Berakhirnya Ekspedisi Kopi Miko

Tim Ekspedisi Kopi Miko
Tim Ekspedisi Kopi Miko

Setelah dua pekan menyusuri kebun-kebun kopi, Ekspedisi Kopi Miko berakhir hari ini.

Di sepanjang perjalanan ekspedisi ini, kami menempuh jarak hampir 1.000 kilometer dan melewati empat kabupaten (Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) menaiki satu pegunungan ke pegunungan lain. Setidaknya ada enam titik perkebunan kopi yang kami kunjungi. Kesemuanya dikelola oleh rakyat. Sedangkan satu titik lainnya ialah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang berada Jember.

Kebun kopi negara yang dikelola PTPN XII yang tadinya kami janjikan untuk dikunjungi gagal terlaksana. Sebab, pengajuan izin peliputan yang kami ajukan ditolak pihak direksi tanpa alasan. Mulanya, kami hendak memaksakan diri berkunjung ke kebun dengan menyaru sebagai wisatawan. Tetapi, karena menurut bagian informasi yang kami hubungi, wisatawan pun tidak diperbolehkan mengambil gambar secara leluasa maka rencana itu kami batalkan. Kecenderungannya, perkebunan warisan kolonial itu memang tidak ramah. Bahkan untuk berbagi ilmu budidaya kopi kepada masyarakat di sekitar perkebunan.

Tetapi kami beruntung, karena penerimaan petani kopi di sejumlah perkebunan kopi rakyat. Bahkan untuk beberapa kesempatan, kami dipersilakan untuk istirahat di rumah mereka. Kesempatan itu membuat kami dekat dengan kehidupan para petani kopi. Makan dari makanan yang sama. Minum dengan air yang sama pula. Belajar tentang cara mereka hidup.

Beberapa kali kami sempat terkejut. Bagaimana petani kopi rakyat di lereng Pegunungan Argopuro, justru menjadi yang terdepan menjaga hutan. Dan ketika menghadapi panen yang buruk akibat pengaruh cuaca ditanggapi sebagai satu cara agar selalu ingat Sang Pencipta. Sedangkan petani kopi di daerah Kalibaru menyiapkan tabungan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka di hari depan dalam bentuk tabungan berupa kambing. Mulanya ada dua kambing, kini sudah berkembang biak menjadi dua belas.

Ekspedisi Kopi Miko ini bisa terlaksana berkat bantuan banyak pihak. Teman-teman di redaksi Minumkopi yang memberi kepercayaan kepada tim ini untuk mengelar perjalanan. Mas Bebe dan teman-teman di Kedai Kopi WTC (Warung Ta Cafe) yang menjadi tempat tim berkoordinasi dan menulis di malam hari. Rotan dan Tutik dari Sekolah Kaki Gunung yang bersedia menampung kami dan menyajikan makanan yang sedap. Ibu Tutik dan Maya Susiani di Puslitkoka yang bersedia menjadi narahubung kami ke para narasumber. Mas Bro Hakim dan Mbak Prit di Kalisat, terima kasih atas suguhan setrup rempahnya.

Juga kepada para petani kopi di Desa Kemiri, Desa Sumbercandik, Desa Sidomulyo di Jember, petani kopi di Sukosari dan Sumberwringin di Bondowoso, petani kopi Kayu Mas di Sitobondo, dan petani kopi Kalibaru Banyuwangi, yang dengan rendah hati menerima dan memberi kesempatan kami belajar.

Terima kasih juga untuk balasruput di segala penjuru Nusantara yang mengikuti setiap perjalanan yang kami lakukan. Khusus Bli Komang Armada di Bali, terima kasih atas tawaran kepada kami untuk melanjutkan ekspedisi hingga Bali.

Sampai bertemu lagi di Ekspedisi Kopi Miko berikutnya.

Da dah….

Redaksi Minum Kopi

Minum Kopi.com adalah situsweb yang berusaha menjadi ‘kedai kopi bersama’, tempat orang-orang berkumpul, saling berbagi informasi dan pengalaman tentang kopi, kuliner, dan gaya (hidup).

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com