak dicoba. Sayangnya dua kali kesana, dua kali pula kedai ini tutup. Saya coba bertanya melalui twitternya, namun tidak ada respon.

Tepat di sebelahnya ada Malabar Mountain Café (MM Café). Saya pun masuk dan mencoba secangkir kopi. Wah, ternyata enak banget, harganya murah lagi. MM café khusus menyuguhkan dari kopi dari Pegunungan Malabar, Jawa Barat yang disebut Java Preanger. Ini tentu jadi berita baik, karena saya jarang sekali mendengar kenikmatan kopi dari Jawa Barat. Lebih sering mendengar kopi Lampung, Toraja atau Gayo. Ruko tiga lantai tempat MM café, disulap menjadi tempat yang sangat nyaman. Kalau ke sini, coba duduk di teras atas bagian belakang, karena kita akan melihat pemandangan sungai dan gunung Gede khas Bogor yang indah. Di lantai satu, setiap malam libur terlihat ada live music. Cocok buat yang butuh waktu nongkrong lama-lama dengan udara segar Bogor yang sering basah karena hujan. Jangan lupa juga menikmati jamur krispi renyah yang seporsi hanya Rp 5000. Di sini juga tersedia Free Wifi, sayang saya tidak sempat mencoba, karena laptop keburu mati dan colokan listrik yang tersedia terbatas di beberapa meja saja.

Warung kopi terakhir adalah Bruce Coffee and Barbershop. Letaknya tidak jauh dari MM Café. Konsepnya yang berbaur dengan alam, tidak jauh berbeda dengan MM Café. Bedanya, warung kopi yang dilengkapi dengan Barbershop ini lebih kecil ruangannya dan pilihan varian minumannya lebih sedikit. Harga pun relatif sama. Selain ingin merangkup konsumen personal, kelihatannya kedua warung kopi tersebut ingin menggaet pasar komunitas yang sering bertemu secara regular atau mereka yang ingin mengadakan meeting non formal.

Rumah Kopi Ranin © Vika Octavia
Rumah Kopi Ranin © Vika Octavia
Coffee Latte dan Pisang Keju, Ranin © Vika Octavia
Coffee Latte dan Pisang Keju, Ranin © Vika Octavia

Last but not least adalah Rumah Kopi Ranin. Kedai kopi yang terletak di jalan Bangbarung Bantarjati ini dikelilingi berbagai tujuan wisata kuliner lain di Bogor. Bagi saya Ranin yang konon merupakan singkatan Rakyat Tani Indonesia, menyajikan ragam kopi nusantara yang diracik secara manual brewing alias tidak pakai mesin. Setahu saya, mesin pembuat kopi harganya mencapai puluhan juta dan sangat jarang saya temui warung kopi yang tidak menggunaan mesin yang artinya benar-benar mengandalkan kelincahan dan kecermatan sang barista. Kalau salah-salah dikit dalam penggunaan komposisi bahan, bisa-bisa rasanya tidak konsisten, tapi ternyata itu tidak terjadi di Ranin. Favorit saya disini adalah Coffee Latte dan pisang goreng kejunya. Rumah kopi Ranin dirancang untuk kita bisa berlama-lama baik buat ngobrol. Pun buat yang hanya menulis seperti saya, karena ruangannya sangat colokan friendly dan ada free wifi yang lumayan cepat. Harganya pun sangat bersaing dari sekitar Rp15 ribu hingga 25ribuan. Satu-satunya hal yang kurang di Ranin adalah tempat parkir! Kalau membawa kendaraan, apalagi mobil, siap-siap saja bersaing memperebutkan posisi parkir.

Vika Octavia

Peace maker, pencinta perbedaan, Indonesia lover, pemakan sayur, penikmat kopi.

  • Terima kasih Minumkopi dotcom, besok-besok saya boleh kontribusi lagi yaa..

    • Kami yang berterimakasih mbak. Dan kami malah sudah tidak sabar menunggu tulisan mbak yang lain. 🙂

    • Muhammad Zulfikar

      Sedikit promosi…^^udh pernah nyoba street coffee shop yang di daerah ruko yasmin sektor 6 belum gan? Namanya kongkouw street coffee…konsep penyajian kopinya serba manual…harga sangat-sangat kompetitif dengan kedai-kedai kopi di bogor…kocek mahasiswa banget lah, tp kualitas rasa bisa diadu dengan kedai lainnya…^^lokasi di halaman ruko yasmin sektor 6 depan ruko takaful pake tenda berwarna hitam…kalo ada waktu silakan mampir gan…^^

  • adiyono

    Salam kenal, saya adiyono, saya asli semarang, tapi mulai bulan ini saya tinggal di bogor buat lanjutin study yg sempat terbengkalai, hehe, mumpung sekarang duda, umur saya 31 tahun, saya penikmat kedai kopi juga, terutama yang sediain fasilitas colokan dan wifi, saat ini kl ga di starbuck, saya di dunkin depan rs salak, ini info penting yg segera akan saya eksekusi satu per satu tempatnya, hehe, karena saya ada side job sebagai konsultan, dan kebutuhan online saya sangat tinggi…salam kenal….. ini pin bb saya 2B11935D dan contact sy ini 0817223957…..sangat senang kalo kita bisa nongkrong ngopi bareng suatu saaat…regard, adiyono

  • siikk..assiiikkk…coffee shop di Bogor makin banyak. jadi tambah banyak pilihan ngafe buat pecinta kopi.

  • tks udah sharing nih … Bogor udah serasa kampung halaman kedua buat saya… Kapan2 dicoba deh ngopi2 …

  • dhika

    dear vika,

    terima kasih atas rasa penasarannya berkunjung ke kedai kojo, sayang sekali kami sudah tidak membuka gerai @kedai kojo sejak desember 2013 lalu. kini, sesekali disela kesibukan lain kala akhir pekan, kami buka gerai dadakan di pameran-pameran. akhir pekan besok, kami bisa ditemui di bogor organic fair, GOR pajajaran.

  • Salam kenal dan salam sehat selalu

  • Arlon

    Saya jual beberapa jenis kopi luwak Indonesia,baik liar maupun ternak,kalau ada yang berniat membeli bisa hubungi saya d 0853 1518 3201 atau 0813 2138 1166..
    Jenis kopi yg saya pasarkan :kopi luwak tangkuban perahu,gayo dan lampung,serta ada kopi asli toraja.
    Sorry ikut nimbrung ya…
    Terima kasih

  • Numpang promo gan,di TUBAN jawa timur,letaknya di ds gesikhajo,palang.RR juga menyediakan berbagai menu seperti:Batagor,siomay,Es anti galau,juice cappucino,juice buah, berbagai kopi Robustanaya.dgn fasilitas , lesehan free wifi,colokan setiap meja lesehan,TV LED,full mucik,setiap malam minggu pemutaran movie,cocok buat nongkrong anak muda mudi,dgn pemandangan persawahan yg sangat indah

  • Liem Laurent

    Hai saya Lee. Saya pencinta dan penikmat kopi untuk beberapa tahun. Mungkin sejak kelas 5 SD. Sekarang saya kuliah di salah satu univ fav bogor. Saya juga senang berbisnis, ngobrol dan kerja sama dlm bidang apapun. Saya seorang penulis artikel. Kalau ada yg dari bogor mau mnum kopi yuk ngopi bareng. Juga kalau ada yg punya komunitas kopi bogor saya berminat masuk. Ini no WA dan id line saya. Leelaurent30 & 082297921764

  • Dede Mulia Yusuf

    Silahkan coba Ruang Teduh Coffee shop di Taman Topi Bogor, harga teduh dikantong, rasanya ok lah