5 Hal Tentang Kota Kopi Sidikalang

Suasana dingin dan sejuk, satu hal yang kita rasakan setiba menginjakkan kaki di kota Sidikalang. Kopi merupakan teman yang tepat untuk semua itu, teman yang rela kau habisi di sudut kedai kopi untuk menuntaskan semua rasa candu akan kafein.

Sidikalang adalah tempat yang tepat bagi para penikmat, pecinta, maupun pengusaha kopi untuk melampiaskan rasa candu, belajar tentang kopi, maupun meraup untung dari kopi. Dan untuk semua itu, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang Kota Kopi Sidikalang;

1. Tentang Kopi Sidikalang

Petani Kopi Sidikalang
Petani Kopi Sidikalang | Sumber: www.sidikalangcoffee.com

Kopi Sidikalang sudah terkenal akan cita rasanya yang mantap, bahkan bukan hanya di dalam negeri tetapi sampai ke luar negeri. Salah satu pesaing kenikmatan kopi Sidikalang adalah kopi Brazil, yaitu salah satu kopi terbaik di dunia. Sidikalang adalah ibu kota Kabupaten Dairi, terletak di daerah pegunungan nan sejuk.

Menurut para ahli kopi, kekhasan Kopi Sidikalang didapatkan dari kombinasi hawa dingin dan jenis tanah di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Di Sumatra Utara terdapat tiga daerah penghasil kopi terbaik yaitu Lintongnihuta, Mandailing, dan Sidikalang.

Kopi Sumatra merupakan salah satu varietas kopi yang berasal dari Sumatra yang bertekstur paling halus dan bercita rasa paling berat dan kompleks di antara beragam kopi di dunia. Sebagian besar kopi Sumatra diproses secara kering (dry-processed), tetapi sebagian lagi melalui proses pencucian ringan (semi-washed).

2. Aroma Kopi Sidikalang Tak Lagi Mewangi

Aroma Kopi
Aroma Kopi | Sumber: camedillus.wordpress.com

Kopi Sidikalang sejak dahulu terkenal karena kualitas yang tinggi, seiring waktu saat ini aroma khas kopi itu tidak lagi mewangi seperti dulu. Jumlah petani kopi dari tahun ke tahun menurun karena peralihan dari petani kopi menjadi petani holtikultura, selain itu banyak petani yang beralih menanam jeruk.

Beberapa hal yang mendorong terjadinya hal tersebut adalah sebagai akibat harga jual kopi dari petani kepada tengkulak yang tidak tetap dan cenderung merugikan petani. Dan juga karena faktor hama. Hama tanaman kopi yang menyerang membuat hasil panen petani sangat rendah dan juga mengurangi kualitas dari kopi tersebut. Pengetahuan mengenai budidaya kopi sangat rendah dan jarang dilaksanakannya sosialisasi terhadap petani di kota ini, hal ini menjadikan praktik petani tidak mampu menghasilkan kopi berkualitas tinggi.

Aroma kopi Sidikalang pun saat ini tidak lagi mewangi seperti dulu. Wangi itu perlahan menghilang karena kebun kopi pun perlahan berganti fungsi.

3. Poda Coffee & Resto, Tempat Ngopi Keren di Kota Kopi

Poda Coffee
Poda Coffee | Sumber: www.sidikalangpodacoffee.com

Suasana yang begitu nyaman dan tenang adalah sebuah perasaan yang dapat digambarkan saat pertama kali memasuki kedai tersebut. Dengan konsep yang minimalis dan sederhana dilengkapi sebuah meja barista di sudut ruangan untuk menyeduh kopi. Terdapat juga sebuah rak menyediakan beberapa buku untuk dibaca oleh pengunjung. Kedai kopi ini berada di tengah hiruk pikuk kota Sidikalang, tepatnya berlokasi di Jln. Sisingamangaraja No.181. Tempat yang tepat untuk kamu melampiaskan rasa candumu akan kopi dan menikmati sepi yang sejuk disertai udara dingin kota ini. Maupun untuk sekedar bersua dengan teman-teman lama.

Poda Coffee & Resto juga memiliki lahan kopi sendiri dan selain dari ladang sendiri, mereka juga mendampingi para petani mulai dari pembibitan, penanaman sampai pengolahan, dan pemanenan, serta tidak sembarangan menerima produk kopi dari yang lain. Poda Coffee & Resto hadir untuk memberikan kenikmatan bagi anda para pecinta dan penikmat kopi dengan rasa kopi yang original.

4. Kopi Tanpak Sidikalang, Bubuk Kopi Asli yang Telah Melegenda

Kopi Tanpak Sidikalang
Kopi Tanpak Sidikalang | Sumber: kopiaslisidikalang.com

Tanpak Sidikalang, sebuah nama brand dari bubuk kopi Sidikalang milik H. Sabilal Rasyad Maha. Tanpak Sidikalang merupakan salah satu usaha pengolahan kopi yang tidak asing lagi ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Dairi. Pasalnya kopi bubuk asli ini diolah dari gelondongan merah (cherry kopi) dan merupakan pilihan yang berasal dari masyarakat binaan. Sejalan dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi industri maka kopi bubuk Tanpak memiliki program dalam rangka peningkatan mutu kopi bubuk Sidikalang terutama produksi Kopi Bubuk Tanpak Sidikalang.

Ada beberapa program untuk mendukung dan mempertahankan serta meningkatkan mutu tersebut diantaranya adalah kopi Tanpak akan membuka perkebunan kopi tanpa lahan, Tanpak Sidikalang juga akan membeli biji gelondongan merah dengan harga tetap. Tanpak tetap berusaha menghasilkan kopi bubuk yang murni dan memperoleh indikasi geografis tanpa mengandung esensi kopi, kemudian asli tanpa campuran. Hingga saat ini Kopi Tanpak Sidikalang telah melegenda dan tetap eksis di kalangan penikmat kopi, lebihnya lagi kopi tersebut telah dipromosikan untuk menjadi oleh-oleh khas kota Sidikalang.

5. Keindahan Kebun Kopi yang Sejuk dan Sendu

Kebun Kopi
Kebun Kopi | Sumber: majalah.ottencoffee.co.id

Secara geografis letak kota Sidikalang berada di barat laut Provinsi Sumatra Utara dan dapat ditempuh dengan perjalanan darat selama 4 jam dari kota Medan. Sidikalang berada pada ketinggian 1.066 mdpl, menjadikan wilayah Sidikalang terdiri dari bukit-bukit dengan kemiringan yang bervariasi dan keadaan lingkungan yang masih alami dan udara yang sejuk serta jumlah penduduk yang masih seimbang dengan luas wilayahnya.

Perkebunan kopi di Sidikalang sangat berpotensi untuk mejadi agrowisata, dengan luas perkebunan kopi robusta sekitar 14.117 Ha dan perkebunan kopi Arabika seluas 5.771 Ha. Agrowisata dan tur kebun kopi sebenarnya layak dikembangkan di kota Sidikalang. Beberapa pecinta kopi telah sering melakukan single origin trip ke Sidikalang sekaligus menikmati keindahan alam. Namun, kebun kopi yang menawarkan keindahan tersebut bagi pencinta kopi, hingga saat ini sangat jarang kita temui yang menyediakan agrowisata kebun kopi sehingga menjadikan kebun kopi yang sejuk itu jadi sendu nan sepi.

Monides Sagala

Mahasiswa, Seorang anak petani kopi.