Abyssinia, Kampung Halaman Kopi

Abyssinia diyakini oleh para akademisi kajian historis dan ahli botanikal sebagai daerah asal kopi. Kondisi ekologis, hutan-hutan alami, serta iklim tropis memberi alasan yang kuat bagi para peneliti untuk menyimpulkan bahwa kopi memang berasal dari dataran tinggi Abyssinia.

Tanaman-tanaman kopi liar tersebut tumbuh subur di pegunungan Abyssinia, daerah yang sekarang menjadi bagian Ethiopia. Sebagian lagi ditemukan di propinsi Guma, Sidamo, dan Kaffa. Tanaman kopi liar yang tumbuh subur di pegunungan itu dikenal dengan nama wild arabica, sedangkan secara lebih spesifik kopi yang dihasilkan di daerah Kaffa dikenal dengan nama kaffa coffee.

Coffee Map of Africa and Arabia
Coffee Map of Africa and Arabia / All About Coffee © Wiliam H. Ukers

Kopi yang tumbuh di Abysinnia ini diklasifikasikan menjadi dua jenis kopi. Pertama; Harari Kopi, tanaman kopi yang dibudidayakan melalui pertanian sederhana. Kedua; Abyssinian Kopi, tanaman kopi yang tumbuh secara liar di dataran-dataran tinggi Abyssinia.

Pembudidayaan dua macam jenis kopi Abyssinia yang berbeda tersebut berpengaruh pada hasil biji kopinya, meskipun keduanya termasuk varietas Coffee arabica. Biji kopi yang dihasilkan melalui pertanian di daerah, Harari, Galla dan sebagian tempat di Abyssinia menghasilkan biji kopi yang lebih sedikit jumlahnya dibandingkan tanaman kopi yang tumbuh liar. Sedangkan biji kopi liar, atau lebih dikenal sebagai Abyssinian, kaffa coffee, menghasilkan biji yang lebih kecil.

Kopi liar yang tumbuh di sebagian dataran tinggi Abyssinia menghasilkan rasa kopi yang kurang kuat, rasa dan aromanya. Namun hasil panen biji kopi abyssinian lebih banyak daripada panen biji kopi yang dibudidayakan dengan sistem pertanian sederhana.

Abyssinia
Menjemur Kopi Langsung di bawah sinar matahari, Harar, Abyssinia / All About Coffee © Wiliam H. Ukers

Kesuburan tanah dataran tinggi Abyssinian, kondisi iklim yang lebih sejuk, serta cadangan air yang lebih besar, membuat tanaman kopi liar di Abyssinia tumbuh dengan kelimpahan bunga serta buah kopi. Hal ini tentu karena kondisi hutan-hutan alami membuat tanaman pendamping kopi tumbuh lebih banyak, dan tentu membuat tanaman kopi mendapatkan nutrisi yang lebih, dan juga tidak terpapar langsung oleh sinar matahari.

Pengelolaan tanaman kopi oleh masyarakat Abyssinian relatif masih sangat sederhana. Metode yang sederhana inilah yang kemudian membuat kopi Abyssinia kalah bersaing dengan kopi daerah-daerah lain. Walaupun teknik pembudidayaan, pengolahan serta sistem perdagangan kopi adalah hal-hal yang terus mereka perbaiki. Salah hasil budidaya kopi andalan mereka adalah Ethiopian Harar Coffee yang berasal dari daerah Harar dan Ethiopian Yirgacheffe Coffee yang berasal dari daerah di kota Yirga Cheffe, Provinsi Sidamo (Oromia) di Ethiopia.

Ethiopia yang sejak abad ke 6 M hingga kini, masih terus-menerus mengembangkan tanaman kopi arabika khas mereka. Ethiopia kini juga masih menjadi produsen kopi terbaik di Afrika, dan juga salah satu pengekspor kopi arabika di dunia. Pendapatan negara Ethiopia hampir sepertiganya disumbang dari hasil ekspor kopi.

Referensi:

Rizki Akbari Savitri

Pembela Serigala dari kota Roma, AS Roma. Redaktur kopi di minumkopidotcom.


Warning: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable in /home/phw/miko/xcode/class-wp-comment-query.php on line 405