Bakusapa

Americano di Bakusapa. Penyajiannya sedikit berbeda, Anda menambahkan sendiri espreso ke dalam gelas yang berisi air panas.
Lihat Galeri
6 Foto
Papan menu sajian kopi Bakusapa.
Bakusapa
Papan menu sajian kopi Bakusapa.

© Kokok Dirgantoro

Sajian menu dan produk non kopi di Bakusapa
Bakusapa
Sajian menu dan produk non kopi di Bakusapa

© Kokok Dirgantoro

Ruangan Bakusapa nyaman digunakan untuk FGD, rapat dengan fasilitas lengkap WIFI dan non smoking area. Ada paket jika digunakan untuk kegiatan Anda.
Bakusapa
Ruangan Bakusapa nyaman digunakan untuk FGD, rapat dengan fasilitas lengkap WIFI dan non smoking area. Ada paket jika digunakan untuk kegiatan Anda.

© Kokok Dirgantoro

Americano di Bakusapa. Penyajiannya sedikit berbeda, Anda menambahkan sendiri espreso ke dalam gelas yang berisi air panas.
Bakusapa
Americano di Bakusapa. Penyajiannya sedikit berbeda, Anda menambahkan sendiri espreso ke dalam gelas yang berisi air panas.

© Kokok Dirgantoro

Biji kopi Mamasa yang dijual di Bakusapa kerjasama dengan Narakopi, demi perdagangan yang lebih menguntungkan petani.
Bakusapa
Biji kopi Mamasa yang dijual di Bakusapa kerjasama dengan Narakopi, demi perdagangan yang lebih menguntungkan petani.

© Kokok Dirgantoro

Ini bisnis sampingan. Ada bubuk daun kelor yang bisa dinikmati dengan cara menyeduh seperti teh. Ada pula madu hutan dan kue kering yang dibuat dari tepung mocaf non gluten.
Bakusapa
Ini bisnis sampingan. Ada bubuk daun kelor yang bisa dinikmati dengan cara menyeduh seperti teh. Ada pula madu hutan dan kue kering yang dibuat dari tepung mocaf non gluten.

© Kokok Dirgantoro

Warung Kopi ajaib ini bernama Bakusapa. Didirikan Koperasi Trisakti Bhakti Pertiwi bekerja sama dengan komunitas pendampingan petani kopi di Sulawesi Barat. Rasanya tak percaya saya melihat tempat ini berdiri dan bisnisnya berjalan karena lokasi yang nyempil dan kompetisi kopi yang kejam.

Saya memesan kopi Americano yang dibuat dari biji kopi arabica Toraja. Saya meminumnya tanpa gula. Ada sensasi rasa manis di kopi yang saya minum. Saya sempat geer apakah ini pengaruh manisnya wajah saya? Ternyata memang ada sedikit sensasi manis dari biji kopi yang saya sesap.

Bimo menjelaskan bahwa untuk kopi yang digiling fresh di Bakusapa hanya ada Mamasa dan Toraja. Saya tanya mengapa hanya dua? Karena hanya dua kopi itu yang Bakusapa kenal langsung petaninya. Saya bingung. Apa pentingnya kenal petani kopi dengan mengelola warung kopi?

Bimo senyum-senyum. Bakusapa mengambil kopi untuk digiling fresh hanya dari petani kopi yang sudah mendapat pendampingan komunitas Narakopi. Komunitas ini membeli kopi petani di pelosok beberapa kali lipat dari harga tengkulak lokal. Selain dapat harga bagus, petani juga dapat share atas penjualan kopi di Bakusapa. Sekitar 25% dari kopi yang dihidangkan di Bakusapa, kembali ke Narakopi dan dari Narakopi akan ada yang diberikan juga ke petani kopi.

***

Stevie, salah satu pengelola Bakusapa, sore ini tidak ada di tempat. Dia lagi bertemu petani di Mamasa. Kira-kira 7 jam jalan darat dari ibu kota provinsi. Tempatnya di pelosok. Petani kopi Toraja juga terpencil lokasinya. Butuh naik motor 6 jam. Entah di mana lokasi tepatnya saya tidak tahu. Suatu saat saya juga ingin ikut ke sana.

Petani kopi Mamasa dan Toraja di pelosok, kata Bimo, tidak tahu kalau kopi Arabica yang mereka hasilkan bisa diolah untuk minuman dan harganya mahal. Petani sendiri kaget ketika teman-teman Narakopi membantu memilih dan memilah kopi, roasting, lalu digiling jadi bubuk kopi. Mereka tak percaya kopi yang mereka tanam bisa jadi seenak ini. Saking tidak tahunya, sering kopi arabica petani ditukar robusta lokal dengan perbandingan 2:1. Di pelosok sana, petani kopi tak mendapat hasil yang baik atas kopi enak yang ditanam dan dirawatnya sepenuh hati.

***

Saya bertanya ke Bimo apakah kondisi keuangan bisa selamat kalau kita harus berbagi margin bagai sinterklas seperti ini? Bimo menjawab dengan yakin, bisa. Karena di Bakusapa yang dijual bukan hanya menu kopi tapi juga biji kopi dan kopi bubuk yang digiling. Penjualannya bisa lebih banyak dari menu kopi yang dijual.

Saya kadang iri melihat anak-anak muda ini. Bimo, Stevie, Anggy. Bukannya kerja jadi pegawai atau berkarir sebagai apa, malah jadi pedagang kopi dengan jiwa sosial tinggi. Saya seusia mereka lebih ribet mikir cari uang saja —sampai sekarang kali yak?

Karena itu saya bantu promo Bakusapa dan belanja di sana. Teman-teman silakan mampir kalau pas lewat lokasi. Atau pesan biji kopi yang enak di sana. Harganya juga tidak terlalu mahal. Kami memberi kualitas dan perdagangan yang lebih adil bagi petani. Kecil tapi nyata, Bakusapa.

Bakusapa Ruang Kolaborasi

Jalan Taman Pulo Asem Utara No.24B lantai 2, Jati, Pulo Gadung, Jakarta Timur 13220

Telp: 082258736002

Kokok Dirgantoro

Peminum kopi amatiran. CEO OPAL Communications, menulis di beberapa media online. Dan saat ini merupakan anggota PSI (Partai Solidaritas Indonesia)