Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi

Qmaree Waroeng Kopi
Lihat Galeri
5 Foto
Qmaree Waroeng Kopi
Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi
Qmaree Waroeng Kopi

© Rulli Rachman

Settingan jadul
Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi
Settingan jadul

© Rulli Rachman

Salah satu spot di Qmaree
Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi
Salah satu spot di Qmaree

© Rulli Rachman

Spot lain di Qmaree
Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi
Spot lain di Qmaree

© Rulli Rachman

Suasana Outdoor
Back to The Future ala Qmaree Waroeng Kopi
Suasana Outdoor

Suasana Outdoor | © Rulli Rachman

Anda tahu film Back to The Future? Setidaknya anda pasti pernah menyaksikannya di layar kaca. Karena walaupun film ini tergolong film klasik (diproduksi tahun 1985), Back to The Future sering ditayangkan ulang di beberapa stasiun televisi. Film ini sempat menjadi hits di kalangan kids jaman old dan melejitkan nama Michael J. Fox. Judulnya memang back to the future – kembali ke masa depan, tapi sebenarnya yang terjadi adalah petualangan Marty McFly kembali ke masa lalu dengan mengendarai DeLorean, mobil penjelajah waktu yang dirakit oleh ilmuwan setengah waras Dr. Emmet Brown (Christopher Lloyd).

Saat ini, untuk kembali ke masa lalu, rasanya anda tidak perlu menunggu DeLorean (dan McFly tentu saja) muncul tiba-tiba di pekarangan rumah anda. Yang perlu anda lakukan adalah cukup berkendara kearah selatan Jakarta, tepatnya di daerah Pondok Cabe, Pamulang. Di sana anda akan temukan warung kopi dengan konsep masa lalu. Qmaree Waroeng Kopi namanya.

Pernak pernik barang klasik–vintage bisa dengan mudah anda temukan disini. Dari mulai televisi cembung dengan tabung yang akan membangkitkan memori anda tentang acara Unyil atau Album Minggu, setrikaan yang meniadakan ketergantungan pada listrik, telepon jadul yang seingat saya dulu hanya ada beberapa rumah saja yang mampu untuk memilikinya sehingga konsekuensinya adalah mereka harus mau ditumpangi keluarga lain untuk keperluan komunikasi dengan sanak famili di luar kota. Dan tentu saja ada sepeda onthel untuk menggenapi suasana jadul di warung kopi ini.

Selain barang-barang jadul, ada beberapa spot yang sayang rasanya apabila tidak diabadikan. Seumpama anda berkunjung ke Qmaree dengan pasangan atau teman wanita, maka berikanlah keleluasaan kepadanya untuk berswafoto sepuasnya sebelum akhirnya menyesap kopi pesanannya.

Cold brew coffee Tjikeris
Cold brew coffee Tjikeris | © Rulli Rachman

Qmaree Waroeng Kopi baru didirikan pada bulan Januari yang lalu. Pendirinya ada 6 (enam) orang yang mana mereka semua adalah alumni Institut Sains dan Teknologi Al Kamal angkatan 1993. Kebetulan saya berteman baik dengan salah satu pendiri Qmaree tersebut, kang Ganjar namanya.

“Qmaree Waroeng Kopi ini merupakan proyek percontohan atas bisnis utama kita yaitu coffee shop consultant yang bernama ‘Ruang 93’. Beberapa pekerjaan advisory yang bisa kami lakukan mulai dari manajemen coffee shop, pengerjaan eksterior dan interior, termasuk juga pelatihan Barista”. Demikian penjelasan Ganjar kepada saya.

Maka menjadi jelas, apabila anda berkesempatan mampir ke Qmaree Waroeng Kopi ini niscaya anda akan disambut hangat oleh mereka yang bekerja di sana. Anda bebas bertanya apa saja perihal kopi, bagaimana teknik meracik kopi, memilih kopi yang bagus dan sebagainya. Bukan tak mungkin anda justru dipersilahkan untuk menjadi barista dadakan, merasakan sendiri bagaimana asyiknya meramu secangkir kopi.

Bulan September yang lalu, Qmaree sudah menggelar pelatihan barista dengan tajuk “Mendadak Barista” selama 1 hari penuh. Dalam pelatihan ini, peserta dimanjakan dengan 25% teori dan sisanya praktek langsung. Tiga orang tetangga komplek saya ikut serta dalam pelatihan ini, padahal sebelumnya mereka bahkan sama sekali tidak tahu menahu apa itu V-60. Dan hasilnya, mereka berhasil meramu kopi latte jahanam yang membuat saya penasaran setengah mati untuk mencari tandingannya.

Duet Maut Soto Tangkar dan Kopi Leci
Duet Maut Soto Tangkar dan Kopi Leci | © Rulli Rachman

Saat pertama kali berkunjung ke Qmaree, saya melontarkan pertanyaan standar, menu apa yang favorit. Untuk makanan, yang direkomendasikan adalah Soto Tangkar. Soto ini dihidangkan dengan lontong sehingga anda tak perlu khawatir kegemukan saat menyantapnya. Saya cukup puas dengan cita rasa soto tangkar ini. Selain memang enak di lidah, saya pun tak perlu jauh-jauh pergi ke daerah Glodok, Jakarta Pusat untuk menikmati soto tangkar langganan saya. Untuk penganan teman kopi, cireng bisa jadi salah satu alternatif.

Untuk kopi, tentu saja ada beberapa menu yang tersedia. Favorit saya adalah kopi leci, kopi hitam dihidangkan dengan es batu dan potongan buah leci diatasnya. Sejauh ini kopi leci sukses menjadi duet maut dengan soto tangkar yang saya jelaskan di atas tadi.

Adapun pilihan kopi sangat beragam. Dari mulai Aceh Gayo, Mangkuraja Bengkulu, Garut Jabar, Java Raung, Bali Kintamani, Flores, Papua Wamena hingga Toraja. Untuk kopi Garut dengan brand Tjikeris, anda bisa menikmatinya dalam bentuk cold brew dan sudah dikemas dalam wadah yang unik. Kopi hitam dingin ini bisa anda bawa pulang untuk menemani anda menulis atau nge-blog di malam hari dengan hanya 50 ribu rupiah saja.

Satu hal yang pasti, jangan harap anda menemukan sinyal wifi di Qmaree Waroeng Kopi. Lebih baik anda simpan ponsel anda dan nikmati perbincangan bersama rekan anda di samping. Percayalah, apabila anda lakukan itu, kopi tubruk pun akan terasa nikmat.

Rulli Rachman

Bola, buku, kopi, movie

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com