Abon Sudang Spesial Don Biyu

Abon Sudang Spesial Don Biyu
Abon Sudang Spesial Don Biyu | © Aditia Purnomo

Selama dua minggu berada di Munduk, makanan yang asup adalah ikan. Berbagai jenis ikan. Kebanyakan ikan dimasak pepes atau goreng. Akan tetapi, favorit saya tentu saja ikan asin goreng yang dimasak Bli Ono, juru masak di tempat kami menginap. Memang bukan ikan saja, karena daging ayam dan babi yang dimasaknya tetap saja enak.

Desa ini memang surganya pencinta kuliner. Dari kacang-kacangan, sayur-mayur, ayam, babi, ikan, semua memberikan pengalaman pada lidah untuk menikmati cita rasa yang sama sekali baru. Bubur yang isinya cuma sayuran dan kacang bernama tepeng ataupun bonggol pisang yang dimasak bersama kelapa dan potongan daging bernama tum bungkil, semua menggugah selera dan nafsu makan.

Saya menu sajian iga babinya, ada satu makanan yang amat membekas pada imajinasi saya soal cita rasa. Makanan khas Buleleng, yang tidak pernah saya bayangkan ada di dunia ini. Sebuah abon yang dibuat dari daging ikan asin bernama: “abon sudang”.

Makanan ini biasanya mudah ditemukan jika Anda datang ke Seririt. Ya wajar saja, Seririt adalah daerah yang berbatasan langsung dengan laut. Pasar Ikan mudah ditemukan. Jadi tidak sedikit toko-toko yang menjual abon sudang kemasan, tentu dengan rasa yang jauh berbeda dengan buatan juru masak Don Biyu.

Untuk membuat abon sudang spesial ala Don Biyu, juru masak kami memang harus membeli ikan tuna yang telah diasinkan dari Seririt. Tapi, cuma itu saja yang dibeli jauh dari Munduk, sisanya telah siap diracik oleh juru masak kami.

Mengolah Abon Sudang
Mengolah Abon Sudang | © Aditia Purnomo

Proses memasaknya ternyata tidak rumit-rumit amat. Pertama-tama ikan tuna yang telah diasinkan direbus sekitar 10 menit dalam air belum mendidih agar rasa asin berkurang dan daging menjadi lembek. Setelah selesai direbus, ikan digeprek dan diulek agar daging muda dipisahkan dari tulang dan sisiknya.

Setelah terpisah dari tulangnya, daging ikan yang teksturnya sudah agak lembek itu siap digoreng bersama bawang putih agar tidak terlalu gosong. Dimasak pun dengan api yang kecil agar matang merata. Tunggu hingga berwarna kecokelatan dan tiriskan. Abon sudang, telah siap anda santap.

Walau tampaknya mudah, sepertinya ada bumbu-bumbu tertentu yang diberikan tapi luput saya perhatikan. Tapi, ya tak apa, toh saya melihat proses memasaknya hanya untuk jadi bahan tulisan ini. Agenda utamanya ya tetap, menyantap abon sudang kelas bangsawan ini.

Kebanyakan abon sudang dibuat dengan daging ikan tenggiri atau ikan lain yang harganya tak semahal tuna. Karenanya jika Anda mau membeli satu pack abon sudang di Seririt, dengan uang sekira Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Jika ingin yang toplesan, paling seharga Rp35 ribu.

Berbekal daging ikan tuna yang harganya lumayan itulah kami menyebut sudang buatan Don Biyu adalah abon kelas bangsawan. Perbedaan kelas sosial (makanan) tentu saja mempengaruhi kualitas rasa yang bakal kita dapatkan.

Walau telah berbentuk abon, tapi tekstur daging tuna yang kenyal dan lembut tetap terasa di mulut. Rasa asin ikannya pun telah berkurang karena proses merebus daging tuna pada awal pengolahan. Tentu saja cita rasa yang kami nikmati diimbangi dengan standar gizi yang baik karena dibuat dari daging ikan.

Makan malam dengan menu nasi putih, sambal, serta abon sudang yang sebenarnya sederhana itu amatlah menggugah selera kami. Setiap anggota tim ekspedisi tidak ada yang tak menambah porsi makan malam itu. Bahkan Pak Roem yang sebelumnya tidak banyak makan nasi pun ikut menambah porsi makan karena berhadapan dengan abon sudang ini.

Ekspedisi Kopi Miko

Aditia Purnomo

Mahasiswa tingkat akhir yang tak kunjung lulus.