Barberesso, Tempat Minum Kopi dan Potong Rambut

Barberesso, Kedai kopi dan tempat cukur rambut
Barberesso, Kedai kopi dan tempat cukur rambut | © Meida Sinta Dewati

Sekilas Barberesso tidak berbeda dengan kedai kopi pada umumnya. Berlokasi di Jalan Majapahit No. 228 F Kota Semarang, yang merupakan jalan utama Semarang-Purwodadi. Barberesso ini bertempat di sebuah ruko dimana letaknya tepat bersebelahan dengan Bank BRI Syariah Gayamsari. Karena menempati sebuah ruko, maka luas dari kedai kopi yang memiliki dua lantai ini cukup kecil dan tidak menggunakan atribut depan yang terlalu mencolok, kecuali tulisan “BArberESSo” yang terpampang di bagian atas di dalam ruko. Meski demikian, parkiran yang tersedia lumayan luas.

Tanpa ragu-ragu, untuk pertama kalinya saya yang sedang mencari tempat tenang dan nyaman untuk mengerjakan tugas itu langsung masuk ke dalamnya.

“Selamat datang.” Saya langsung disambut oleh ucapan selamat datang dari mas-mas barista.

Pertama yang saya cari ketika memasuki kedai kopi ini adalah colokan listrik, mengingat tujuan utama saya ke tempat ini adalah untuk mengerjakan tugas –dan tentunya sambil ngopi–. Kan tidak lucu kalau di tengah-tengah mengerjakan tugas tiba-tiba laptop saya mati karena baterainya habis. Setelah menyapukan pandangan ke seluruh penjuru ruangan, akhirnya yang saya cari-cari ketemu. Colokan listrik terdapat banyak pada barisan meja bagian barat menempel pada tembok, barisan meja di Barberesso ini sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu timur, tengah, dan barat.

Selesai memilih meja dan meletakkan tas, saya langsung menghampiri barista untuk memesan kopi dan kudapan.

“Cakenya ada apa aja, Mas?”

“Kebetulan hari ini Eclairs Mbak, nggak ada tambahan es krim, tapi nanti dapet dua buah.”

“Ya udah cakenya satu ya. Oh iya, tempat ini baru ya Mas? Saya sering lewat tapi kok baru lihat akhir-akhir ini.”

“Iya, Mbak. Baru buka satu setengah bulan. Mbaknya kok sendirian? Jalan-jalan?” Jawab sang barista –saya tidak tahu namanya, lupa kenalan, ehe– sambil mempersiapkan pesanan saya.

“Hehe, nggak sih Mas. Nyari tempat yang tenang aja buat ngerjain tugas. Kedai ini dua lantai ya, Mas?”

“Iya Mbak, kalau yang lantai bawah ini khusus buat kedai kopi, kalau yang atas itu barbershop.”

Kebetulan waktu itu poni saya panjangnya sudah kelewatan, terlintas di pikiran saya untuk mencoba potong poni di sini.

“Tapi hari ini barbershopnya tutup Mbak, pegawainya sedang tidak ada semua.” Katanya tiba-tiba seakan ia bisa membaca pikiran saya

Jadilah hari itu saya kubur dalam-dalam keinginan saya untuk mencoba potong rambut di tempat ini.

Hot Americano dan Eclairs
Hot Americano dan Eclairs | © Meida Sinta Dewati

Menu yang tersedia di Barberesso cukup beragam. Untuk minuman ada berbagai macam kopi yang disajikan panas ataupun dingin, ada juga minuman selain kopi seperti flavoured tea, chocolate, dan aneka latte seperti red velvet latte, green tea latte, dan taro latte. Makanan yang tersedia ada berbagai finger foods seperti onion ring, chips, dan singkong goreng keju. Tersedia main course dalam bentuk nasi yang dipadukan dengan olahan ayam dan dalam bentuk pasta, serta dessert dalam bentuk cake dengan varian yang berganti setiap hari. Biasanya cake ini disajikan dengan tambahan satu scoop es krim vanilla.

Setelah membayar pesanan, saya kembali ke meja untuk menunaikan kewajiban saya. Mengerjakan tugas dengan tenang. Suhu pendingin ruangan disetel pas tidak terlalu dingin -menyejukkan, dan ditemani alunan musik jazz yang memanjakan telinga saya. Benar-benar suasana yang membakar semangat saya mengerjakan tugas. Tidak berselang lama, pesanan saya datang diantar oleh Mbak Pelayan yang ramah –entah siapa namanya saya lupa tanya–. Selama kurang lebih 4 jam saya di tempat ini, ada lima orang pengunjung yang datang bertujuan untuk potong rambut, dan kesemuanya pulang dengan kecewa. Barbershop hari itu sungguh sedang ramai-ramainya.

Saya menyukai kursi dan meja-meja yang digunakan pun dengan penataannya. Ada meja berukuran kecil dengan kapasitas tiga orang pengunjung pada bagian timur dan barat dekat dinding, di bagian tengah ruangan terdapat meja yang berkapasitas empat hingga delapan orang, ada juga meja yang menghadap ke jendela luar bagi Anda yang ingin menikmati lalu lintas jalan Majapahit Semarang. Meja dan kursi yang dipakai di kedai ini terbuat dari kayu. Kursinya di desain tanpa adanya sandaran punggung. Meja yang digunakan ukurannya cukup pas, tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Pada setiap meja diberi sebuah rangkaian bunga kecil yang sangat manis untuk mempercantik tampilan meja. Minimalis, tidak norak, namun tetap apik. Begitulah kira-kira pendapat sok saya terhadap tampilan interior dari kedai kopi ini.

Bagian depan Barberesso
Bagian depan Barberesso | © Meida Sinta Dewati
Interior kursi dan meja pada bagian dalam Barberesso
Interior kursi dan meja pada bagian dalam Barberesso | © Meida Sinta Dewati
Mengerjakan tugas dengan nyaman berkat wifi kencang, colokan, & kudapan
Mengerjakan tugas dengan nyaman berkat wifi kencang, colokan, & kudapan | © Meida Sinta Dewati

Suasana kedai ini cukup nyaman dan tenang untuk mengerjakan tugas, ditambah dengan wifi yang tergolong kencang. Cocok sekali untuk mahasiswa berkantong cekak seperti saya ini. Oh iya, untuk minuman harga yang dipatok adalah 15-25 ribu begitu pun dengan makanan. Harga tersebut sudah termasuk pajak.

Meski terbilang baru, Barberesso memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi tempat tongkrongan baru ngehits di Kota Semarang. Hal yang bisa mewujudkan semua itu karena di Barberesso fasilitas yang disediakan cukup lengkap, kualitas sajian beragam nan nikmat serta didukung dengan keramahan yang dimiliki oleh karyawan-karyawannya.

Tempat ini cocok juga untuk Anda yang ingin ngobrol-ngobrol santai ataupun diskusi serius sambil ngopi-ngopi ringan. Nongkrong dengan teman-teman, ataupun berduaan dengan pacar. Untuk yang jomblo, tenang saja Anda bisa memilih bangku bagian pojok dan duduk anteng menghadap ke tembok seperti yang saya lakukan ketika menulis artikel ini menikmati kencangnya wifi sambil sesekali menyesap secangkir kopi tanpa gula yang pahitnya cukup untuk menutupi pahitnya kejombloanmu, atau bisa juga iseng-iseng naik ke lantai atas buat potong rambut sekaligus buang sial. Siapa yang tahu habis itu kejombloanmu juga ikut terbuang.

Meida Sinta Dewati

Calon Nutrisionis yang pernah bercita-cita menjadi Penulis dan Jurnalis.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405