At The Moment(o)

Tampak Depan Kafe Momento. © Eko Susanto

Waktu menunjukkan pukul 23.00. Nyaris 3 jam saya berada di tempat ini. Selain meja yang saya tempati, hanya ada satu meja lain yang terisi oleh 3 orang saling bercakap-cakap seru. Sedang di meja saya tak seseru meja tersebut. Hanya ada segelas kopi Toraja, sebungkus rokok, sebuah korek api, dan segumpal kesunyian.

Pandangan saya menyapu seisi ruangan. Meja-meja berjajar, sepasang sound system dan panggung yang kosong, serta dapur dengan jejeran kaleng kaca berisi biji-biji kopi. Beberapa orang di balik meja dapur sedang sibuk bekerja. Saya menanti salah seorang dari mereka selesai beres-beres, karena sejam lagi tempat ini akan tutup.

Orang yang saya nanti bernama Yoga Keriawan. Kolega dekatnya memanggil dengan sebutan Dar. Ia punya perawakan tinggi kurus, wajah kalem, dan rambut yang lebat. Sejak 5 tahun yang lalu ia telah tinggal di Yogyakarta.

Tempat ini bernama Momento Café. Saya pertama kali mendengarnya sekitar beberapa bulan yang lalu. Ketika itu di sini diselenggarakan acara seni pertunjugkan berkelas internasional, JIPA (Jogja International Performing Arts) 2012.

Awalnya, agak susah menemukan lokasi kafe ini lantaran letaknya yang menjorok ke dalam gang. Namun setelah saya membaca berita di beberapa media dan mencoba menelusurinya, saya berhasil menemukan Momento Café. Jerih payah saya dalam mencari terbayar lunas saat merasakan kenyamanan di tempat ini.

Momento Café dahulu berada di kawasan Jembatan Merah, Gejayan. Setelah kontrak pemakaian di lahan itu habis, Momento Café lalu pindah ke tempatnya yang sekarang. Persisnya tanggal 5 Mei 2012 di Jalan Pandeansari Blok IV nomer 10 Condongcatur, Depok, Sleman.

“Momento Café itu salah satu unit usaha PT Gaya. Kami (PT Gaya) juga punya unit outbond,” jelas Dar tentang kafe tempatnya bekerja. PT Gaya yang memiliki kantor pusat di Jakarta ini juga memiliki unit usaha lain, seperti konsultan manajemen, terus Jaran EO, LSM, dan lembaga yang menyelenggarakan serangkaian try out untuk pelajar.

Dar lalu berbicara lebih dalam tentang Momento Café, “Kita punya konsep santai dan nyaman aja, mas. Makanya interiornya dibuat luas gini, jadi yang datang gak cuma mahasiswa. Segmen kita juga orang kantoran sama keluarga. Sering dibuat rapat juga di sini.”

Sekali lagi saya memandangi seisi ruangan. Ada lebih dari 20 meja-meja kayu bundar berlapis kaca. Setiap meja ditemani 4-6 kursi yang nyaman. Dengan pencahayaan yang tak merata, setengah ruangan terang dan sisanya temaram, pengunjung bisa memilih titik yang pas untuk kebutuhannya. Apakah ingin ngobrol santai, berduaan dengan kekasih, atau sendiri saja menyelesaikan pekerjaan. Di Momento Café, semua hal tersebut bisa dilakukan.

Suasana kafe momento, di sini momen-momen tercipta. © Eko Susanto

Untuk urusan menu, Momento Café dapat diandalkan. Tersedia beragam menu kopi yang bisa dipilih, baik kopi domestik maupun luar negeri.

Untuk kopi dari tanah Indonesia sendiri, ada bermacam-macan jenis yang sudah familiar seperti Aceh Gayo, Kalosi Toraja, Wamena Papua, Kintamani Bali, dsb. Menu yang jarang didapati di tempat lain adalah kopi dari Italia dan Turki. Bahkan, Momento Café juga menyediakan penyajian kopi bergaya Turki.

Selain Vietnam Drip dan Japan Syphon, ada pula yang disebut sebagai Turkish Style. Turkish Style ini agak-agak mirip dengan menyajikan Kopi Klotok. Yakni memasak kopi dan air secara bersamaan di teko.

Hanya saja, jika umumnya Kopi Klotok dimasak dalam porsi besar, Turkish Style dimasak porsi per porsi. Oleh karena itu, bagi pengunjung yang tertarik melihat langsung bagaimana kopinya diolah hingga bisa dinikmati, dapat meminta seorang barista dari Momento Café untuk membawa pemanas dan sebuah teko mungil khas Turki ke meja.

Memasak dengan Turkish Style juga menyenangkan. Tak perlu khawatir rasa kopi Anda akan carut marut karena ada rasio perbandingan yang lazim digunakan. Yakni 6 ml air per 1 gram biji kopi. Jadi jika Anda menggunakan cangkir di rumah yang mampu menampung kurang lebih 150 ml air, Anda bisa memakai 24 gram biji kopi. Atau sekitar dua setengah genggam tangan orang dewasa.

Tentu saja sebelum dimasak, Anda harus menghaluskan biji-biji kopi yang akan dipakai. Proses penghalusan biji kopi menggunakan mesin (grinder) ini biasa disebut grinding.

Grinder sebaiknya diset-up dengan 1.5 sampai 2 angka lebih rendah dibandingkan jika dipergunakan untuk espresso. Pengaturan seperti itu akan membuat bubuk kopi yang didapat lebih halus.

Selain Turki, Momento juga menyediakan kopi bergaya Irlandia (Irish Coffee) yang telah lama menjadi legendaris. Kombinasi kopi murni dengan aksen alkohol yang menambah kekuatan rasa. Sekaligus menghangatkan jika angin malam mulai kurang ajar. Sayang sekali Dar tidak mau menyebutkan alkohol jenis apa yang dipergunakan oleh Momento Café.

Semua penampilan dan kopi di meja bisa Anda dapatkan dengan harga berkisar Rp 10.000,- sampai Rp 15.000,-. Khusus untuk Irish Coffee, harga dipatok Rp 45.000,-. Cukup mahal, tapi setara dengan kehangatan yang didapat.

Tak hanya bermacam-macam jenis kopi dan gaya penyajian, Momento Café juga menambahkan live music setiap malam pada hari Rabu dan Sabtu. Khusus untuk hari Sabtu, penonton akan disuguhi oleh alunan musik Jazz.

Hal tersebut tak mengherankan karena memang, kelompok musik Jazz yang ada di Yogyakarta menjadikan Momento Café sebagai markas mereka. “Sudah sekitar 1 tahun Jazz Jogja kumpul di sini. Itu markasnya di belakang,” ujar Dar sambil menujuk ke arah sebuah bangunan kecil yang juga difungsikan sebagai kantor Momento Café.

Dari penjelasan Dar, nampaknya Momento Café akan lebih sempit dalam menyasar para konsumen. Meskipun tetap mempertahankan pangsa pasar yang telah didapat, manajemen Momento Café ingin agar kelas menengah ke atas lebih sering datang ke sini.

Kelas menengah ke atas yang dimaksud adalah para pekerja kantoran. Dar dan jajarannya akan membangun sebuah ruangan khusus, atawa ruang VIP, dengan level pelayanan dan kenyamanan di atas ruangan yang sedang saya tempati ini. Tentu saja harga yang dipatok juga lebih tinggi. Nantinya ruangan tersebut bisa digunakan untuk pertemuan atau rapat (meeting).

Rasanya, jika nanti saya memiliki sebuah perusahaan, saya akan mencoba ruangan tersebut. Karena melihat situasi di sini, kemungkinan untuk membicarakan hal serius dengan cara yang santai akan terwujud. Entah itu rapat internal perusahaan atau sedang bernegosiasi dengan mitra.

Seperti salah satu prinsip klasik bisnis yang umum didengar. Setiap pebisnis yang hebat tak hanya bisa memanfaatkan momentum, melainkan juga mampu menciptakan momentum itu sendiri. Dan saya kira, dengan secangkir kopi yang ragam dan penyajiannya sebanyak ini, momentum tersebut dapat diwujudkan di sini, di Momento Café.

Arys Aditya

Penerjemah lepas dan sampai sekarang bergelut di Kelompok Belajar Tikungan Jember, Jawa Timur.

  • Penggambaran yang sangat sangat pas.